
Pertemuan dan perpisahan adalah takdir yang tidak bisa kita ubah, sekuat apapun kita menghindar sebanyak apapun air mata yang menetes, tidak akan mengembalikan perpisahan yang terjadi
Di keheningan malam yang panjang tetes demi tetes air mata membasahi pipi V, Mimpi Buruk yang memisahkan dirinya bersama orang yang begitu dia cintai kembali menghantui, perasaan sakit yang teramat sangat membuat V tenggelam pada deraian air mata, suara langkah kaki yang lembut membuat V berhenti menangis, sosok wanita separuh baya itu menghampiri V dengan membawa lilin di tangan kanannya "kenapa V apa kau bermimpi buruk lagi?" ucap wanita itu lembut
"ibu asuh maaf aku telah membangunkanmu" ucap V kepada wanita itu merasa bersalah karena telah membangunkannya.
"Tidak apa V, aku bahkan belum tidur, sebagai ibu angkatmu aku juga menyayangimu aku tidak ingin kau terus berlarut dalam kesedihan, jika memang terlalu sakit kau harus mencoba merelakannya, tapi kau juga harus ingat selalu ada hal yang bisa diambil dari setiap kejadian, dengan mimpi mu itu setidaknya kau masih bisa melihat mereka walau hanya lewat mimpi, bukankah itu hal yang patut kau syukuri" ucap ibu asuh.
"Iyah ibu asuh aku tahu, tapi hatiku selalu sakit" ucap V
"tidak apa-apa pelan pelan saja, aku tahu kau mampu, kau sudah bertahan sejauh ini kau pasti lebih kuat kedepannya" ucap ibu asuh
"baik ibu asuh, aku akan berusaha, terimakasih telah merawatku dengan begitu tulusan, ibu asuh kau tidak akan pernah tergantikan" ucap V lalu memeluk ibu asuh seperti yang selalu dia lakukan sejak kecil.
V kini berusia enam belas tahun dia ditemukan Widuri ketika usianya sekitar empat tahun, dia tidak mengingat siapa nama ibu dan ayahnya bahkan lupa dengan wajah kedua orang tuanya, dan saat ini V tinggal bersama Widuri seorang wanita berusia empat puluh lima tahun, Widuri adalah seorang tabib di kota Amora dan memiliki Balai Pengobatan sendiri juga memiliki panti asuhan.
-_-
Keesokan paginya suara nyaring bibi Ling dan ketokan pintu yang keras membuat telinga V seakan mau pecah itu membuatnya terbangun
"V bangun ini sudah siang, sampai kapan kau akan tidur, hari ini banyak hal yang harus kau kerjakan" perintah bibi Ling, seorang perempuan berusia tiga puluh tahun teman baik widuri dan juga orang yang bekerja bersama Widuri di balai pengobatan, bibi Ling bertugas merawat anak kecil yang masih bayi dan juga bertugas pengiriman obat ke toko-toko, hal yang paling dihindari dari bibi Ling adalah suaranya yang terlalu keras dan melengking, dia juga paling cerewet setiap anak yang bangun terlambat mereka akan bernasib sial.
Bagi anak-anak baru mereka mungkin tidak akan tahan dan langsung menurut, tapi tidak dengan V yang sudah terbiasa, saat ini V hanya ingin melanjutkan kembali tidur nya
"akh jadi kau tidak akan bangun, padahal hari ini aku ingin mengajar kan resep baru, baiklah kalau kau tidak ingin aku akan pergi" ucap bibi Ling
__ADS_1
Mendengar perkataan itu V segera bangun dan beranjak dari tidurnya lalu membuka pintu "ada apa bibi Ling apa kau mencariku” ucap V sambil mengucek-ngucek matanya berpura-pura bahwa diri nya baru bangun.
“Aku berniat mengajarkan resep baru, tapi kau tidak mendengarku dari tadi, aku sudah tidak berselera untuk mengajarimu hari ini” ucap bibi Ling hendak pergi
“bibi Ling yang paling cantik kau kan tahu aku memang selalu bangun siang, kau jangan marah yah” ucap V memohon
“Hemz, baiklah kalau begitu kau sekarang pergi antar obat ketempat paman Tong Mu, nanti akan ku ajari resep baru” ucap Bibi Ling
“siap laksanakan, aku segera berangkat” ucap V.
Ketika bibi Ling menuju dapur Zara langsung menghampirinya “apa kau bertengkar lagi dengan V” tanya Zara penasaran, Zara adalah pegawai Widuri dia bertugas meracik obat dan juga memasak.
“tentu tidak, sekarang aku tahu kelemahan V beri dia iming-iming resep baru dia akan menurut” ucap bibi Ling
Semua orang yang ada di dapur tertawa V memang seperti itu paling semangat kalau belajar hal hal yang baru apalagi penuh tantangan
"widuri, kau beruntung menemukan V, V membuat balai pengobatan dan panti ini penuh warna, wajah nya yang tampan seperti rembulan, mata biru nya sebiru langit, rambut keemasan, badan yang tinggi, jika aku masih muda aku ingin menikahinya” ucap Mirna, Mirna merupakan pegawai Widuri yang bertugas mengurus keuangan
“Hei kalian berhentilah menghayal, ingat umur” ucap Bibi Ling
Mirna dan Zara mengomel kepada Ling karena menghancurkan hayalan mereka, sedangkan Widuri hanya tersenyum melihat kelakuan mereka.
di Kota Amora V memang terkenal karena parasnya yang tampan, dia juga dikenal akan kecerdasan nya meski baru berusia enam belas tahun tapi dia sudah menguasai banyak racikan obat dengan level sulit itu membuat para wanita menjadi semakin kagum kepadanya,, banyak yang mengantri yang ingin menjadi pacarnya, setiap hari ada saja yang mengunjungi panti dengan alasan membeli obat hanya untuk bertemu V atau memberi surat cinta untuk nya.
-_-
Dengan bersemangat V segera berangkat menuju kota dan membawa obat-obatan tersebut kepada paman Tong Mu, tidak menghabiskan banyak waktu akhir nya V sampai di Toko paman Tong Mu
__ADS_1
"Selamat Pagi paman Tong Mu, aku mengantarkan pesanan tolong di cek" ucap V kepada paman Tong Mu
"kau selalu tepat waktu V, tak salah aku memilih balai pengobatan Widuri jadi langganan ku, kerjamu bagus ini uangnya, dan ini tips khusus untukmu" ucap paman Tong Mu
"terimakasih paman Tong Mu, aku senang bekerja sama dengan paman Tong, tak heran toko Paman Tong selalu ramai" ucap V tersenyum.
"haha V kau selalu membuatku senang, baiklah karena kau selalu membuatku tersenyum kuberikan tips tambahan" ucap Paman Tong Mu.
V lalu mengambil tips nya, paman tong memang senang di puji dan di goda dia juga mudah bergaul, V banyak belajar hal dari paman tong.
"V kata bos Eros ada projek baru, dan itu sangat menguntungkan Jika kau ingin cepat temui dia, aku sarankan kau jangan menolak aku rasa kau mampu melakukan tugas itu" rayu paman Tong Mu.
"baiklah, sekali lagi terimakasih paman Tong Mu, aku pergi" ucap V, V lalu pergi menuju kedai milik Eros.
.
Kehidupan di Kota Amora yang sangat keras membuat V menjadi seorang pemburu hewan langka di hutan Andalusia meski resiko nya tinggi namun bayaran nya Setimpal, mengingat bahwa pekerjaan sebagai tabib di Kota Amora tidak terlalu menjanjikan membuat V memutuskan mencari pekerjaan lain, Kota Amora yang merupakan daerah perbatasan dengan hutan Andalusia dimana hewan langka dan tumbuhan langka berjumlah paling banyak dari pada hutan lainnya, membuat warga Amora lebih banyak berprofesi sebagai Pemburu, Kolektor, Mafia, Tentara Bayaran, bahkan Bandit dunia gelap adalah hal yang biasa bagi penduduknya.
.
Setelah berjalan melewati beberapa toko dari toko paman Tong Mu akhirnya V sampai di markas rahasia Eros, Eros adalah seorang bos kolektor terkenal dan terbesar di kota Amora siapapun pasti mengenal Eros, wajah garang, rambut merah, mata besar dengan warna hitam, kulit coklat, badan kekar dan tinggi, usianya sekitar 35 tahun, Markas Eros dilengkapi dengan berbagai fasilitas dimulai dari bar minuman, tempat judi dan transaksi hewan langka atau tumbuhan langka dan tempat lelang.
.
V memasuki Markas Eros lalu menyapa para senior yang ada disana, V lalu berjalan ketempat dimana dia selalu duduk, tempat itu berada di pojok markas, dengan satu meja dan empat kursi, dua kursi saling berhadapan, di sampingnya terdapat sebuh jendela dengan ukuran lumayan besar, V duduk disana menunggu Eros datang ditemani satu gelas minuman berukuran sedang, seperti biasa V selalu melihat kearah luar jendela melihat hamparan bunga dandelion biru, bunga itu mengingatkan V pada seseorang, seseorang yang dia rindukan...
Bersambung
__ADS_1
terimakasih karena telah meluangkan waktu untuk membaca karya Author, mohon dukungannya dengan cara like, coment dan vote, dan tolong jangan kemana-mana ikuti perjalanan V selanjutnya . see you