
Pulang dari Sekolah Fitri ke warung bakso untuk membantu bapaknya. "Fitri, kan bapak sudah bilang tidak usah repot-repot nak, tugasmu belajar, biar bapak yang kerja" Ujar Bapak Fitri.
"Nggak papa pak, Fitri senang kok bantuin bapak kerja" Fitri tersenyum.
Seorang pemuda sedang makan di warung bakso bapak Fitri. Pemuda itu lupa bahwa handphone nya masih ada di meja tempat ia makan. Pemuda itu langsung pergi.
Fitri yang melihat itu langsung mengambil handphone di meja dan mengejar pemuda itu. "Hei...tunggu ...ini Hp kamu ketinggalan" Fitri terus mengejar laki-laki itu dengan sekuat tenaga.
Akhirnya laki-laki itu pun berhenti berjalan karena ia sadar bahwa seseorang sedang memanggilnya dari belakang.
"maaf, Ini Hp nya ketinggalan" Fitri memberikan Hp itu.
"Oh iya saya lupa, Terimakasih ya" Ucap laki-laki itu. "iya sama-sama.." Jawab Fitri yang langsung pergi meninggalkan laki-laki itu.
"Tunggu...nama ku Bilal, nama kamu siapa.."
Fitri tak mendengarnya lagi karena ia sudah hampir sampai ke warung.
Bilal yang menatap Fitri kagum dengan kejujuran nya terlebih karena parasnya yang cantik.
"Siapa ya perempuan itu," Batin Bilal.
____
Malam hari ,,Idul sedang berbincang dengan mama nya. Dari kecil Idul sangat akrab dengan mama nya hingga hal sekecil apa pun pasti ibu dan anak itu selalu berbagi cerita.
"Ma..kapan papa pulang dari luar kota," Tanya Idul. "Seminggu lagi nak" Jawab Mama
"Ma,, Idul menyesal dulu tidak mau di masukkan ke pesantren" Idul menatap mama nya yang sedang menonton TV.
"Ada angin apa kamu berubah pikiran Dul, kamu baru dapat hidayah" Mama Tersenyum.
"Hehe ,,cuma kepengen aja si ma, biar bisa jadi anak Soleh" Idul tersenyum malu.
"Tidak ada kata terlambat untuk belajar Agama nak, ya.. memang dulu Idul sudah mama peringatkan dari awal kalau papa sama Mama bukanlah orang-orang yang tinggi ilmu agama, maka dari itu kami ingin Idul belajar di pesantren, tapi Idul bilang Idul punya pilihan sendiri, waktu itu mama juga tidak mau memaksakan kehendak, karena kamu sangat menolak keras untuk di masukkan ke pesantren" Mama mengelus kepala Idul.
__ADS_1
"Iya ma..Idul menyesal, Sebenarnya...aku bertemu Cinta pertamaku ma,, dia sangat taat beragama," Idul malu-malu mengakui nya.
"Astaga Idul..mama kira kamu tulus mau berubah, jadi karena perempuan nak??" Tanya Mama.
"Memangnya kenapa ma" Idul menatap Mamanya. "Idul ...jika kita ingin memperbaiki diri sebaiknya niat kita haruslah karena Allah nak, bukan karena perempuan, coba idul mulai sekarang niatkan dalam hati ingin memperbaiki diri tulus karena Allah nak" Mama Idul memberi nasehat.
Mendengar perkataan mama nya itu Idul mulai merenunginya.
***
Pagi itu Fitri agak terlambat ke sekolah, Fitri berjalan cepat menuju ruang kelas, tak sengaja ia menabrak seorang laki-laki dari kelas IPS hingga menjatuhkan Handphone si laki-laki yang bernama Alan itu.
"Maaf...maaf..saya tidak sengaja" Fitri mengambil HP Alan yang jatuh itu.
Alan tampak marah dan kesal melihat Fitri "Heh perempuan berjilbab..kalau jalan Lihat-lihat dong, Kamu tau nggak,,HP saya ini mahal" Bentak Alan.
"Saya minta maaf...saya tidak sengaja" Fitri tampak takut dengan suara Alan yang keras membentaknya.
Tiba-tiba seorang laki-laki yang kemarin hp nya di temukan oleh Fitri, yang tak lain adalah Bilal datang membela Fitri. "Dia sudah minta maaf, HP anda tidak ada yang lecet, lagipula ini bukan hanya salah dia, tapi anda juga harus hati-hati saat berjalan bukannya malah sibuk melihat layar HP"
"Sudah-sudah...saya yang salah, saya minta maaf" Fitri tak hentinya memohon maaf.
Bilal menahan diri agar tidak berkelahi karena hari itu adalah hari pertamanya sekolah.
Idul yang baru tiba melihat keributan itu. Idul yang sedang bersama temannya beni dan Riski menemui Fitri yang hampir menangis.
"Beraninya cuma sama perempuan ya.." Idul tersenyum sinis pada Alan. Idul belum beraksi apa apa namun Alan sudah pergi karena ia tau Idul bukanlah lawan untuknya, karena selama ia bersekolah di SMA itu tidak ada yang berani bermasalah dengan Idul.
"Belum di hajar sudah lari..dasar pengecut" Riski kesal. "Harusnya tadi kita tonjok Alan dulu minimal dua kali tonjok" Ucap Beni.
"Fitri...kamu nggak papa kan" Tanya Idul.
"Aku baik-baik saja kok Dul, terimakasih sudah bantu.." Ucap Fitri dan langsung pergi.
Bilal menatap Fitri yang pergi tanpa menatap nya.
__ADS_1
___
Fitri masuk ke dalam kelas. "Ada apa Fit,, kok ekspresi kamu beda, ada masalah?" Tanya Citra yang melihat temannya itu sedikit pucat.
"Ada tadi...tapi cuma masalah kecil kok.." Jawab Fitri.
"Masalah apa" Tanya Citra penasaran. "Ada lah..Sudah jangan di pikirkan lagi, Oh ya hari ini tidak ada PR kan " Tanya Fitri. "iya nggak ada Fit" Ujar Citra.
Idul masuk ke kelas. ia duduk di bangkunya dan menoleh ke arah Fitri. Idul masih khawatir dengan Fitri.
"Padahal dulu Fitri sangat galak sama laki-laki, sekarang kenapa ya Fitri hanya menunduk saja, apa susah nya membela diri, tapi tadi justru Fitri hampir menangis, kenapa ya Fitri berubah" Batin Idul yang masih memperhatikan Fitri.
Pak Yono tiba di kelas."Selamat pagi semuanya..."
"Pagi pak.." Seisi kelas kompak menjawab.
"Hari ini kita kedatangan murid baru lagi, Silahkan masuk nak, perkenalkan diri mu" Sambut pak Yono.
"Assalamualaikum.. perkenalkan nama saya Bilal" Sapa Bilal.
"Waalaikumussalam... ganteng bangat" Yuli bersuara. "Iya ganteng ya,,HM tapi tetap saja Idul lebih ganteng" Sambung Fina."
"Silahkan duduk di bangku yang kosong nak, itu bangku di belakang Fitri kebetulan kosong" Kata pak Yono.
"Hah ..Fitri yang mana ya pak?" Tanya Bilal. "Fitri itu nama saya" Fitri bersuara. "Nah itu dia silahkan duduk di belakang Fitri nak" Kata Pak Yono.
"Oh..jadi nama gadis itu Fitri, kebetulan sekali ya aku satu kelas sama Fitri" Batin Bilal.
Sementara Fitri sama sekali tidak mengenali Bilal karena saat kemarin mengembalikan HP Bilal, Fitri hanya melihat wajah Bilal sekilas saja dan pada saat Bilal membela Fitri dari Alan, Fitri hanya menunduk saja.
"Ini kan yang tadi menolong Fitri," Batin Idul.
"Waduh saingan ku di kelas ini sebagai laki-laki tertampan bertambah ni, tapi untung saja aku lebih ganteng dari pada si Bilal itu" Batin Ucup yang kepedean.
Bersambung,,
__ADS_1