Asmara Idul & Fitri

Asmara Idul & Fitri
5. Perduli


__ADS_3

"Sudah-sudah...kita lanjutkan materi hari ini, bapak akan menjelaskan langkah-langkah pembuatan Surat Lamaran Pekerjaan, Silahkan buka bukunya halaman 57," pak Budi memulai pelajaran.


Jam istirahat tiba


Fitri sedang sibuk membaca catatan Citra untuk mengejar beberapa materi yang tertinggal karena ia baru masuk sekolah.


Idul mendekati Fitri.


"Dari dulu kamu emang rajin belajar ya, udah jam istirahat masih aja belajar," ujar Idul sambil duduk di sebelah Fitri tepatnya di bangku Citra.


Fitri terkejut melihat idul tiba-tiba duduk disebelahnya. "Idul..Siapa yang ngizinin kamu duduk di sini," gumam Fitri.


"Loh ini kan bangku milik negara, masa nggak boleh duduk di sini," kata Idul.


"Ganggu aja deh," keluh Fitri.


"Fit...apa yang salah dari aku, kenapa kamu selalu menghindar, bukannya kita berteman ya, tapi kenapa kamu selalu ada cara untuk menghindari ku," tanya Idul dengan nada lembut.


Fitri hanya menunduk mendengar pertanyaan Idul. "Idul..Kita sudah sama-sama dewasa, tidak bisa berteman sedekat dulu lagi, kalaupun kita berteman, ya harus jaga jarak, jangan berbicara terlalu dekat, bisa menimbulkan zina, zina mata," jelas Fitri.


"Oh.. gitu ya, aku kira kamu menghindar gara-gara aku berbuat salah, jadi kita tetap teman kan," tanya Idul.


"HM.. gimana ya..aku pikir-pikir dulu deh," canda Fitri.


"Kok gitu sih, tega bangat Fitri," ujar Idul


"Oke...kita tetap jadi teman kok, tapi jauh-jauh sana, jangan duduk terlalu dekat," ucap Fitri.


"Iya-iya.." jawab Idul sambil membuat jarak dari Fitri dengan menggeser bangkunya.


Citra pun datang.


"Fitri, ke kantin yuk, belajar nya di sambung nanti aja," ajak Citra.


"iya Citra bentar ya, aku beresin buku ini dulu," kata Fitri yang sedang membereskan buku-buku di meja.


"Aku ikut," ucap Idul


"Nggak boleh, laki-laki dilarang gabung," kata Citra.


Fitri dan Citra bergegas ke kantin.


Ternyata Fina dan temannya Yuli juga berada di kantin.


"Fitri..Citra... gabung yok," ajak Fina .

__ADS_1


Citra, Fitri, Fina dan Yuli pun makan bersama di kantin.


Sambil makan mereka berbincang-bincang.


"Fitri..awalnya pas aku tau ada murid baru yang cantik seperti kamu, aku kaget sekali loh, tapi setelah aku tanya dari para siswa di kelas, ternyata mereka bilang aku lebih cantik," fina tersenyum girang.


"Itu kan karena kamu traktir mereka makan bakso Fin," Yuli bersuara.


"Hush, diam, jangan keras-keras ngomong nya Yuli," tegur Fina.


"Fina memang cantik kok," ujar Fitri.


"Makasih loh atas pujiannya," ucap Fina sambil senyum.


***


Di kelas sedang tidak ada guru. Pak Yono entah kemana, hingga para siswa-siswi di kelas itu pun merasa girang, karena jam kosong adalah yang paling mereka nantikan.


Ucup mendekati Fitri.


"Assalamualaikum Ukhti," sapa Ucup. "Waalaikumussalam Cup," jawab Fitri.


Ucup berniat menggombal Fitri. "Fit..bapak kamu tukang bakso ya," tanya Ucup.


"Kalau iya emang kenapa cup, yang penting kan halal," tegas Fitri yang mengira Ucup sedang mengejek pekerjaan bapaknya.


"Iya itu pekerjaan yang mulia kok, maaf ya Fitri..aku permisi dulu Assalamualaikum," Ucup kembali ke bangkunya.


***


Fitri menyempatkan sholat Dzuhur di musholla saat jam istirahat kedua.


Untungnya meskipun ia melanjutkan pendidikan di sekolah umum, ia tetap dimudahkan dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah.


Fitri dan Citra pun Sholat di musholla sekolah.


***


Fitri yang baru pulang sekolah merasa lelah, ia merebahkan tubuhnya di kasur kamarnya.


Tiba-tiba ia teringat ucapan Ucup dan mengingat masa lalu nya yang sering di ejek teman SD nya karena bapak nya seorang tukang Bakso.


Fitri mengganti bajunya, lalu bergegas ke warung bakso milik keluarganya. meskipun hanya penjual bakso namun kini warung bapak Fitri sudah sukses besar, kini bapak Fitri sudah memiliki warung bakso yang cukup luas dengan omset yang besar pula.


Fitri membantu pekerjaan di warung itu.

__ADS_1


"Pak..Fitri bantuin cuci piring ya," Fitri menatap bapaknya


"Jangan nak, Fitri belajar saja di rumah, lagi pula kan bapak punya karyawan, biarkan saja mereka yang mengerjakan," kata bapak Fitri yang sedang membuatkan bakso untuk pelanggan.


"Nggak papa, Fitri bosan di rumah terus pak, bapak pasti capek, sini Fitri bantuin," Fitri pun mengambil bakso yang sudah di buatkan bapaknya, dan mengantar nya ke pelanggan.


***


Pagi yang cerah, kebetulan hari ini hari Senin, Upacara yang sudah menjadi rutinitas di sekolah pun terlaksana.


Fitri tampak serius mengikuti upacara, meskipun kondisi fisiknya yang masih kurang baik. Padahal dokter sudah menyarankan Fitri untuk tidak terlalu lama di bawah sinar matahari. apalagi saat upacara ia harus berdiri selama satu jam bahkan lebih. Entah mengapa karena terlalu sering sakit, Fitri jadi mudah lelah dan tidak tahan jika berdiri terlalu lama.


Fitri mulai merasa pusing, hingga terjatuh pingsan. Idul yang melihat itu tanpa pikir panjang menggendong Fitri dan membawanya ke UKS. Padahal ada banyak mata yang menatap, tapi Idul tidak perduli, ia terlalu panik, hingga langsung membawa Fitri.


Barisan kelas 11 MIPA 1 mulai heboh dan berbondong-bondong ingin ikut ke UKS. namun pak Yono menenangkannya.


Fina yang melihat sikap kepedulian Idul pada Fitri merasa sedikit kesal.


Fitri pun tersadar di UKS. "Minum dulu Fitri," Idul memberikan segelas air putih.


Sebenarnya Fitri puasa, namun melihat Idul yang sudah mengambilnya air minum, Fitri jadi merasa tidak enak, dan mempertimbangkan kesehatan nya yang memburuk menuntutnya untuk minum obat dari dokter UKS, jadi Fitri membatalkan puasanya.


Fitri pun meminum obat dan beristirahat di UKS. Sementara Idul sedari tadi sangat memperhatikannya.


"Fit..aku ke kelas dulu ya," kata Idul.


"Ya udah buruan sana, nanti kamu kena hukum lagi," kata Fitri.


Idul pun kembali ke kelas.


Sementara itu Fitri merasa tubuhnya sudah baikan. "Bu ...saya sudah boleh ke kelas kan, kepala saya sudah tidak pusing lagi kok," kata Fitri.


"Ya sudah , tapi nanti harus tetap jaga kesehatan ya, harus minum obat," Bu dokter memberi resep obat pada Fitri.


***


Fitri kembali ke kelas.


"Fitri... Alhamdulillah kamu nggak papa kan, maaf ya tadi aku nggak sempat ke UKS melihat kondisi kamu, karena tadi pak Yono bilang jangan ada yang pergi dari barisan, biar Idul aja yang bantuin, supaya upacaranya tetap lanjut," kata Citra.


"Apa..Idul?" tanya Fitri yang kaget.


"Iya Idul gendong kamu tadi, layaknya seorang pahlawan," lanjut Citra.


"Jadi, Idul yang bawa aku ke UKS?" tegas Fitri. "Iya Fitri.." jawab Citra.

__ADS_1


"Astaghfirullah...ampuni hamba mu ini ya Allah, hamba tidak sadar telah di sentuh oleh orang yang bukan mahramnya," batin Fitri.


__ADS_2