
Seratus ribu tahun yang lalu Atlantasi merupakan dunia yang subur, sejauh mata memandang dihiasi pepohonan yang beraneka warna dan ragamnya, harum semerbak bunga mebuat udara semakin sejuk, langit yang berwarna biru terang, air yang jernih sebening kaca mengalir disetiap sungai, beaneka ragam binatang tersebar luas di seluruh daratan Atlantasi.
Atlantasi dikuasai oleh tiga bangsa yaitu bangsa Peri, Bangsa Sirent dan Bangsa Manusia, pada awalnya kehidupan penuh dengan ketengan dan kedamaian, tiga bangsa bersatu menjaga keseimbangan dunia dengan kekuasaan tertinggi yang dipegang oleh Bangsa Peri, seiring berjalannya waktu perubahan terjadi, ketiga bangsa tidak lagi sejalan membuat mereka saling berperang dan menghancurkan satu sama lain membuat daratan menjadi berantakan.
Keindahan yang dulu kian hilang, jika dulu yang terdengar adalah kicauan burung yang merdu kini beganti oleh tangisan dan jeritan rakyat yang pilu, harum bunga di udara dulu kini berganti menjadi bau amis darah, birunya langit sudah tidak tampak lagi, yang tersisa hanyalah kesuraman dan kegelapan.
Seiring berjalan nya waktu semakin banyak hal yang dilalui ketiga bangsa akhirnya mencapai kesepakatan untuk berdamai dengan membagi wilayah kekuasaan, dimana bangsa peri menguasai separuh daratan, bangsa manusia menguasai separuh daratan lainnya, dan bangsa sirent menguasai Lautan.
seratus tahun telah berlalu sejak perdamaian antara tiga bangsa di ikrarkan, tapi benarkah keadaan masih tetap sama, masihkah perdamaian itu terjadi ?
PERPISAHAN
Perasaan yang sama suasana yang sama V kembali kepada pemandangan yang sudah lama tidak ingin dia lihat, V kini berada di sebuah perkemahan diluar terlihat malam yang gelap, hawa lembah yang dingin ditambah hujan deras membuat udara bertambah dingin, tiba-tiba suara tangisan anak kecil terdengar mengalihkan pandangan V terhadap nya, V melihat sosok anak kecil berusia empat tahun itu menangis lalu sosok wanita cantik itu menggendong anak itu dan menengkanya, tapi wanita itu terlihat begitu gelisah dan takut lalu dia membangunkan suaminya dan memperingatkan suaminya akan bahaya yang tengah mengintai perkemahan mereka.
__ADS_1
Wanita itu bergumam pada suaminya "sayang aku rasa ada pasukan zombie yang mengepung kita" ucap wanita itu.
perkemahan yang terletak di bawah lembah ditambah Hujan yang lebat membuat para zombie mudah untuk berkeliaran.
mendengar hal itu Laki-laki itu tampak khawatir dia lalu memanggil Rama
"nyalakan semua obornya, rama beritahu yang lain untuk tetap menjaga nyala api dan bersiap-siaplah" perintah laki-laki itu
"baik" ucap rama. Rama segera memberitahu yang lainnya tentang apa yang akan mereka hadapi selanjutnya
"tapi aku tidak mau meninggalkanmu, aku tidak bisa kehilangan kalian" ucap wanita itu
"aku berjanji akan selamat dan akan kembali" tegas nya.
melihat kegigihan suaminya membuat wanita itu tidak mampu menolak meski dalam hatinya tidak rela "baik jika kau sudah berjanji, aku akan pergi dan aku juga akan melindungi anak kita dengan nyawaku"ucap wanita itu
__ADS_1
sebelum pergi ayah V memeluk dan mencium V "V tumbuhlah dewasa, jadilah sosok yang pemberani dan bertanggung jawab" air mata mengalir di wajah ayah V.
Dengan berat hati ibu V kemudian pergi membawa V dari perkemahan berlari sejauh mungkin, ibu V melihat dari kejauhan para zombie sudah mengepung perkemahan, sangat disayangkan tiga zombie mencium keberadaan ibu V mereka berhasil mengejar ibu V, ibu V lalu berlari dengan sangat kencang jalanan yang terjal dan hujan lebat membuat dia tergelincir, V dan ibu nya terjatuh, meski penuh lebam dan luka karena terbentur bebatuan lembah tidak membuat Ibu V menyerah, Dia memaksakan dirinya untuk berdiri lalu mencari V yang terlepas dari pangkuannya, seketika ibu V kaget karena melihat darah yang banyak di sekujur tubuh V, sesuatu berhasil melukai kepala V hingga bercucuran darah dengan perasaan bersalah, bingung dan gelisah ibu V menggendong V "Maafkan ibu anakku" ucapnya pilu air matanya keluar dengan derasnya perasaan ingin menyerah terlintas dipikirannya.
Bagaikan sebuah keajaiban ibu V melihat ada perkemahan tidak jauh dari posisinya saat ini, ibu V segera pergi menghampiri perkemahan setelah mendekat perkemahan itu merupakan perkemahan para tabib dan para tabib tengah tertidur pulas, ibu V mengendap-endap dan menaruh V di atas salah satu gerobak yang terpakir di sana
"V maafkan ibu karena tidak bisa melindungimu, ini adalah upaya terakhirku" ibu V mengalungkan benda di leher V dan mencium V "ibu dan ayah mencintaimu kami sangat mencintaimu, maafkan ibu, ibu harus pergi meninggalkanmu” guman ibu V.
Dengan berat hati ibu V pergi meninggalkan anak yang sangat dicintainya demi melindungi sang buah hati ibu V mengorbankan dirinya sendiri menjadikan dirinya sebagai umpan para Zombie agar menjauh dari tempat keberadaan V.
“tidak ibu kumohon jangan lakukan ini jangan tinggalkan aku sendirian ibu kumohon kembali” ucap V melihat ibunya yang berlari menjauh, dengan perasaan teramat sakit air mata sudah tak tertahankan, V berteriak sekencang-kencang nya berharap orang itu mendengarnya dan berbalik kearahnya.
V lalu terbangun dari Mimpi Buruk nya, keringat dingin mengalir di seluruh tubuhnya badan nya begetar hebat, wajahnya pucat Pasih, V meraba laci kecil yang berada di sebelah ranjangnya dan memeluk erat kalung pemberian ibunya, Mimpi Buruk yang memisahkan dirinya dengan orang tuanya kembali menghantui dirinya.
terimakasih karena telah meluangkan waktu untuk membaca karya Author, mohon dukungannya dengan cara like, coment dan vote, dan tolong jangan kemana-mana ikuti perjalanan V selanjutnya . see you!
__ADS_1