Asmara Di Sekolah Baru

Asmara Di Sekolah Baru
Permintaan Devan


__ADS_3

Hari ini seperti biasa yura berangkat sekolah diantar oleh papa nya setelah beberapa hari di rawat inap di rumah sakit akhir nya papa alex sudah di bolehkan untuk pulang 1 minggu yg lalu


"Pah yura berangkat,hati hati di jalan" pamit yura pada papah alex sembari mencium punggung tangan nya setelah itu keluar dari mobil


Saat hendak menjalankan mobil nya tiba tiba papah alex terpikirkan sesuatu lalu ia pun memanggil yura yg masih berdiri menunggunya pergi


"Yura, sini dulu bentar" pintanya pada yura


Yura pun mendekat kearah mobil "Ada apa pah" tanya yura


"Nanti pulang sekolah kmu ada eskul gak?" tanya papah alex


"Emm gak ada pah kenapa?"


"Nanti kmu bisa kan anterin papah ketemu temen kamu yg donorin darah nya buat papah waktu itu?"


"Ohh yura sih bisa bisa aja pah tpi gk tau tmen yura ada waktu atau enggak... Nanti coba yura tanyain" jawab yura


"Oke nanti klo ppah blm pulang ke rumah kmu tungguin ya di rumah"


"Siap pah" jawab yura memberikan jempol nya


"Ya udh ppah berangkat kerja dulu kamu masuk sana nanti telat lagi"


"Iya pah Dadah" yura melambaikan tangan nya kemudian berlalu memasuki area sekolah


Yura memasuki ruang kelas nya dan betapa terkejut nya dia melihat 3 cowok sedang berbuat ulah di kelas nya. Yg satu sedang merayu para cewek yg satu sibuk dengan ponsel nya dan satu lagi sedang duduk di meja yura sedang sibuk berselfi selfi dg para cewek yg histeris melihat ketampanan nya. Benar benar tebar pesona


Ya, mereka adalah Aldo,Faris dan Devan. Trio most wanted di sekolah nya.


Yura berdiam diri menahan emosi nya yg meluap luap di ambang pintu menatap tajam keramaian di kelas nya akibat ketiga most wanted tsb


Kenapa yura emosi? Ya karena yura adalah wakil ketua osis yang baru dilantik 2 minggu yg lalu sma hal nya dengan ketua osis juga di lantik resmi 2 minggu yg lalu dan dia adalah Faris. Iya faris yg ikut andil dlm keramaian di kelasnya namun hia hnya berdiam diri di bangku pojok memasang earpods di telinga nya tidak peduli dg keributan yg dibuat oleh kedua sahabat nya.Sperti bukan ketua osis memang


Karena tidak tahan dg kebisingan yg ada yura pun berjalan ke depan mengambil penghapus papan tulis kemudia memukul mukul kan nya di meja guru


"Woy!!Semuanya Diem!!" Bentak yura pada teman sekelasnya dan teman teman nya pun menurut karna sudah tau betapa seram nya kemarahan yura


Devan hanya menatap yura santai sambil menyeringai tanpa turun dari meja yura


"Aldo! Faris! Devan! Klian keluar dari kelas gue sekarang!"Ucap yura tegas tanpa takut


Setelah satu semester sekolah di tempat elit membuat yura dan sahabat sahabat nya mengubah gaya bicara mereka menyesuaikan dengan lingkungan yg mereka tempati. Dalam satu semester juga Devan berubah menjadi seorang Badboy dingin yg sering berbuat ulah di kelas nya. Hanya di kelas Yura!

__ADS_1


"Klo gue gk mau gimana?" tanya Devan menantang dg nada dingin nya seperti biasa


"Gue bakal hukum lo. Lo pilih keluar atau gue hukum?"tanya yura menyerahkan 2 pilihan pada devan sedangkan yg lain nya diam menyaksikan perdebatan 2 manusia dg sifat yg berbeda


"Gue mau keluar dr sini asal lo mau turutin kemauan gue" jawab devan mendekat kearah yura


"Apa mau lo?" tanya yura


Devan semakin mendekat dan mencondongkan badan nya membisikan kata kata yg membuat yura terkejut


"Gue mau lo jadi pacar pura pura gue" bisik devan dg nada dingin tak terbantah kan dan wajah datar nya


"What?! Buat apa?!" tanya yura menatal devan tak percaya


Oh My! yg benar saja yura di suruh menjadi pacar pura pura nya wlaupun hanya pura pura namun tetap saja ia tidak sudi dg nya. Apalagi membohongi semua orang tentang hubungan nya. Hubungan yg melibatkan perasaan. Ia tidak mau sampai mempermainkan ataupun menyakiti perasaan orang lain.


"Pulang sekolah gue jelasin. Far,Al cabut! " ucap nya lalu berjalan meninggalkan yura dg segala pertanyaan di kepala nya


"T-tapi... Hish main pergi pergi aja!" gerutu nya menatap punggung devan yg menjauh


"Lah katanya tadi di suruh pergi yur?" Tanya Vika sahabat yura dan lala


"Ya tapi kan... Arrgghh udah lh" jawab yura kesal


"Neng manis jgn cemberut gitu dong nanti manis nya jadi pahit loh" ledek aldo saat melewati yura di samping meja guru


"Eh, far nanti gk ada rapat kan?" tanya yura saat faris melewati nya


"Gak ada kok...Rapat nya diundur besok" jawab faris tersenyum ramah


"Oke" jawab yura membalas senyuman faris


*****


Bel pulang sekolah berbunyi siswa siswi berhamburan keluar kelas. Yura masih berada di kelas bersama ketiga sahabat nya merapikan buku buku nya.


Ting!


Yura membuka ponselnya melihat pesan yg masuk ternyata dr Badboy dingin alias Devan


...Chat Room...


*Badboy Dingin*

__ADS_1


**Tman blkng sklh cpt!!


^^^Oke tunggu bntar**^^^


"Idih nge chat pun ngetik nya ngirit banget! keyboard nya gk lengkap kali ya" gerutu yura lirih


"Kenapa lo? Kesel gitu?" tanya lala


"Gak ppa gue ke tman blkng dulu ya" ucap yura menggendong tas nya


"Ngpain lo kesitu?Ada msalah?"tanya Vika krn ia tau jika biasanya yura ke taman belakang utk merileks kan batin nya dari beban pikiran yg mengganggu


"Enggak...Udah ya gue buru buru" ucap yura buru buru keluar kelas


"Kenapa tuh bocah?" tanya Vika pada Lala


Lala hanya mengedikkan bahu nya pertanda tidak tau


"Pulang yuk! Capek" ajak lala


"Yuk" jawab vika


******


Yura terus berjalan menuju taman belakang sekolah. Ia tau devan pasti akan menjelaskan tentang permintaan nya tadi pagi di kelas nya.


Sesampai nya di taman ia melihat punggung lelaki yg sedang duduk sendiri di bangku panjang di taman. Yura pun mendekat kemudian lgsg duduk di sebelah devan


"Jelasin" pinta nya lgsg pada devan


"Tp lo harus terima permintaan gue. lo hrs bantu gue. Lo udh janji bakal nurutin apa yg gue mau pas di rumah sakit waktu itu" jawab nya datar sambil menatap yura di samping nya


"Permintaan lo yg tadi pagi?" tanya yura memastikan


"Hmm" jawab devan dg deheman menatap lurus ke depan


"Emm janji ya? Di rumah sakit?" Gumam nya lirih namun masih bisa didengar oleh devan


"Yaa... lo gk akan ngingkarin janji lo kan? Gue gk minta imbalan besar atas darah gue, gue harap lo mau bantu gue"


"Oke gue mau bantuin lo tp jelasin apa maksud dr permintaan lo tadi pagi"


Akhirnya yura menerima permintaan devan untuk membantu nya menjadi pacar pura pura entah apa alasan devan meminta bantuan seperti itu kepada yura. yg jelas yura tidak bisa menolak karena rasa hutang budi nya pada devan yg begitu besar. Jika menolak ia merasa seperti tidak tau malu sudah di tolong namun tidak mau menolong

__ADS_1


......................


See you next part guys😉Babay👋Jgn lupa jejak nya yaa


__ADS_2