Asmara Di Sekolah Baru

Asmara Di Sekolah Baru
Pernyataan Cinta dan Kabar Buruk


__ADS_3

Pagi ini devan menjemput yura utk berangkat sekolah bersama. Yura memaksa devan untuk menjemput nya krn ia tau kalau devan tdk menjemputnya sudah bisa di pastikan devan akan terlambat masuk sekolah seperti biasanya. Devan sampai di kediaman Yura.


Ting tong! Devan menekan bell rumah yura


Papah alex sudah berangkat ke kantor karena yura sudah bilang klo ia akan di jemput oleh teman nya. ya Sedangkan mamah aleta pergi ke acara sosialita nya. Sehingga yura di rumah dg art nya saja.


"Yaa sebentar!" Teriak yura dari dalam. Tak lama yura pun keluar dg seragam yg melekat rapi di tubuh nya. Ia mendekat kearah devan yg sedang bersender di body mobil sembari memainkan ponsel nya. Yura melihat penampilan devan dari atas sampai bawah. Ia berdecak kesal melihat penampilan devan yg seperti preman pasar


"Ck yg rapi dong!" rengek yura pada devan yg seragam nya tidak di masukan, tdk memakai dasi, dan rambut sedikit berantakan. Seorang Badboy memang!


"Udh deh celay gk ush atur atur gue" bantah devan


"Gak pokoknya lo harus rapi!" ucap yura kekeh dg keinginan nya


"Lo knp sih ngatur ngatur hidup gue. Terserah gue lh mau gimana. Lo jg bukan siapa siapa gue. Lo bosen hukum gue mulu? Lagian yg osis kan gk cuma lo suruh aja yg lain buat hukum gue!" Jawab devan meninggikan nada bicara nya krn ia sudah jengah dg sikap yura yg selalu mengatur hidup nya. Ia sudah nyaman dg kehidupan nya saat ini ia tdk mau terus terusan di paksa ataupun di kekang sperti yg orang tuanya lakukan soal perjodohan antara dirinya dan siska.


Yura menundukan kepala nya mendapat kemarahan devan. Ia tdk menyangka devan akan marah padanya. Ia mati mati an menahan air mata nya agar tidak terjun bebas.


"Ka-karena gu-gue... Krn gue suka sama lo!Gu-gue cinta sama lo" jawab yura lirih tetap menundukan kepalanya dg nada yg bergetar menahan tangis


Devan tertegun. Ia diam mematung mendengar pernyataan cinta dari yura. Ia masih mencerna ucapan ucapan yura.


"Jadi gue mau ngerubah lo mjd lebih baik lagi. Gue tau ini terlalu cepat tp hati gue udh terlanjur jatuh sma pesona lo. Gue harap suatu hari nanti lo bisa nangkap hati gue" ucap yura lagi masih menundukan kepala nya.


"Sorry" ucap yura lagi kali ini setetes air mata nya berhasil lolos. Ia pun segera mengusap nya. Kemudian mengangkat kepala nya dn tersenyum tipis.Yura melihat waktu di jam tangan nya.


"Astaga! Bentar lagi masuk! Yuk buruan berangkat!" ajak yura menyingkirkan tubuh devan yg menutupi pintu.


Melihat devan tak kunjung bergerak yura mengetuk ngetuk kaca mobil menyadarkan lamunan devan.


Tok tok tok "Woy! Buruan!" Teriak yura dr dlam mobil


Dlm perjalanan tdk ada yg bicara. Semuanya diam. Devan fokus mengemudi sedangkan yura sibuk dg ponsel nya. Yura sebenarnya canggung setelah pengakuan nya pada devan tadi tp ia berusaha utk biasa saja seakan tidak terjadi apa apa sebelum nya.


Mereka pun sampai di parkiran sekolah. Beruntung belum terlambat. Yura lgsg memasukan ponsel nya kedalam tas kembali kemudian memegang handle pintu sebelum keluar ia mengatakan satu kata pada devan.


"Thanks" ucap yura tanpa menatap devan. Yura akan melangkah kan kaki nya keluar namun devan mencekal pergelangan tangan yura membuat ny terdiam


"Lo serius?" tanya devan dingin menatap yura yg enggan menatapnya.


"Yaa... gue gk pernah main main soal perasaan" jawab yura lagi lagi enggan menatap devan

__ADS_1


"Sorry" ucap devan singkat


Yura berbalik menatap devan ia menyunggingkn senyum manis pada devan


"Udh gk ush di pikirin. Gue duluan lo buruan masuk sebelum keduluan guru" ucap yura dg kekehan kecil kemudian keluar meninggalkan devan


*******


"Gio! Arfin!" teriak yura melihat gio dan arfin di kantin. Meskipun gio dan arfin sekelas dg yura namun tadi yura tidak mengikuti pelajaran dikarenakan harus mengikuti kegiatan osis yg diadakan.


"Samperin yuk vik la" ajak yura pda kedua sahabat nya


"Ayo" jawab keduanya serempak


"kalian kemana aja sih dr kemarin izin mulu" tanya yura setelah bergabung di meja gio dan arfin


Mereka bertiga memesan makanan kemudian menatap gio dan arfin bergantian yg sedang memakan makanan nya.


Gio dan arfin saling pandang. Memberi kode satu sama lain yg yura vika dan lala tidak mengerti


"Kalian ngpain sih kode kode an gitu?" tanya lala bingung


"Iya tinggal ngomong aja kali" timpal vika menatap keduanya bergantian


"A-apa?" tanya yura gugup ditatap seperti itu oleh gio dan arfin


"Yur kita mau ngomong" ucap gio serius


Eh kok jdi serius gini. Perasaan gue napa jadi gk enak ya? Plis semoga aja bukan kabar buruk, Batin yura gelisah


Menyadari kode dari gio, lala dan vika pun mngerti kemudian beranjak utk pindah meja


"Gue kesana ya" ucap lala pada yura


"Sorry guys" ucap yura tidak enak hati


"Gpp sntai aja" jawab lala kemudian mengajak vika untuk pindah meja


"Kalian mau ngmg apa?" tanya yura pada gio dan arfin


Arfin nampak menghela nafas nya pelan sebelum mejawab pertanyaan yura

__ADS_1


"Kak Arfan sakit" ucap arfin selaku adik dari arfan


Tangg, sendok yg tengah yura pegang terjatuh menyentuh lantai sehingga menimbulkan suara yg cukup keras


"Kak arfan sakit?! Sakit apa? Dimana? Gimana keadaan nya sekarang?! Cepet kasih tau gue!" Tanya yura bertubi tubi dg mata yg mulai bekaca kaca. Yura sangat khawatir dg keadaan arfan


"Lo tenang dulu yur, pulang sekolah gue ajak ketemu kak arfan. Lo mau?" ucap arfin


"Gue mau!" jawab yura cepat


"Tp lo sibuk nggak?" tanya gio yg sudah tau kalau yura adalah wakil ketua osis


Yura tampak diam sejenak kemudian ia melihat faris yg berjalan melewatinya ia pun lgsg memanggil nya


"Faris!" panggil yura. Faris pun menoleh


"Ya?" jawab faris


"Nanti gue gk ikut rapat" ucap yura pada faris


"Kenapa?" Tanya faris heran


"Ada penting" jawab yura asal


"Tapi... "


"Udh pokonya gue gk ikut rapat hari ini" ucap yura mencela perkataan faris


"Hemm ya udh nanti gue pikirin" jawab faris


"Oke thanks" jawab yura tana senyum. Ia sangat mencemaskan kak arfan yg bberpa hari ini memang tidak masuk namun yura tdk tau alasan mengapa kak arfan tdk masuk


Kriiingg!!, Bell masuj berbunyi


"Pulang sekolah tunggu gue di parkiran!Kita lgsg jenguk kak arfan" ucap yura pada arfin dan gio


Mereka berdua hanya mengangguk dan menatap sendu kearah yura. Mereka tau betapa sayang nya yura terhadap Kak arfan terbukti dari reaksi yura yg sangat cemas dan hendak menangis.


Mereka bertiga pun beranjak menuju kelasnya begitu pula dg lala dan vika yg sudah ke kelas lebih dulu. Sepanjang pelajaran yura tidak bisa fokus pada apa yg gurunya jelaskan ia terus memikirkan kak arfan. Sehingga ia kena marah sang guru karena tidak memperhatikan nya. Yura hnya bisa meminta maaf dan berusaha untuk lebih tenang mengusir pikiran negatif yg bersarang di otaknya. Ia berusaha fokus pada kegiatan belajar namun ia sesekali melamun memikirkan keadaan kak arfan. Ia sungguh mengkhawatirkan Kak Arfan.


......................

__ADS_1


See you next part guys😉Babayy👋Jgn lupa jejak nya ya gengs:)


__ADS_2