Asmara Di Sekolah Baru

Asmara Di Sekolah Baru
Kecelakaan


__ADS_3

Hampir jam 3 yura masih ada di perjalanan bersama lala. Yura mengajak lala untuk menemui devan di cafe karena ia tidak mau hanya berdua saja dengan devan. Mereka berdua berangkat menaiki taksi online. Yura mengenakan kaos lengan pendek dan rok panjng kemudian memakai cardigan dengan kaos dimasukkan kedalam rok tak lupa jilbab dengan warna senada dengan kaosnya ditambah sepatu sneaker putih yang pas dikakinya. Begitupun dengan lala yng memakai pakaian santainya dan celana panjang juga jilbab senada. Mereka terlihat sngat cantik. Terutama yura yang selalu melempar senyum ramah nya pada setiap orang yang menatapnya. Berbeda dengan lala yang jarang tersenyum kepda orang yang asing menurutnya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan cafe kesukaan yura yaitu Bar Bar Cafe. Mereka turun dan menyodorkan beberapa uang kepada supir taksi tersebut. Mereka pun masuk dan celingak celinguk menyapu setiap sudut ruangan dengan tatapannya. Hingga pandangannya terhenti pada 2 orang pria yang tampan yang mereka kenal dengan pakaian nya yang santai membuat mereka terlihat cool dan keren. Dari kejauhan yura melihat faris melambaikan tangan nya kepada mereka berdua sambil tersenyum. Yura dan lala pun menghampiri meja mereka.


"Hai" sapa yura pada mereka berdua sambil tersenyum


"Hai" Ucap faris membalas sapaan yura. Ya sudah bisa ditebak Devan tidak menghiraukan mereka berdua sesekali melirik kemudian sibuk lagi dengan ponselnya.


Yura dan lala duduk dihapan mereka berdua.Yura dihadapan devan dan lala dihadapan faris dengan meja ditengah nya. Yura melirik devan yg tdk memperhatikan kedatangannya dengan jengah. Kemudian memanggil pelayan untuk memesan minuman. "Eh, kalian mau pesen apa?" tanya yura kepada mereka semua.


"Aku coffe latte aja" ucap lala


"Kalo kalian apa?" tanya yura pada devan dan faris.


"Vanilla latte" ucap devan datar menghentikan kesibukkan nya dg ponselnya.


"Punyaku samain aja kya punya kamu" ucap faris pada yura. Yura pun mengangguk


"Mbak coffe latte satu, vanilla late satu ,cappuccino nya 2 ya" ucap yura memesan minuman pada pelayan tadi


"Baik, Saya akan segera kembali" ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan meja tersebut.


Yura langsung mengeluarkan 1 buku dari tas nya dan menyodorkan nya pada devan "Ini bukunya" ucap yura pada devan sambil tersenyum ramah


Devan menatap yura sekilas lalu mengambil bukunya.Ia kemudian menyodorkan buku kepada yura tanpa berkata apa apa "Terimakasih" ucap yura lagi pada devan.


Ish apaan sih kok aku kya orang gila bicara sendiri kya gini Dasarr pria es batu diajak bicara diem aja, Batin yura mengatai devan dalam hati


Sambil menunggu pesanan datang,mereka berbincang bincang sesekali tertawa mendengar lelucon faris. Faris memang pribadi yang ramah dan humoris sehingga banyak yang menjadi temannya. Berbeda dengan devan yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan tanpa ekspresi. Sifatnya yang dingin bak es di kutub utara menjadi tantangan para wanita untuk melelehkannya. Tetapi tidak untuk yura,Yura bahkan sangat tidak menyukai pria yang dingin, dan cuek.Menurutnya itu tidak sopan karena mengacuhkan semua orang.


Hingga pesanan pun datang.Mereka mulai meminum pesanan mereka masing masing. Tiba tiba telepon yura berdering.Semua mata menatap nya. Lalu yura pamit untuk mengangkat teleponnya.


"Hallo"


"......."


"Apaa?!!" yura mulai meneteskan air matanya


"......."


"Baiklah yura akan kesana sekarang"


Yura langsung mematikan teleponnya lalu pamit kepada teman temannya. "Aku pulang duluan yah" ucap yura panik dengan mengusap air matanya

__ADS_1


"Yura kamu kenapa? Apa yang terjadi?" tanya lala yang ikut panik


"Aku harus kerumah sakit sekarang"


"Siapa yang sakit ra?" tanya lala


"Nanti aku ceritakan" jawab yura singkat


"Apa kau sangat terburu-buru?" tanya faris


"Iya aku harus pergi sekarang!" jawab lova meneteskan air matanya lagi


"Devan tolong antarkan yura kasian dia... aku tidk bisa mengantarnya sekarang karena aku harus mengantarkan orang tuaku ke bandara" pinta faris pada devan


"Ah ti tidak perlu aku bisa naik taksi" jawab yura menolak


"Kalo naik taksi nunggunya kelamaan yura, Ayolah pasti sudah bnyk yang menunggumu disana" ucap lala meyakinkan yura


"Iya itu benar dev, Antarkan yura kali ini" pinta faris pada devan lagi. Dan Akhirnya Devan mengangguk "Baiklah ayo kita berangkat sekarang"


"Ta-tapi" yura masih ragu


"Haish kelamaan" devan langsung menarik tangan yura menuju parkiran


"Ayo cepat!" perintah devan pada yura agar menaiki motornya.Tapi yura hanya diam masih ragu karena minta tolong pada devan


"Yura cepat!" perintah devan sekali lagi meninggikan suara nya dan berhasil membuat yura takut. Dengan cepat yura langsung naik ke motor devan.


Yura terus meneteskan air matanya disepanjang perjalanan menuju rumah sakit. karena teringat apa yang ibu nya katakan di telepon tadi


/////


"......."


"Halo yura papah kecelakan" ucap aleta sambil sesenggukan


"........"


"Iya nak cepat datang kerumah sakit XXX" ucap aleta masih sesenggukan


"........"


/////

__ADS_1


Mereka pun sampai di rumah sakit.Yura langsung menanyakan ruangan ayahnya pada resepsionis


"Permisi mbak pasien bernama Pak Alex berada diruangan berapa?" tanya yura dengan mata sembab.Dengan Devan yang mengikuti dari belakang


"Pak Alex sekarang berada diruang ICU" Jawab reseprionis


Deg... Jantung yura seakan berhenti berdetak


"A-apa? I-icu?" Ucapnya lirih terus menangis


Devan yang melihat itu langsung merangkul pundak yura dan menenangkannya. Sembari menuntun yura keruang ICU. Yura tidk menolak perlakuan devan padanya karena memang sekarang ia butuh seseorang untuk menenangkan perasaan nya.


Ketika sudah sampai di depan ruang ICU terlihat aleta sedang duduk di kursi tunggu sambil menangis memegangi kepalanya. Melihat itu yura langsung berlari mendekati aleta


"Mah" Panggilnya pada wanita setengah paruh baya itu. Melihat putrinya datang aleta langsung memeluk erat yura sambil terus menangis


"Yura.... Papah.... " ucapnya menangis lagi.


"Papah kenapa mah?" tanya yura meneteskan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi


"Mobil...Pa.. pah.. ter.. tabrak... truk" jawabnya menangis histeris


Air mata yura menetes semakin deras.Ia membungkam mulutnya tidak percaya "M-mah" Yura melepas pelukannya dan mendudukan ibunya dikursi tunggu. "Mamah tenang dulu yah, semoga papah baik baik aja" Ucap lova menenangkan aleta


Yura teringat devan, ia pun menoleh kearah devan dan mengajaknya duduk dengan tatapan matanya yang masih sembab. Devan mengerti lalu duduk disamping yura. Ia tidak berbicara apa pun sejak mengantarkan yura ke rumah sakit, Entah karena memang sifatnya yang dingin atau karena tidak tega menanyai yura yang sedang menangis.


Selang beberapa menit dokter keluar ruangan langsung diserbu 2 orang wanita yang sma sama sesenggukan. "Bagaimana Kondisi suami saya dok?" tanya aleta tidak sabar


"Suami ibu kehilangan banyak darah, Kami sedang mencari golongan darah yang cocok dengan pak Alex" jelas dokter


"Memang golongan darah papah apa mah?" tanya yura pada aleta


"O negatif, Golongan darah pak Alex adalah O negatif" Pak Dokter yang menjawabnya


"O negatif? Siapa lagi yang memiliki darah itu mah?" tanya yura pada aleta yang masih sesenggukan


"Saya O negatif" ucap devan lantang


"De-devan?" ucap yura lirih


......................


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca yaa >_< . Mohon maap kalo typo nya bnyak:')

__ADS_1


__ADS_2