Asmara Di Sekolah Baru

Asmara Di Sekolah Baru
Karena gue?


__ADS_3

Stelah bell pulang sekolah berbunyi yura buru buru keluar kelas dg mengajak lala dan vika.


"Ayo la, vik" ajak yura pada kedua sahabatnya


Keduanya hanya mengangguk mengiyakan. Mereka berlari di sepanjang koridor menuju parkiran. Di tengah mereka berlari devan menarik tangan yura sehingga yura hampir terjatuh jika devan tdk sigap menangkap nya.


"Lo mau kmana?" tanya devan pada yura yg terburu buru


"Gue ada urusan sma arfin dan gio. Sorry, kerumah lo nya hari minggu aja ya?" ucap yura menjawab pertanyaan devan


"Gio Arfin?" Gumam devan heran


"Udh gue buru buru sorry banget gue gk bisa kerumah lo sekarang" ucap yura melepaskan tangan devan dr pergelangan tangan nya. Yura kembali berlari menyusul sahabatnya yg sudah sampai di parkiran.


"Yuk guys buruan" ucap yura pada lala vika gio dan arfin yg menunggu nya


Mereka pun masuk kedalam mobil arfin. Arfin yg mengemudi dan disamping nya ada gio sedangkan yura lala dan vika duduk di belakang. Mereka berhenti di sebuah pedagang buah buahan. Mereka membeli bberpa buah buahan untuk arfan. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan nya menuju rumah sakit.


"Sbnernya kak arfan knp fin? Knp tba tba sakit? Jdi lo sma gio bberapa hari yg lalu gk masuk krn ngrawat kak arfan?" tanya yura pada arfin


"Yaa sperti yg lo katakan. Kak arfan sakit krn terlalu banyak minum minuman dg kadar alkohol tinggi" jawab arfin dg nada yg lemas


Yura menutup mulut nya dg kedua tangan nya. Ia tdk menyangka arfan akan minum alkohol sampai masuk rumah sakit. Setahu yura kak arfan tdk prnah meminum alkohol sebelum nya. Meski dlm masalah besar sekalipun Ia akan berusaha untuk menyelesaikan nya dg kepala dingin


"A-Alkohol? Kak arfan minum?!" Tanya yura tidak percaya


"Iya yur awal nya gue jg gk percaya pas temen kakak gue bilang klo kak arfan minum tp setelah gue lihat sendiri gue...." jawab arfin tdk meneruskan perkataan nya


"Emg nya masalah apa yg bisa bikin kak arfan sestres itu smpe minum banyak alkohol?" Tanya yura penasaran


Kali ini arfin memberi kode kpd gio untuk menjawab nya. Gio pun menghela nafas nya sebelum menjawab


"Sorry sebelum nya tp gue emg harus kasih tau lo, Kemungkinan kak arfan sakit hati krn lo udh jdi pcar devan yur. Selama ini lo tau kan kak arfan itu suka sama lo? Setelah dengar kabar klo lo jdi pcr devan, Kak arfan jdi stres dan patah hati selama itu juga kak arfan jdi jrang pulang kerumah. Ia lbih sering pulang keapartemen nya" jelas gio. Mendengar penjelasan gio, arfin diam diam melirik kearah spion melihat reaksi yura


Kali ini air mata yg berusaha ia tahan luruh seketika. Membasahi pipi mulus yura. Ia tidak menyangka hubungan pura pura nya dg devan akan berdampak buruk pada orang lain. Ia tau bahwa arfan menyukai nya dan Yura jg menyayangi arfan namun yura menyayangi arfan sebagai kakak nya. Karena yura anak tunggal maka hadir nya arfan dg segala perhatian nya pd yura membuat yura merasakan seolah mempunyai kakak. Yura tdk tau arfan menyukai nya krn cinta. Ia menutup wajah nya menyembunyikan tangis nya tp semua yg ada di dalam mobil itu sudah tau kalau yura menangis.


"Ka-karena gu-gue? Hiks" gumam yura pelan. Dg cepat lala dan vika memeluk yura dari samping memcoba menguatkan nya


"Arfin Sorry hiks hiks" ucap yura sesenggukan


Arfin hanya diam fokus pada jalanan. Arfin tidak tau harus menjawab apa. Ia tdk tau siapa yg slah dlm hal ini. Ia juga tdk bisa menyalahkan yura krn yura memang tidak tau kalau kak arfan menyukai yura krn rasa cinta. Sedangkan arfan jg tidak bisa disalahkan krn suka dan cinta kpda seseorang memang tidak ada yg salah.


Sesampainya di rumah sakit. Mereka berlima berjalan menuju keruang dimana kak arfan dirawat. Sesampainya di depan pintu yura menghela nafas nya pelan. Mereka mengutamakan arfin untuk mengetuk pintu.


Tok tok tok Arfin mengetuk pintu ruangan arfan dirawat. Kemudian keluar lah seorang wanita yg diyakini adalah ibu arfan dan arfin.


"Mi" sapa arfin pada mami nya lalu mencium tangan ibu nya begitu pula dg yg lain nya

__ADS_1


"Kalian teman teman nya arfan atau arfin?" Tanya Lea(Mami arfan dan arfin) pada mereka berempat


"Temen arfin mi" jawab arfin dan yg lain hanya menganggukkan kepala membenarkan ucapan arfin


"Ohh mau jenguk arfan ya? Ayo masuk" ajak lea pada semuanya.


Mereka pun masuk disana tidak ada orang lagi selain lea dan seseorang berbaring di brankar msih di ruangan yg sama tetapi terhalang oleh tirai. Sudah bisa dipastikan itu adalah arfan


"Siapa mi?" tanya arfan membuka tirai nya. Arfan terdiam melihat seseorang yg membuat nya sakit hati yg juga sedang menatap nya sendu.


"Kak arfan" panggil yura lirih dg nada yg bergetar menahan tangis matanya berkaca kaca melihat kondisi arfan yg masih lemas terbaring di brankar. Wajah pucat dg selang infus di tangan nya membuat yura merasa sangat bersalah.


"Ehm tante ini saya bawain buah buat kak arfan semoga cepat sembuh kak" ucap lala menyerahkan buah yg ia bawa


"Eh iya tante saya juga bawain nih buat kak arfan! Get well soon kak sekolah sepi gk ada kakak banyak yg kangen kak" ucap gio menyerahkan buah nya pda lea kemudian beralih berbicara pada arfan


Yura dan vika pun melakukan hal yg sama. Kemudian lea mengajak mereka untuk mendekat kearah arfan yg tengah berbaring. Melihat semuanya mengarah ke arahnya arfan pun berniat beranjak dr tidur nya mengubah posisi nya menjadi duduk bersandar. Menyadari niat arfan, yura pun mempercepat langkahnya kemudian membantu arfan untuk duduk


"Pelan pelan kak" ucap yura membantu arfan duduk. Arfan tersenyum menatap yura yg malah membuat rasa bersalah yura bertambah


"Makasih" ucap arfan, yura hanya menganggukkan kepala nya


Mereka pun mengobrol ngobrol santai sampai yura membuka suara nya untuk meminta izin


"Emm tante, arfin maaf sebelum nya saya mau izin bicara sama kak arfan. Apa boleh?" tanya yura hati hati pda lea dan arfin


"Iya boleh silahkan nak kami tunggu di luar" ucap lea memberi izin kemudian mengajak semua nya utk keluar memberi waktu untuk yura dan arfan berbicara


"Kak" panggil yura pada arfan setelah semuanya keluar


"Ya?" jawab arfan tersenyum tipis


"Maaf" ucap yura menundukan kepalanya.


"Untuk?" tanya arfan penasaran


"Gue udh nyakitin hati lo kak hiks" jawab yura terisak


"Gara gara gue lo jdi masuk rumah sakit gini kak, Gue minta maaf gue emg bodoh gk sadar dg perhatian yg lo kasih ke gue, gara gara gue... " ucap yura terus menerus sembari terisak


"Ssssttt ini bukan salah lo" kata arfan mencela omongan yura sembari mengangkat dagu gadis itu lalu mengusap air mata nya


"Jgn nangis gue gk suka" ucap arfan lagi


"Gue emg cinta sma lo tp klo hati lo bukan buat gue yaaa... It's okay gue pasti ngrasa sakit, sakit bnget malahan tp gk mau maksa lo. Cinta gk bisa di paksa. Kita jg gk bisa milih kpd siapa kita akan jatuh cinta. Semua itu pilihan hati, jika hati sudah memilih kita gk bisa mengubahnya kecuali dg hadirnya org baru" jelas arfan menenangkan yura


"Jadi, perjuangin cinta lo gue harap lo dpt cowok yg lebih baik dr gue" sambung arfan membuat yura kembali terisak

__ADS_1


"Enggak! Lo cowok terbaik buat gue kak. Maaf gue gk bisa bales perasaan lo tp gue mohon biarin gue anggep lo sbg kkak gue. Gue tau ini egois tp gue butuh lo kak" ucap yura pada arfan


Kakak? Jadi slma ini yura nerima gue sebagai kakak? Heheh miris, batin arfan tertawa miris dalam hati nya


Arfan tersenyum berusaha menghilangkan rasa sesak dlm dada nya "Oke welcome my younger sister" ucao arfan merentangkan kedua tangan nya. Mendengar itu yura menatap arfan berbinar ia sangat senang arfan menerima nya sbg adik. Lalu yura memeluk erat tubuh arfan yg masih sedikit lemas


"Makasih kak makasih banyak gue sayang sma lo dan maafin gue kak gue gk maksud nyakitin lo tp emg ini kenyataan nya. Makasih sekali lagi kak gue sayang banget sama lo" ucap yura kembali menangis di sela sela pelukan nya


"Gue juga" jawab arfan meneteskan air matanya dg cepat ia mengusap nya ia tdk mau yura semakin merasa bersalah krn melihatnya menangis


Yura pun melepaskan pelukan nya. Ia menatap arfan intens


"Lo udh maafin gue kan kak?" tanya yura memastikan


"Iya yur, kakak lo yg tampan ini udh maafin adik cewek nya yg cantik bin manis ini" jawab arfan mencubit hidung macung yura merasa gemas


"Ihh sakit tau kak" ucap yura mengelus elus hidung nya. arfan hanay terkekeh melihat itu


"Gue ajak yg lain masuk ya kak" tanya yura oda arfan. Arfab pun menganggukkan kepalanya smbil tersenyum


Lalu yura memanggil semuanya utk msuk lagi kedalam ruangan. Mereka semua masuk kemudian gio, lala, vika dan yura berpamitan untuk pulang karena hari sudah semakin sore.


"Kita pamit pulang dulu ya tante takut kesorean" ucap lala pamit pd lea.


"Ohh iya hati hati ya makasih banyak buah nya" jawab lea ramah


Mereka menyalami dan mencium punggung tangan lea bergantian.


"Klian pulang naik apa?" tanya arfin


"Gue udh pesen taksi tadi" jawab yura


"Ohh ya hati hati" ucap arfin pada teman teman nya


"Kak arfan kita pamit pulang dulu ya? Insyaalloh besok kesini lagi klo gk sibuk" kata yura pamit oada arfan dg mencium punggung tangan arfan dan yv lain nya pun mengikuti


"Iya makasih banyak udh dijengukin, hati hati dijalan ya" jawab arfan tersenyum ramah


"Iya kak kita pulang dulu ya, Assalamualaikum" ucap mereka bersamaan


"Waalaikumslam" jawab arfan arfin dan lea


Mereka berempat pun pulang menaiki taksi yg sudah yura pesan tadi. Perasaan yura sudah sedikit lega karena sudah berbicara kpd arfan dan arfan jg sdh memaafkan nya. Dan ditambah lagi arfan mau yura anggap sebagai kakak nya. Sangat menyenangkan bagi yura memiliki seorang kakak wlaupun bukan kakak kandung melihat yura yg berstatus anak tunggal sudah di pastikan yura akan sngat senang memiliki seseorang yg mau dianggap saudara oleh nya.


......................


See you next part guys😉Babay👋Jgn lupa jejaknya ya gengs:)

__ADS_1


__ADS_2