
Tokoh :
~ Fitri Seorang gadis yang memegang teguh prinsipnya untuk tidak mengenal kata cinta dalam hidupnya sebelum waktunya tepat.
~ Idul adalah laki-laki yang tidak teratur, tidak perduli pada aturan apapun dalam hidupnya, namun setelah dewasa ia berubah drastis menjadi laki-laki tampan yang menjadi impian setiap perempuan.
*Awal cerita*
Pagi hari di SD Harapan Bangsa, di ruang kelas enam terjadi sedikit keributan dalam kelas itu. Fitri yang setiap hari di ledek teman-teman nya sudah tidak tahan lagi, hingga ia melempar sepatunya tepat ke punggung salah seorang teman yang selalu meledek nya.
Fitri adalah satu-satunya siswi yang berhijab di kelasnya. Ia adalah siswi yang disiplin dan selalu dianggap sok alim oleh teman sekelasnya. tapi kali ini ia tak tahan lagi.
"Aku udah nggak bisa sabar lagi yah, " bentak Fitri sambil melempar sepatu nya tepat di punggung Lita ,teman sekelasnya yang suka menjahilinya.
"Kurang ajar kamu yah, udah mulai berani kamu yah, hei bapak mu cuma tukang bakso, nggak usah sok jago di sini," ancam Lita yang melototi Fitri.
"Jangan pernah kamu bawa-bawa nama bapak aku," bentak Fitri sambil menyerang Lita dengan menjambak rambutnya.
"Kurang ajar.." teriak Lita sambil menjambak balik jilbab Fitri hingga hampir lepas.
"Ayo ...serang fit.."
"Semangat...Lita.. Hajar..," sorak teman-teman sekelasnya.
Tak lama kemudian Idul pun tiba di kelas, "Astaga ... kalian pada ngapain, stop..udah...udah Fit..nanti Bu guru datang kalian kena hukum," ujar Idul sambil berusaha melepaskan tangan Fitri dari Lita.
"Anak-anak..ini ada apa ribut-ribut sampai kedengaran ke ruang kepala sekolah," tegur Bu Sinta yang tiba-tiba datang. Semua siswa-siswi pun berlarian ke tempat duduk masing-masing.
"Ini Bu..Lita sama Fitri berantem," ujar salah seorang teman Fitri.
__ADS_1
"Lita..Fitri .. Sini maju..ibu mau bicara," kata Bu Sinta. Fitri dan Lita pun maju ke hadapan ibu Sinta sambil menundukkan kepala.
"Lita..berapa kali sih ibu bilangin sama kamu, jangan kamu ejek Fitri lagi, ibu tau setiap hari kamu selalu aja ledekin Fitri, kamu bilang bapaknya tukang bakso lah..inilah..itulah...semua hal kamu jadiin bahan ejekan untuk Fitri," ujar Bu Sinta yang tidak suka dengan tingkah murid-muridnya.
"Kali ini Fitri yang mulai duluan Bu, tadi dia jambak rambut aku Bu, sakit bangat...ya..aku balas lah Bu, masa aku diam aja," gumam Lita menatap kesal wajah Fitri.
"Nggak Bu..tadi Lita yang mulai duluan..dia ledekin aku, katanya Aku sama idul pasangan karena kalau nama kami di satukan jadi Idul Fitri, terus tadi Lita bilang, bapak ku cuma tukang bakso," jelas Fitri membela diri.
"Sudah sudah..Lita kamu minta maaf sama Fitri, terus kalian salaman dan berpelukan," kata Bu Sinta sambil menghadapkan badan Lita ke arah Fitri.
"Hah..saya nggak mau Bu," gumam Lita membalikkan badannya dari Fitri. "Oke.. berarti kamu lebih milih di hukum bersihin WC sampai kalian lulus dari SD ini," ancam Bu Sinta menatap wajah Lita.
"Iya Bu..iya..ini aku mau minta maaf. Fit..aku minta maaf ya.. meskipun ini bukan hari raya idul Fitri, aku ngucapin minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin," ucap Lita dengan wajah tak ikhlas.
"Tuh kan Bu..Lita emang sengaja mau ledekin aku," Fitri semakin kesal dengan ulah Lita. "Bercanda fit..iya iya..aku janji nggak ledekin kamu lagi, aku minta maaf ya," ucap Lita tapi tak ikhlas.
Fitri dan Lita pun bersalaman dan berpelukan dengan terpaksa.
"Nggak usah di dengar kali Fit... kita ini masih SD, mereka aja tuh yang gatel, masih SD udah bilang cinta-cintaan," ujar Idul merangkul Fitri teman sekelasnya itu.
"Lagian aku tuh heran yah, kok aku selalu aja satu meja sama kamu, dari kelas satu sampai sekarang kita udah kelas enam masih aja satu meja, males bangat tau ..aku tuh maunya satu meja sama perempuan, bukan laki-laki, apalagi kalau orangnya kamu," Fitri yang kesal menghempaskan tangan Idul dari bahunya.
"Aduh Fit...udahlah..kamu kenapa sih selalu aja jutek kalau sama laki-laki, apalagi kalau laki-laki nya aku," idul heran dengan sikap Fitri.
"Siapa sih yang nggak malas temenan sama kamu, kamu tuh yah..nggak pernah berubah, dari dulu selalu aja melanggar aturan sekolah, upacara selalu telat, sering bolos, nggak pernah ngerjain pr, udah gitu selalu aja nyontek tugas aku," Lanjut Fitri mengatai Idul.
"Hehe ...iya..iya...aku janji ...kalau kamu mau ngajarin aku, aku bakal rajin ngerjain tugas, lagi pula setengah tahun lagi kan kita udah ujian akhir semester, jadi aku mau belajar nih biar bisa lulus, kamu mau kan bantu ajarin aku, biar bisa pintar kayak kamu," pinta Idul sambil menatap wajah Fitri.
"Nggak mau ah, males," gumam Fitri memalingkan pandangannya.
__ADS_1
"Ayo dong Fit...bantu teman itu juga pahala besar loh," bujuk Idul penuh harap.
"Iya udah deh, tapi janji ya..kamu harus nurut," ucap Fitri melototi Idul. "Oke bos...oh ya.. nanti kamu mau lanjut sekolah kemana?" tanya Idul dengan wajah senangnya.
"Belum tau, " jawab Fitri cuek. "Belum tau apa nggak mau kasih tau," Lanjut Idul yang penasaran.
"Sibuk banget sih, bukan urusan kamu," tegas Fitri yang terus berjalan.
"Fit...besok kan libur nih, kita main yuk, di rumah aku ada kolam ikan baru loh, aku mau ajak kamu main perahu kertas, pasti seru tuh," ajak Idul yang berharap bisa bermain dengan Fitri.
"Nggak mau ah, main sama kamu nggak seru," Fitri menolak tegas ajakan Idul.
"Ayo dong fit..kita sambil belajar aja, habis belajar baru kita main," lanjut Idul membujuk Fitri.
"Nggak Dul, aku nggak mau," tegas Fitri menghentikan langkahnya. "ya udah kalau gitu besok aku ke rumah kamu aja, kan kita mau belajar," ujar Idul tersenyum tipis.
"Jangan," Bentak Fitri. "Ya udah, kalau gitu kamu harus mau dong," Idul seolah memaksa Fitri.
"Ya udah deh iya besok aku datang ke rumah kamu, tapi ingat ya...kita itu belajar bukan main," tegas Fitri melototi Idul. "Iya deh iya," Idul merasa puas dengan Jawa Fitri
***
"Assalamualaikum, " sapa Fitri yang baru sampai di rumahnya. "Waalaikumussalam...sudah pulang Fit" sapa ibu Fitri sambil melanjutkan pekerjaannya menjahit baju pesanan orang. "Udah Bu," Fitri menatap wajah ibunya.
"Ganti baju nya ya nak, habis itu baru Fitri makan" ucap ibu Fitri yang perhatian pada Putrinya."Ibu sendiri udah makan belum," tanya Fitri menatap ibunya yang bekerja.
"Ibu makannya nanti saja sayang, udah kamu buruan ganti baju sana," suruh ibu Fitri.
"Bu.. jangan gitu dong, ibu harus makan dulu, nanti kalau Ibu nggak makan terus sakit gimana dong," Fitri memperhatikan sang Ibu.
__ADS_1
"Ya udah kamu ganti baju sana, habis itu baru kita makan bareng," suruh Ibu Fitri.