
"Fitri udah ganti baju nih Bu,kita makan yuk," ajak Fitri. "Iya nak ..ibu datang nih ..." sahut ibu Fitri.
Fitri dan Ibunya pun makan bersama, meskipun hanya makan makanan sederhana tapi Fitri selalu merasa bahagia asalkan makan bersama ibunya.
Seusai makan tiba-tiba ada yang datang sambil mengetuk pintu.
"Assalamualaikum...Fitri..." sapa nya. Ibu Fitri pun bergegas membuka pintu. "Nggak usah Bu, biar Fitri aja yang bukain pintu," ujar Fitri sambil berjalan menuju pintu.
"Astaghfirullah...kamu ngapain ke sini Dul, kamu nggak boleh datang ke rumah aku tanpa seizin aku, udah kamu pulang aja sana," gumam Fitri sambil menutup pintu itu kembali.
"Yang datang siapa Fit, kok pintu nya di tutup lagi?" tanya ibu Fitri. "Nggak ada Bu..itu orang nyasar" Fitri menahan pintu.
"Kamu ini ada ada aja deh, jelas-jelas tadi ibu dengar itu kayak suara teman kamu," kata ibu Fitri sambil membukakan kembali pintu itu.
"Assalamualaikum Bu...saya teman Fitri Bu," sapa Idul. "Waalaikumussalam...oh.. temannya Fitri, masuk nak , Fitri nih ada ada aja, temannya datang kok nggak di suruh masuk," Ibu Fitri menyambut baik kedatangan Idul.
"Iya nih Bu...masa saya di suruh pulang sama Fitri, padahal saya ke sini cuma mau belajar bareng Fitri Bu" ucap Idul pada Ibu Fitri.
"Fitri...Fitri .. temennya mau belajar malah di suruh pulang" Ibu menatap Fitri.
"Kan janjinya belajar bareng nya besok idul," Fitri melototi Idul.
"Lebih cepat kan lebih baik Fit, lagian kata Bu guru aku harus rajin belajar biar bisa lulus ujian akhir sekolah," lanjut Idul yang sedari tadi tersenyum ramah.
"Ya udah deh..terserah," Fitri pasrah.
"Sudah-sudah.. silahkan masuk idul, " sambut ibu Fitri mempersilahkan Idul masuk.
"Iya Bu makasih ya Bu.." ucap Idul tersenyum.
***
*Idul dan Fitri Belajar di ruang tamu*
"Fit...4 di kali 3 berapa yah, PR MTK ini kok susah bangat yah," keluh Idul menggaruk kepalanya.
"Astaghfirullah....idul...kita udah kelas enam masa 4 kali 3 aja kamu nggak tau, waktu kelas satu kan udah di ajarin tuh," Fitri geram dengan tingkah Idul.
"Hehe...bercanda kali Fit , aku pasti tau lah, jawabannya 9 kan" Idul menghitung dengan jarinya.
"12 Idul..." bentak Fitri kesal.
"Fit.... ngajarin nya kok gitu sayang, yang ikhlas dong nak," tegur ibu Fitri sambil melanjutkan jahitannya.
__ADS_1
"Iya Bu...iya ," Fitri memelankan suaranya.
"Fit..kita belajar di taman aja yuk," ajak Idul penuh harap. "Nggak ah,, males," Fitri menolak tegas.
"Iya ..benar Fit, kalian belajar di taman dekat rumah aja, pasti idul nggak fokus gara-gara suara mesin jahit ibu agak berisik," usul Ibu Fitri.
"Ya udah deh, ayok buruan Dul," Fitri terpaksa mau karena menuruti saran ibunya.
Idul dan Fitri pun bergegas menuju ke taman untuk belajar bersama.
***
Sesampainya di taman, Fitri kembali mengajari idul PR matematika.
"Fit...makasih ya, hari ini udah ngajarin aku," Idul menatap Fitri.
"Iya sama-sama," jawab Fitri cuek. "Aku iri deh sama kamu, kamu tuh printer bangat ya, nggak bodoh kayak aku, udah kelas enam tapi perkalian aja aku belum mahir, aku jadi pengen deh kayak kamu, biar mama ku bangga sama aku, tiap hari aku pasti di marahi mama karena selalu dapat nilai nol," Idul merayapi dirinya yang penuh kekurangan.
"Sebenarnya kamu itu nggak bodoh Dul, cuma kamu kurang belajar aja, semangat ya... pokoknya aku bakal bantu kamu biar bisa dapat nilai 9," tutur Fitri dengan tulus.
"Ternyata Fitri bisa baik juga ya, kali ini dia nggak jutek, dan kalau di perhatiin...Fitri manis juga yah," bisik idul dalam hatinya sambil menatap Fitri dan senyum-senyum tidak jelas.
"Ih...apa lihat-lihat...emang mau aku tusuk mata kamu pakai pulpen," ancam Fitri melototi Idul
***
Keesokan harinya..
Taman yang indah, bunga-bunga begitu ramai, Idul menemui seorang perempuan yang memakai gamis Putih dan jilbab biru,
"Hai Dul, kamu ngapain di sini," tanya Fitri dengan lembutnya. "Aku ke sini karena tadi aku lihat ada wanita cantik di sini, ternyata kamu Fit," Idul mencoba merayu.
"Kamu bisa aja deh," ucap Fitri sambil tersenyum.
"Serius...kamu cantik bangat Fit," puji Idul menatap wajah Fitri. "Kamu juga keren hari ini," Fitri menatap wajah Idul.
"Fit...kamu kan muslimah sejati nih, nanti kalau aku udah besar terus jadi orang Sukses, aku mau melamar kamu ya, kamu mau nggak nunggu aku sampai sukses," Idul menggenggam tangan Fitri.
"Mau dong ..tapi idul juga janji ya...jangan lirik perempuan lain," Fitri menatap Idul.
"Insyaallah Fit, janji itu akan aku tepati," kata Idul. Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan idul. "Bangun....Idul.... "jerit mama Idul. Idul terkejut dan menyadari ternyata semuanya hanya mimpi.
"Aduh...mama ganggu aja deh, aku lagi mimpi indah ni," Idul dengan spontan langsung bangun dan duduk menghadap kaca.
__ADS_1
"Astaga idul ...ini udah jam 9, dari subuh mama bangunin kamu, nggak pernah kamu dengarkan, " mama Idul geram.
"Ma..Idul mau nanya nih, Kalau mau nikah harus punya kerjaan dan banyak uang kan ma," Idul dengan seriusnya bertanya.
"Idul...idul...kamu ngaco yah, makan aja kadang masih mama yang suapin udah mikirin nikah nikahan, belajar yang benar Dul ," ujar mama Idul.
***
Hari demi hari berlalu Fitri tak henti hentinya mengajari idul agar bisa mendapatkan nilai yang tinggi saat ujian akhir sekolah.
6 Bulan kemudian,, Ujian akhir sekolah pun usai di laksanakan, tiba saatnya pengumuman kelulusan.
Hari itu Fitri dan Idul sama-sama bergegas ke Mading untuk melihat pengumuman.
"Alhamdulillah Aku lulus, itu juga ada nama kamu Dul, kamu juga lulus," ucap Fitri dengan girang.
"Iya Alhamdulillah ya Fit, makasih ya Fit, ini semua berkat bantuan kamu," Kebahagiaan Idul tak terungkap lagi dengan kelulusannya itu.
"Sama-sama Dul, " Fitri tersenyum tipis.
"Oh ya Fit...mama aku ngajak kamu makan bareng di rumah ku, karena kamu udah susah payah ngajarin aku," ujar Idul yang berharap Fitri mau bertamu ke rumahnya.
"Kapan Dul?" tanya Fitri.
"Nanti malam, kamu bisa datang kan," Idul menatap Fitri.
"Hah...malam ? aku nggak bisa," jawab Fitri dengan gugup.
"Kenapa Fit," Idul merasa aneh dengan sikap menolak Fitri.
"Pokoknya nggak bisa," tegas Fitri dan pergi meninggalkan Idul.
***
*Di rumah Idul*
Idul pun masih bingung dengan sifat Fitri yang dari dulu ada yang aneh.
"Kenapa yah Fitri takut keluar malam, padahal kan rumah aku dekat, dan kenapa kalau bicara sama laki-laki dia selalu jutek, padahal kalau sama perempuan dia baik-baik aja tuh," tanya Idul dalam hatinya.
"Idul ..Fitri jadi datang kan?" tanya mama Idul.
"Kayak nya kalau makan malam Fitri nggak bisa deh ma, soalnya dia takut keluar rumah malam-malam," Idul masih memikirkan sikap aneh Fitri.
__ADS_1
"Ya udah gimana kalau besok siang aja," usul mama Idul. "Ya udah besok aku coba tanya dulu ya ma," Idul masih berharap.