Asmara Di Sekolah Baru

Asmara Di Sekolah Baru
Perhatian Yura


__ADS_3

Hari ini adalah hari senin yg biasanya akan di laksanakan upacara bendera oleh karena itu mau tidak mau siswa harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat. Begitupun dg yura selaku wakil ketua osis sudah menjadi kewajiban nya untuk berangkat lebih awal baik hari senin maupun hari hari yg lain nya.


"Cantik" Gumam yura tersenyum lebar menatap pantulan diri nya di depan cermin


Tok tok tok


"Yura sayang masih lama gak nak? Papah bentar lagi mau meeting" ucap aleta di depan pintu kamar putri nya


Yura pun membuka pintu kamar nya dan menampakan seorang wanita setengah paruh baya sedang menunggunya dg senyum menenangkan "Iya mah ini udh siap kok" jawab yura dg senyum manis


"Ya udah yuk turun" ajak aleta pada yura


"Mah yura berangkat Assalamualaikum" pamit yura pada aleta setelah smpai di lantai bawah. Seperti biasa ia mencium punggung tangan dan pipi aleta bergantian


"Yuk pah" Ajak yura pada papah alex yg menunggu nya di samping mobil nya. Mereka pun berangkat ke sekolah yura.


Sesampainya di sekolah yura tidak langsung menuju ke kelasnya namun pergi ke ruang osis terlebih dahulu karena akan diadakan rapat singkat sebelum upacara di mulai. Yura pun mengetuk pintu bertuliskan 'Osis Room' itu


"Masuk" ucap orang yg ada di dalam. Mendengar izin yura lalu masuk menampakan senyum nya menyapa beberapa orang yg sudah hadir di sana.


"Gue telat ya?" tanya yura pada siapapun yg ada disana krn ia melihat sudah banyak yg hadir sebelum dirinya


"Enggak ini aja gue baru sampe yur" ucap faris menjawab pertanyaan yura. yura hanya mengangguk kecil menanggapi nya


"Oke! Bisa kita mulai?" tanya faris serius pada semua anggota osis saat sudah menempatkan diri di tempat nya masing masing


"Yaa" jawab yg lain nya serempak


Rapat pun di mulai. Mereka mengikuti rapat dg serius tdk ada bercanda ria ataupun tertawa. Suasana tampak tenang dan khidmat namun tidak di luar ruangan sana beberapa kali terdengar suara bising murid murid yg melewati ruang osis. Namun mereka tetap berusaha tenang dan mengabaikan suara bising dr luar sana yg akan mengganggu rapat.


30 menit kemudian rapat di akhiri karena hari yg semakin siang membuat mereka mengakhiri rapat pagi ini. Semuanya keluar dari ruang osis dan jadwal keliling sekolah untuk mengecek siswa yg telat hari ini adalah faris, yura dan 3 anggota osis lain nya. Jadi setiap hari ada 5 anggota osis bertugas untuk patroli di lingkungan sekolah sesuai jadwal yg sudah disepakati


Faris, Yura dan 3 anggota osis itu pun berpencar untuk patroli di lingkungan sekolah. Yura berkeliling di taman belakang sekolah dan samping gedung sekolah yg biasanya mjd tmpat terobosan murid yg telat masuk. Dr kejauhan yura melihat 2 cowok sedng memanjat pagar di samping gedung sekolah sudah dipastikan mereka terlambat datang sekolah. Yura menghela nafas melihat siapa yg memanjat pagar.


Baru saja 2 orang itu turun dari pagar sedang merapikan kembali seragam nya, yura sudah menghadang nya dg melipat tangan nya di dada menatap datar kearahnya.


"Aduh pake ketemu celay segala lagi" gumam devan pelan namun masih bisa di dengar oleh yura. Yura hanya diam masih menatap datar keduanya


"Nah kan gue udh bilang hari ini tuh jadwal nya waketos galak patroli, Lo sih aneh aneh pake ngajak nongkrong segala tadi" ucap aldo pelan pada devan


Ya deva dan aldo lah yg memanjat pagar sekolah karena terlambat berangkat dan sekarang ketahuan oleh wakil ketua osis di sekolah mereka.

__ADS_1


"Lo kok nyalahin gue. Lo jg mau mau aja gue ajak. Jdi lo juga salah" Bantah devan tidk terima


"Ehm, Udh berantem nya?" tanya yura sembari berdehem. Aldo dan Devan hanya diam menatap yura jengah.


"Mau sampe kpan berdiri di situ?Buruan ke lapangan!" Perintah yura


Mereka pun berjalan melewati yura. Menyadari sesuatu yura pun berbalik dan menarik kerah kedua cowok tsb dari belakang


"Eitss Seragam nya dong mas" ucap yura pada devan dan aldo. Aldo dan Devan hanya menurut merapikan seragam nya yg berantakan. Saat Aldo memakai dasi nya devan hanya diam menunggu aldo


"Dasi lo mana?" tanya yura pada devan yg hanya diam


"Ilang" jawab devan datar


"Cpet ambil gue tau lo bawa" ucap yura membantah perkataan devan


"Gue bilang ilang" ucap devan lagi. Yura pun menatap tajam devan melihat itu devan pun menyerah ia mengambil dasi dari dalam tas nya


"Sini!" Perintah yura merebut dasi dari tangan devan kemudian memakai kan nya di kerah baju devan. Devan hanya menatap heran yura. Namun ia tetap diam membiarkan apa pun yg yura lakukan.


Aldo yg melihat itu pun melongo. Menatap tidak percaya kearah devan dan yura bergantian


"Kalian bneran pacaran?" tanya aldo pada mereka berdua. Aldo sudah mendengar rumor yg beredar namun ia tidak percaya sebelum mendengar devan atau yura yg berbicara.


"Hmm" Devan hanya berdehem mengiyakan pertanyaan aldo


"Waahh jadi bner berita tntang klian berdua itu?" tanya aldo memastikan


"Ya" jawab devan lagi singkat. Aldo hanya geleng geleng kepala mengetahui kebenaran nya.


"Slesai! Sana buruan ke lapangan. Habis upacara kalian hormat ke bendera sampai jam pelajaran pertama selesai. Klo klian ketahuan bolos lagi gue tambah hukuman nya" ucap yura pda mereka berdua.


Kemudian mereka pun ke lapangan upacara mengikuti upacara yg sudah setengah jalan. Seperti yg sudah yura bilang tadi devan dan aldo hormat bendera sampai jam pelajaran pertama selesai. Melihat devan dan aldo yg sudah memposisikan diri yura pun berlari ke kelas dan kembali ke lapangan membawa 1 topi. Entah kemana topi upacara tadi yg mereka pakai yg psti devan dan aldo sdh tdk memakai topi mungkin faris yg menyita nya.


Yura berjalan mendekat ke arah devan dan memakaikan topi hitam polos ber-ring di kepala devan yg sedang hormat menatap bendera


Devan pun menoleh kearah yura yg sedang memakaikan nya topi. Lagi lagi aldo dibuat melongo dengan tingkah yura hari ini.


"Biar gak item!" ucap yura melihat devan yg menatap nya


"Semangat!" ucap yura setelah memakaikan topi kpd devan dg mengepalkan tangan nya ke udara menyemangati devan. Tak lupa senyum termanis nya ia sunggingkan di wajah cantik nya siapapun yg melihat itu psti akan terpesona dg kecantikan natural yura begitu pula dg devan

__ADS_1


Devan tersenyum tipis menatap punggung yura yg perlahan menjauh. "Idihh bahagia nya di semangatin doi" celetuk aldo yg melihat devan senyum senyum sendiri


"Apaan sih lo" jawab devan kembali memasang wajah datarnya. Aldo menggelengkan kepala nya melihat devan yg salting


Istirahat pun tiba artinya hukuman devan dan aldo telah selesai. Dg cepat yura menarik tangan lala dan vika ke kantin dan membeli sebotol air minum serta sapu tangan seperti waktu itu. ya Setelah itu ia menarik kembali tangan vika dan lala namun lala menolak.


"Udah gue tunggu disini capek gue dr tdi lo tarik tarik" ucap lala pada yura. yura hanya cengengesan


"Yuk vik buruan!Temenin gue" ajak yura pada vika kembali menarik tangan nya membawa vika untuk berlari larian menuju lapangan upacara


"Haduh mau kemana sih pake lari larian gini" ucap vika mendengus kesal. yura diam tidak menjawab pertanyaan vika dn terus berlari


Sesampainya di lapangan yura mencari seseorang dan dia pun menemukan nya terlihat ia sedang istirahat di bangku pinggir lapangan di bawah pohon besar yang rindang. Dg cepat ia menghampiri orang tersebut tp kli ini ia tidk menarik tangan vika. namun vika tetp mengikuti kemana yura pergi


Yura pun duduk di sebelah orang itu dan menyodorkan apa yg dia bawa tadi. Devan menatap yura dalam. Yura hanya tersenyum membalas tatapan devan


"Gue tau lo capek. Nih!" ucap yura memberikan air minum dan sapu tangan kepada devan. Devan pun menerimanya. Aldo yg juga duduk disana kembali di buat melongo dg tingkah yura yg semakin hari semakin berbeda terhadap devan.


"Yur kantin lagi yuk gue laper bgt nih" ajak vika kpd yura. Yura pun mengangguk dan berdiri. Saat ia akan melangkahkan kaki nya devan mencekal pergelangan tangan nya menghentikan langkah yura. Yura menoleh ke belakang "Ada apa?" tanya yura bingung


"Makasih" ucap devan pada yura. Yura yg mendengar itu pun tersenyum. Ia melepaskan cekalan devan kemudian mengacak pelan rambut tebal devan


"Sama-sama" jawab yura tersenyum manis. Devan tersipu malu mendapat perlakuan manis dr yura dg memalingkan wajah nya ke sembarang arah


Lalu ia akan melanjutkan langkah nya tapi lagi lagi devan mencekal tangan nya


"Apa lagi?" tanya yura


Devan hanya diam menyodorkan topi yg tadi yura berikan padanya. "Buat lo aja kan lo yg sering di hukum" jawab yura tertawa kecil. Lalu yura berjalan meninggalkan devan dan aldo disana


Devan tersenyum mendapatkan perhatian dari yura. Hari ini ia mendapatkan 3 perhatian lebih dari yura yg belum pernah yura lakukan kpda cowok di sekolah ini sebelum nya. Ia tidak heran dg perilaku yura yg tiba tiba berubah pada nya krn memang status mereka sebagai sepasang kekasih di hadapan semua orang


Tapi yg membuat devan merasa aneh adalah dg tatapan mata yura lagi yg menyiratkan ketulusan saat memberikan perhatian nya pada devan. Ia berulang kali menatap ulang manik indah yura mencari kepura puraan disaat mereka menjalankan peran nya. namun tetap saja ia tidak menemukan nya.


"Aneh" gumam devan pelan dan aldo mendengarnya


"Siapa yg aneh dev?" tanya aldo


"Lo yg aneh" jawab devan lgsg beranjak meninggalkan aldo dg membawa semua pemberian dari yura


"Kok jdi gue sih perasaan dr tadi gue diem. Ya elah main tinggal aja tuh bocah. Woy tungguin!" ucap aldo berlari menyusul devan yg berjalan di depan nya.

__ADS_1


......................


See you next part guys😉Babayy👋Jgn lupa jejak nya ya gengs:)


__ADS_2