
Jam Istirahat tiba.
"Assalamualaikum Fitri.." Ucap Bilal yang menemui Fitri di bangkunya.
"Waalaikumussalam " Jawab Fitri.
"Kamu masih ingat aku kan, aku yang kemarin dompet nya kamu temukan di warung bakso" Ujar Bilal.
"Oh..jadi itu kamu, maaf ya aku sampai tidak sadar ternyata kita pernah ketemu" Kata Fitri.
___
Saat jam istirahat kelas pun sepi, Fitri yang baru saja masuk melihat Fina dengan raut wajah yang sedih. Fina tak sadar bahwa Fitri memperhatikannya yang sedang menangis.
"Fina, kamu kenapa, ada masalah?" Tanya Fitri yang mengelus punggung Fina.
"Nggak papa kok Fit" Fina menghapus air matanya.
"HM.. aku tau kok di balik air mata kamu pasti ada sebabnya, tapi aku tidak akan banyak bertanya, tidak apa kalau kamu tidak mau menceritakannya, tapi kalau kamu mau ceritain masalah kamu, aku bersedia mendengarkan, terkadang menceritakan kesedihan kita dapat mengurangi rasa sakit yang kita lalui, seolah masalah itu kita tanggung bersama" Ujar Fitri.
"Fitri..Islam itu agama seperti apa sih?" Tanya Fina.
Fitri kaget mendengar pertanyaan itu "Pertanyaan Fina ini seakan dia tak mengenal Islam, astaghfirullah.. sebenarnya ada apa ya" Batin Fitri.
Namun Fitri berusaha menjawab. "Menurut aku sih Islam adalah agama yang sempurna, mengatur segala aspek kehidupan dengan baik, menyembah hanya kepada sang pencipta Allah SWT, aku sudah pernah membaca berbagai buku kitab, yang paling ku kagumi adalah Al-Qur'an, setiap kata penuh arti, isinya murni firman Allah, Tidak di ubah-ubah, isinya amat dahsyat maknanya bagi yang memahami nya" Ucap Fitri sambil menatap Fina.
"Sebegitu baik nya kah? namun mengapa ayah ku berpaling?" Fina menangis.
"Fina sebenarnya ada apa.." Fitri semakin penasaran.
Namun murid lainnya sudah berdatangan ke kelas, sehingga Fina tak sempat menceritakan masalahnya.
Sepulang Sekolah, Fitri masih penasaran dengan Fina.
__ADS_1
Fitri buru-buru menemui Fina.
"Mau kemana Fit, kita pulang bareng ya" Kata Citra. " Maaf Citra, aku masih ada urusan , kamu pulang sendiri dulu yah, lain kali kita pulang bareng" Ujar Fitri.
Fitri langsung mengejar Fina yang sudah keluar dari kelas.
"Fina...Fina..." Fitri mengejar Fina.
"Apa Fit" Tanya Fina. "Masalah tadi, kamu belum selesai cerita kan," Ujar Fitri.
Fitri pun menarik tangan Fina.
Fitri membawa Fina ke taman dekat sekolah, agar Fina dapat bercerita dengan leluasa.
"Terimakasih ya Fit, aku baru kenal kamu tapi seolah-olah hanya kamu yang mengerti keadaan ku" Ucap Fina.
"Iya sama-sama,, jadi maksud dari kata-kata tadi apa ya Fin, kamu bilang ' mengapa ayahku berpaling?' Maksudnya apa,, aku tidak faham" Fitri penasaran.
"Sebenarnya...Ayah dan Ibu ku baru saja bercerai, Selama ini ayahku berhubungan dengan seorang wanita, mereka bertemu di luar negeri, ya.. perempuan itu memang cantik, kaya, berdarah cina, pantas saja ayah ku meninggalkan anaknya, istrinya, dan juga agamanya untuk perempuan itu, ayah mengajakku pergi bersamanya, jelas saja aku menolak, melihat wajah nya saja aku benci, rasanya aku ingin bunuh perempuan itu, aku tidak takut lagi dengan penjara" Jelas Fina sambil menangis.
"Sulit untuk bisa memaafkan ayah" Tegas Fina
"HM.. setidaknya kamu berusaha Fin" Fitri menepuk punggung Fina.
"Makasih fit.. setidaknya aku lebih lega karena bisa ceritakan ini, kalau aku cerita sama Yuli pasti nggak akan nyambung" Fina tersenyum meskipun air matanya masih menetes.
"Iya sama-sama Fina.." Jawab Fitri
___
Menjelang Maghrib Fitri menyempatkan menelpon Fina.
"Assalamualaikum Fina"
__ADS_1
"Waalaikumussalam Fit, ada apa Fitri" Tanya Fina.
"Nggak ada apa-apa kok, aku cuma mau mengingatkan, kamu jangan lupa Sholat ya, sebentar lagi mau Maghrib, kamu siap-siap ya, Fin..percaya deh kalau kamu melaksanakan Sholat minimal sholat lima waktu insyaallah hati kamu akan lebih tenang" Tutur Fitri dengan lembut.
"Iya Fit..aku akan berusaha melaksanakan sholat lima waktu" Kata Fina
"Ya udah aku tutup telepon ya, aku mau siap-siap wudhu dulu, kamu juga ya.. Assalamualaikum" Ucap Fitri.
"Iya Fit waalaikumussalam" Jawab Fina.
Fina yang tadinya terbaring di kasur kamarnya pun bangun. Fina berfikir sejenak..
"Benar juga kata Fitri, mungkin aku terlalu jauh dari jalan Allah, sampai-sampai hati ku jarang merasakan ketenangan, ya Allah pengen rasanya berubah dari gaya hidup ku yang sekarang" Batin Fina yang menatap wajahnya di kaca.
Fina menemui ibunya yang sedang melamun di ruang tamu.
"Bu..Ibu kok ngelamun sih, Bu..temani Fina Sholat yuk, kita sholat bersama ya" Ajak Fina.
Ibu Fina terkejut dengan ajakan Puteri nya itu, karena ia bahkan tak pernah menyuruh Puteri nya untuk melaksanakan sholat.
"Bu.. harusnya kita sadar setiap masalah yang di timpakan pada kita..mungkin adalah sebuah teguran dari Allah Bu, selama ini kita sudah jauh dari Allah Bu" Tutur Fina dengan lembut.
"Ya Allah benar juga kata Putri ku, aku tak menyangka engkau berikan hidayah pada Putri ku ini, mungkin ini adalah sindiran bagi ku yang tidak pernah mengajak putriku ke jalan mu" Batin Ibu.
"Kamu benar sayang, maafkan ibu ya, selama ini terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai ibu lupa kewajiban ibu untuk mengajak kamu ke jalan yang benar" Ujar Ibu.
"Bu...tidak usah merasa bersalah, kita masih di beri kesempatan oleh Allah untuk berubah" Fina memeluk sang ibu.
"Mulai saat ini kita belajar bersama ya Bu, biarlah ayah pergi membawa hartanya dan perempuan itu, tapi kita harus tetap ingat bahwa Allah selalu bersama kita Bu, kita harus bisa mengakhiri kesedihan ini, kita harus bisa membuka lembaran baru dalam hidup kita Bu" Fina menangis menatap ibunya.
Fina dan sang ibu pun melaksanakan sholat Maghrib meskipun pengetahuan mereka tentang sholat masih minim.
*Tangisan taubat seorang pendosa lebih Allah cintai daripada tasbihnya seorang yang sombong." -Ibnu Qayyim*
__ADS_1
^-^
"Dosa-dosamu boleh jadi sebesar kapal, tapi jangan pernah lupa bahwa rahmat Allah lebih besar daripada lautan."