Asmara Di Sekolah Baru

Asmara Di Sekolah Baru
Makan malam membosankan


__ADS_3

Bell pulang sekolah telah berbunyi para murid bergegas keluar dari kelas. Yura sedang merapikan buku buku nya. Kini tinggal ia sendiri di dalam kelas tiba tiba seseorang masuk ke kelas nya dan berjalan mendekat kearah yura. Orang itu pun duduk di kursi depan yura berhadapan langsung sg nya.


"Ada apa?" tanya yura pada orang tsb.


"Ortu gue ngajak lo kerumah" ucap devan menatap yura


"Kpan?" tanya yura


"Sekarang?" tanya devan balik


"Gue rapat, Besok aja gimana?" jawab yura


"Oke terserah" jawab devan


"Emg ortu lo udh pulang?" tanya yura lagi


"Lo tau?" tanya devan heran


"Ehem! Dari bibi kemaren pas gue kerumah lo sma ppah" jelas yura sambil mengangguk


"Ohh yg lo salting itu ya?" tanya devan menyeringai


Yura melebarkan matanya mendengar jawaban dari devan "Gu-gue...gue gk salting" jawab yura gugup


"Salting lagi tuh" ucap devan mengejek yura


"Ish brisik diem deh" ucap yura membuang muka ke sambarang arah


"Yura buruan bentar lagi rapat mulai" suara dari ambang pintu mengalihkan pandangan mereka berdua


"Devan? Lo ngpain di sini?" tanya faris bingung melihat sahabat nya di kelas yura


"Nemuin pacar gue lh" jawab devan


Faris tersenyum kecut mendengar jawaban devan. "Gue duluan bye" pamit yura pada devan


Devan hanya mengangguk mengiyakan.


"Yuk far" ajak yura pada faris. Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ruang osis untuk rapat

__ADS_1


Devan menatap kepergian mereka berdua diambang pintu dg tatapan datar.


Gue curiga sma faris. Dia kya gk senang denger kabar klo yura jdi pcar gue. Dia juga sering ngehindar dr gue klo gue lg sma yura. Apa dia suka sma celay? Mungkin, Batin devan menerka nerka


"Hey boy lgi ngpain?" tanya aldo yg baru saja datang menepuk bahu devan sehingga menyadarkan devan dari lamunan nya. Aldo pun mengikuti arah pandang devan ia melihat faris dan yura sedang berjalan beriringan sembari bercanda terlihat dr mereka yg sesekali tertawa menatap satu sama lain


"Oww kebakaran kah? Tenang boy dia itu sahabat lo gk mungkin nikung" ucap aldo pada devan ug hanya diam


"Ck gk jelas lo" jawab devan berdecak kemudian lgsg pergi dan disusul oleh aldo


*******


Devan pun sampai di kediaman nya. Ia lgsg bergegas menuju ke kamar nya di lantai atas. Setelah selesai mandi, berganti baju dan beristirahat ia turun ke bawah untuk makan malam. Devan menuruni tangga dr atas terlihat kedua orang tua devan sudah menunggu nya di meja makan. Devan pun duduk di seberang berhadapan dg mama nya


"Mana pcar kmu? Katanya mau di kenalin ke bunda sama ayah?" tanya Bunda Salsa pada putranya sedangkan Ayah Adit hanya diam menyimak


"Gk jdi sekarang" jawab devan dingin


"Kenapa? Takut ya? Heh baru gitu aja takut gimana kelanjutan nya klo kek gitu? Mending sama siska aja deh van jgn macem macem siska itu udh paket komplit apa lagi yg kurang?" jawab bunda salsa membujuk devan


"Dia rapat osis bun" Ucap devan membela yura


"Udah dong bun kita kan belum liat gimana pacar devan siapa tau bunda suka" ucap ayah adit menengahi perdebatan di depan nya


Bunda salsa hanya mendengus kesal krn suami nya mendukung devan.


Ting tong! Bell rumah berbunyi. Bunda salsa pun beranjak membukakan pintu. Seketika senyum nya mengembang melihat siapa yang datang


"Malam tante" sapa siska tersenyum


"Malam juga nak ayo masuk" jawab bunda salsa ramah mengajak siska masuk


"Gak usah tan ini siska cuma mau ngasih kue dari mama katanya buat calon besan" ucap siska menyodorkan papperbag kearah bunda salsa sembari tersenyum malu


"Ohh iya makasih yuk masuk kamu belum makan malam kan?Ayo makan malam bareng ada devan juga lho" ucap bunda salsa menggoda siska


"Emm Boleh tante?" tanya siska


"Ya boleh dong ayo masuk udah ditunggu di dalem" ajak bunda salsa menarik lengan siska

__ADS_1


"Hey liat siapa yg dateng" Bunda salsa membawa siska ke meja makan


"Ehh siska ayo duduk nak kita makan malam bareng" ucap ayah adit menyambut siska. Siska pun tersenyum kemudian mengambil posisi duduk di sebelah devan. Devan hanya menghela nafas kasar sembari memutar bola mata nya malas.


Bunda salsa mulai mengambilkan makanan ke piring ayah adit. Melihat itu siska berinisiatif mengikuti apa yg bunda salsa lakukan.


"Kamu mau lauk yg mana dev?" tanya siska pada devan di smping nya. Devan melihat siska datar. Benar benar makan malam yg membosankan, Pikir devan.


"Gue bisa sendiri" ucap devan mengambil makanan nya sendiri. Siska menahan amarah nya mencoba tetap tersenyum meski dlm hati nya menggeram kesal


Bunda salsa dan ayah adit menghela nafas pelan melihat tingkah putra nya. Saat bunda salsa akan bersuara ayah adit segera menggenggam pergelangan tangan bunda salsa mencegah apa yg akan ia lakukan.


Bunda salsa menatap bingung suami nya. Ayah adit menggelengkan kepala nya pelan. Menyuruh istrinya agar tidak memaksa devan untuk menerima tawaran siska karena ayah adit tidak mau mengekang kehidupan putra tunggal nya. Sehingga menbuat devan tertekan. Ia tidak mau itu sampai terjadi pada putra satu satu nya.


Akhirnya siska mengambil makanan untuk diri nya sendiri.Kemudian makan malam pun terlaksana dg tenang. Di tengah makan malam Siska menyeringai memikirkan ide di dlam otaknya kemudia ia pun mulai melancarkan aksi nya


Tangan siska perlahan menyentuh paha devan dibawah meja dan mengelus nya pelan. Devan tersentak merasakan sesuatu di paha nya. Devan pun menatap tajam siska di sebelah nya. sedangkan siska melirik devan sembari menyeringai licik


Satu tangan devan pun turun dr atas meja menyusul tangan siska di paha nya kemudian mengelus pelan tangan siska. Siska yg merasakan devan menerima perlakuan nya pun tersenyum menang namun tak lama devan mencubit keras tangan siska yg masih mengelus paha devan dibawah meja. Siska pun terkejut tak bisa menahan rasa sakit yg menjalar di punggung tangan nya akibat cubitan devan yg keras


"Aawww" teriak siska menarik tangan nya dari paha devan dan mengelus nya pelan


Bunda salsa dan ayah adit pun terkejut mendengar teriakan siska


"Kenapa nak?" tanya bunda salsa


"Eh anu tante tangan siska di gigit semut kayak nya" jawab siska beralasan


Devan hanya diam tersenyum jahat melihat siska yg merintih kesakitan.


"Loh kok bisa sini tante lihat" ucap bunda salsa cemas


"Enggak papa kok tante" jawab siska tersenyum tipis menahan perih di tangan nya


"Ohh ya udah di lanjut makan nya" jawab bunda salsa. Mereka pun kembali melanjutkan makan malam nya. Setelah itu salsa sudah tidak bertingkah macam macam lagi ia cukup kapok mendapat cubitan keras dari devan dan lagi ia tidak mau terlihat bodoh di depan keluarga devan akan sangat memalukan bagi nya.


Selesai makan malam siska lgsg pamit pulang. Devan jg lgsg pergi ke kamar nya untuk tidur begitu pula dg bunda salsa dan ayah adit. Bekas makan malam mereka di bersihkan oleh art di rumah nya sehingga bunda salsa tidak perlu repot repot mencuci piring.


......................

__ADS_1


See you next part guys😉Babayy👋Jgn lupa jejak nya ya gengs:)


__ADS_2