Asmara Idul & Fitri

Asmara Idul & Fitri
3. Gadis berjilbab Biru


__ADS_3

Keesokan harinya Idul pun pergi menemui Fitri ke rumahnya.


"Assalamualaikum," ucap nya sambil mengetuk pintu.


berkali-kali ia mengucap salam namun tak ada Jawaban sama sekali.


tak lama kemudian salah seorang tetangga Fitri datang menghampiri Idul.


"Dek ..Fitri sama keluarganya baru aja pergi," kata Tetangga Fitri.


"Pergi kemana kak," tanya Idul. "Dengar-dengar sih...Fitri mau Melanjutkan sekolah ke pesantren," Lanjutnya.


"Oh gitu..makasih ya kak udah kasih tau saya," ucap idul. "Iya sama-sama dek," jawab nya lalu ia pergi.


"Fitri kok tega ya pergi gitu aja, nggak ngasih tau aku, padahal kan aku temannya, apa dia nggak menganggap aku teman ya," keluh Idul dalam hatinya.


***


Hari demi hari berlalu, Idul selalu menanyakan kabar Fitri pada ibunya, namun Ibu Fitri tidak pernah memberi tahu tempat Fitri sekolah, ibu Fitri hanya mengatakan bahwa Fitri Sekolah di luar kota.


***


*Empat tahun kemudian..*


Pagi yang cerah, di sebuah SMA tampak seorang siswa tampan, ia adalah siswa paling cerdas di kelas 11 MIPA 1. Setiap kali berjalan di sekolah nya, ia selalu menjadi pusat perhatian para siswi di SMA itu.


Ia adalah Idul, yang dulunya sangat bodoh ketika masih SD.


Bel sekolah pun berbunyi pertanda jam pelajaran dimulai. Idul yang tampak santai di kantin tidak mempedulikan bel itu, seolah ia tak mendengar nya.


Ya ..idul memang menjadi Siswa pintar, tapi masih saja sering melanggar aturan.


Hingga pak Yono harus turun tangan ke kantin dan mengeluarkan suara emasnya.


"Semuanya masuk ke kelas.....Jangan ada yang santai santai di sini," jerit Pak Yono sekeras kerasnya.


Semua siswa-siswi yang masih di kantin pun berlarian ke kelas masing-masing, termasuk Idul.


***


Pembelajaran di kelas pun di mulai, Idul yang selalu santai dalam pembelajaran lagi-lagi mendapat pujian dari Pak Yono.

__ADS_1


"Wah-wah wah...Tugas PR kamu nilai seratus lagi nih Dul, selamat ya, "ucap pak Yono.


"Iya makasih pak," jawab Idul dengan Santai, karena menurutnya itu adalah hal biasa.


Jam istirahat pun tiba


Fina teman sekelas Idul yang sangat tertarik pada Idul menemui idul yang masih duduk di kelas bersama dengan kedua temannya, Riski dan Beni.


"Idul...aku bawain kamu nasi goreng nih, ini masakan aku loh," Fina memberikan kotak makanan pada Idul.


"Wah... kayaknya enak tuh," kata Riski sambil matanya melirik nasi goreng itu.


"Nggak usah repot-repot ,aku udah makan Fin" Idul menolak dengan lembut.


"Yah . .. padahal aku udah buatin nasi goreng spesial buat kamu" Fina merasa sedih karena masakannya tidak diterima Idul.


"Ya udah biar aku sama Riski aja yang makan" Beni bersuara.


"Ih...apaan sih aku masakin nya kan buat Idul, bukan buat kalian berdua," Fina kesal dan memalingkan wajahnya.


"Ya udah sini nasi gorengnya buat aku aja," kata Idul agar Fina tidak sedih. "Ini Dul ..makasih loh kamu udah mau makan masakan aku," ucap Fina dengan semangat. "Aku yang seharusnya ngucapin terimakasih," Idul tersenyum tipis melihat Fina.


"Iya Dul sama-sama," jawab Fina sambil memancarkan senyumnya.


"nih..makan tuh," kata Idul.


"Yeh...makan gratis nih, sikat Ben," ujar Riski pada Beni.


***


Sepulang sekolah,


Seperti biasa Idul pulang mengendarai mobilnya bersama dengan kedua temannya Riski dan Beni. Di jalan, Idul hampir saja menabrak seorang nenek.


Untung saja nenek itu tidak tertabrak mobil, namun nenek itu pingsan karena terkejut.


"Eh.. neneknya pingsan tuh.. kabur yok," ujar Beni. "Jangan...itu neneknya kita tolongin dulu," kata Idul.


Tiba-tiba Seorang gadis berjilbab biru mengetuk kaca mobil Idul. "Hei ..Kalian jangan lari, tolongin dulu nenek itu, cepetan keluar...atau kalian saya laporin ke polisi," Bentak Fitri.


Idul Pun keluar dari mobil. Matanya menatap gadis itu. "Kok wajah gadis ini nggak asing ya, kayak pernah lihat deh," bisik Idul dalam hati.

__ADS_1


"Hei...kok malah bengong, cepat bantuin angkat nenek nya," tegur gadis Itu.


"Eh kamu apa-apaan sih kami nggak nabrak nenek itu, dia pingsan sendiri tau," kata beni.


"Udah Ben, nggak papa, kita tolongin nenek ini dulu, kasian juga, di sini kan agak sepi, nggak ada orang yang bantuin" ujar Idul.


Hadis itu merasa kasihan dengan nenek yang tergeletak di jalan, ia berusaha untuk membangunkan si nenek dengan aroma minyak kayu putih.


Tak lama kemudian nenek itu sadar.


"Nenek nggak papa?" tanya gadis itu. "Nggak papa kok, cuma sedikit pusing," jawab nenek dengan lesu.


Sementara itu Idul masih menatap wajah gadis itu dan bertanya-tanya dalam hatinya kapan ia pernah melihat gadis itu.


Idul bahkan tidak mengenali gadis itu, yang sebenarnya adalah Fitri. begitu pun Fitri yang tidak mengenali Idul.


***


Pagi hari


Fitri yang tampak berpakaian rapi dengan jilbab panjang dan baju putih serta rok abu-abu sedang bersiap-siap untuk berangkat. Hari ini adalah hari pertamanya untuk sekolah di SMA umum, yang selama ini dia menempuh pendidikan di pesantren, kini ia harus pindah ke SMA umum karena beberapa pertimbangan, yang salah satunya adalah karena sang ibu ingin selalu dekat dengan putrinya. sang ibunda tak bisa tenang memikirkan Fitri di pesantren yang selama setahun terakhir selalu sakit-sakitan.


Fitri pun setuju pada ibunya, namun ia berjanji pada dirinya untuk mengamalkan apa yang di dapatnya di pesantren dan akan terus menimba ilmu agama dengan cara lain seperti mengikuti kajian Islam baik itu secara langsung ataupun hanya menonton di HP.


***


Di SMA tempat Idul belajar, tampak pak Yono berkeliling di area sekolah termasuk kantin, dan lagi-lagi Idul masih saja santai di kantin sambil makan kacang.


"Idul....ini anak kok nggak ada berubahnya ya, mungkin kamu itu harus di rukiyah baru bisa berubah ya, cepat masuk ke kelas," bentak pak Yono dengan suara emasnya .


Pak Yono tampak marah karena bel sekolah sedari tadi sudah berbunyi namun masih ada saja siswa yang santai di luar kelas.



Suasana di dalam kelas tampak girang di karenakan belum ada guru yang masuk ke kelas Idul.


Yah kelas itu memang terkenal unik dengan keberagaman tingkah siswa siswinya yang selalu sukses membuat para guru geram.


di kelas itu ada Fina si ratu kelas yang merasa dirinya lah yang paling cantik. ada Yuli teman baik Fina yang suka usil menjadi pelaku setiap hilangnya pulpen dalam kelas. dan masih banyak siswa lainnya dengan karakter uniknya masing-masing.


Suasana kelas seakan pasar yang ramai pembeli.

__ADS_1


Tiba-tiba ibu Rita datang, hingga suasana seperti pasar berubah seperti suasana kuburan, semua siswa-siswi di kelas tiba-tiba terdiam.


"Selamat pagi semua, hari ini kita kedatangan murid baru, langsung saja ibu perkenalkan dia, silahkan masuk perkenalkan dirimu nak," Ujar Bu Rita seraya mempersilahkan Fitri masuk .


__ADS_2