
*Pak Markum lagi berkaca*. *Assalamualaikum yang baca*
Mohon dukungannya ya..like dan tinggalkan jejak di kolom komentar.
Keesokan harinya,Pagi hari di kelas sedikit heboh.Idul, beni, Riski dan Ucup mengumpulkan bahan-bahan praktek yang sudah mereka bawa.
Beni meletakkan Gelas Aqua berisi tanah di meja, begitupun Idul dan Riski meletakkan pipa air di meja.
"Ucup ..air sama bibit kangkung nya mana" Tanya Idul.
"Oh ada Dul, ini air dan ini kangkung nya" Ucup meletakkan botol minum nya yang berisi air, dan seikat kangkung yang ia beli di tukang sayur tadi pagi.
"Astaghfirullah...Ucup ....yang di suruh Bu Rita itu bibit kangkung, bukan kangkung nya, emangnya kita mau masak-masak apa.." Gumam Idul.
"Gawat...kena hukum lagi deh" Beni pasrah
"Berobat dulu cup, biar sedikit lebih pintar" Riski geram.
"Maaf..maaf ...aku pikir yang di bawa kangkung nya" Ucup merasa bersalah.
Kelompok Fitri yang sedang membicarakan praktek melihat Idul dan teman-teman nya yang Sedang membutuhkan bibit kangkung.
Fina menemui Idul
"Idul butuh bibit kangkung ya, kebetulan kami punya banyak nih, ya sudah sebagian untuk kalian saja, boleh kan Fitri, Citra, Yuli?" Tanya Fina.
"Iya nggak papa ambil saja Dul, ini masih banyak kok" Fitri menyetujui begitupun dengan Yuli dan Citra.
"Fina...Fina...Selalu aja caper sama Idul," Batin Citra. Ibu Rita pun tiba di kelas.
"Assalamualaikum, selamat pagi," Sapa Ibu Rita. "Waalaikumussalam, pagi Bu" Jawab seisi kelas.
"Baiklah hari ini kita belajar di luar ruangan, Silahkan bawa peralatan kalian ke halaman kelas" Ibu Rita bergegas keluar.
"Ye...ini yang ku mau" Seisi kelas merasa girang.
Udara pagi yang masih segar membuat siswa-siswi 11 MIPA 1 makin semangat saat melakukan praktek.
__ADS_1
Suasana praktek pun Sangat ramai dengan suara-suara para siswa layaknya seperti di pasar.
"Yang bekerja itu bukan mulutnya ya anak-anak...jangan sampai suara kalian mengganggu kelas lain yang sedang belajar" Ibu Rita mengarahkan petunjuk melaksanakan praktek hingga usai.
Karena terlalu fokus, Yuli tidak sengaja menumpahkan air bercampur tanah ke baju Fitri, hingga Fitri basah kuyup. "Astaga...Maaf Fitri..aduh gimana nih..maafin aku Fit" Yuli sangat merasa bersalah.
"Nggak papa Yuli, kamu kan tidak sengaja" Fitri hanya tersenyum pada Yuli. Ucup yang melihat itu langsung berlari ke kelas mengambilkan jaket nya untuk Fitri.
"Fitri, ini jaket ku kamu pakai dulu ya, Baju kamu basah takutnya kamu masuk angin Fit" Ucup sangat perhatian pada Fitri.
"Tidak usah repot-repot Ucup, nanti jaket kamu malah kotor lagi" Fitri menolak dengan Lembut.
Praktek pun Usai, Fitri bergegas ke Toilet untuk membersihkan bajunya di temani Citra.
Sementara itu Idul pun tidak tinggal diam, ia memikirkan cara untuk mencari baju ganti untuk Fitri. Idul terfikir sesuatu, Idul menelpon seorang temannya untuk membelikan baju untuk Fitri. Idul hanya bisa menunggu temannya itu di sekitar pagar sekolah, karena saat jam sekolah pagar di kunci, jadi ia tak bisa keluar Tak lama kemudian temannya itu datang membawa baju. Idul pun berlari membawakan baju untuk Fitri.
Sesampainya di kelas, idul mencari-cari Fitri namun ia tak melihat Fitri ada di kelas. "Yuli,, Fitri dimana" Tanya Idul pada Yuli.
"Tadi di toilet Dul" Jawab Yuli. Idul berlari ke toilet wanita. Namun ia tak bisa masuk.
Sementara Fitri di dalam Toilet masih bingung bagaimana ia bisa memakai baju yang basah itu, sedangkan ia merasa kedinginan.
"Iya..." Jawab Fitri. "Kamu tunggu di sini ya fit biar aku yang menemui Idul di luar," Citra keluar. "Apaan sih Dul, ini Toilet wanita, mau ngintip ya.." Citra Geram.
"Sembarangan ...aku cuma mau kasih baju ini ke Fitri, nih kamu tolong kasih sama dia ya," Idul pun pergi. "Alhamdulillah.. akhirnya Fitri bisa ganti baju" Citra segera masuk ke toilet.
"Ini baju dari Idul Fit, buruan ganti bajunya Fit, takutnya nanti kita terlambat masuk kelas" Citra memberikan baju itu pada Fitri.
Fitri pun mengganti bajunya.
"Ukuran nya pas, kok idul tau ukuran baju aku ya, Idul memang teman yang baik" Batin Fitri.
***
Fitri dan Citra kembali ke kelas. Fitri tidak tahu bagaimana cara berterimakasih pada Idul, karena ia sangat malu harus berbicara duluan pada laki-laki.
Fitri menulis di selembar kertas "Terimakasih Idul, nanti aku akan kembalikan baju ini setelah di Cuci"
__ADS_1
Fitri menitipkan kertas itu pada Citra, karena bangku Citra lebih dekat dengan bangku idul.
Idul yang membaca Surat itu Tersenyum.
"Jangankan baju, apa pun akan aku lakukan buat kamu" Batin Idul.Fitri menatap Idul yang sedang membaca kertas itu. Idul pun menoleh ke arah Fitri, Menatap Fitri sambil mengedipkan sebelah matanya.
Fitri yang melihat tingkah idul merasa tidak nyaman. "Astaghfirullah...genit bangat si Idul" Batin Fitri.
***
Jam istirahat kedua, Fitri dan Citra bergegas ke musholla. "Mau kemana Fitri" Fina menyapa Fitri.
"Mau Sholat, Kamu sama Yuli ikut Sholat yuk" Ajak Fitri. "Hehe..tidak usah, kalian saja Fit" Kata Fina.
"Loh kenapa, ayolah Fin, kita sholat bersama di musholla" Fitri membujuk Fina.
"Oke..oke..kami Ikut" Fina menarik tangan Yuli. Fitri, citra ,Yuli dan Fina bergegas ke musholla untuk Sholat.
___
"Fitri..aku lupa cara wudhu" Fina Menggaruk kepala. "Ya udah kalian ikutin aku ya" Fitri memeragakan Cara Wudhu pada Fina dan Yuli. Sementara Citra geleng kepala melihat Fina dan Yuli yang tidak pandai berwudhu.
Saat Sholat pun Fina dan Yuli hanya mengikuti gerakan Fitri dan Citra.
Fina memperhatikan Fitri yang sedang membenarkan Jilbabnya di kaca. "Jilbab kamu panjang ya Fit, memangnya tidak gerah"
"Insyaallah tidak Fina, dengan jilbab kita lebih terjaga" Fitri tersenyum pada Fina.
"Fitri..baru kali ini aku kembali Sholat, itu juga karena kamu mengajakku tadi, rasanya itu adem ya, hati aku lebih tenang, pokoknya nyaman deh" Ujar Fina.
"Alhamdulillah, aku senang mendengarnya, semoga kamu tetap menjaga sholat ya" Kata Fitri.
Fina hanya tersenyum, karena sadar bahwa ia sangat sulit untuk melaksanakan sholat, *kebiasaan meninggalkan sholat memang membuat seseorang sulit untuk berubah. tapi bagaimana pun apabila berusaha pasti akan terbiasa*
"Aku juga merasa lebih tenang" Yuli menatap Fitri dan Citra. "Makanya Li, kamu harus lebih rajin lagi melaksanakan sholat, Sholat 5 waktu kan kewajiban kita sebagai umat Islam" Citra menepuk pundak Yuli.
"HM ..aku usahakan deh" Ucap Yuli ragu-ragu.
__ADS_1
Bersambung,,