Atlantasi

Atlantasi
Selamat tinggal


__ADS_3

Didalam keheningan yang panjang jantung Tasya berdebar dengan kencang kelinci yang mereka tunggu akhir nya datang perlahan kelinci itu memakan wortel yang mereka sediakan “akhirnya dia masuk kedalam jebakan kita” ucap Tasya dalam hati, dia lalu melirik V yang berada di samping nya Tasya menunggu V menjatuhkan jaring nya semakin lama V sama sekali tidak menjatuhkan Jangkar nya entah apa yang sedang V tunggu pikir Tasya, dengan suara perlahan Tasya memanggil V tapi V tidak meresponnya Tasya menjadi kesal dengan sedikit berteriak tepat disamping telinga V


seketika V kaget dan membuyarkan lamunannya "ada apa kau mengagetkanku" ucap V sedikit kesal


"kau sedang melihat apa? kelinci itu sudah memakan wortel nya, lihatlah itu hampir habis" ucap Tasya kesal


V lalu melirik kelinci itu dan V langsung melepaskan tali jebakannya bukk..suara jaring yang jatuh tepat mengurung Kelinci itu, Randy dan Chika keluar dari persembunyian, Randy langsung mengelurkan kandang untuk menaruh kelinci itu.


"V ada apa dengan mu hari ini kau berbeda dari biasanya mengapa tadi kau lama sekali?" ucap Randy bertanya dengan wajah sangat penasaran.


"maafkan aku, kali ini kita hampir gagal" ucap V sangat menyesal.


"tidak apa-apa kau baru kali ini bersikap seperti itu, berbeda dengan Randy yang sering mengacaukan setiap kita berburu" ucap Chika


"ouh seperti itu, lalu apa bedanya denganmu dengan tubuhmu yang pendek bahkan kau tidak bisa berlari lebih cepat dari aku, kau hanya bisa memegang obor" ucap Randy mengejek.


wajah Chika langsung memerah dan dia benar-benar sangat kesal.


"Bisakah kalian tidak berdebat karena, kalian bisa membuat para peri itu menyadari keberadaan kita, ayo pergi" ajak Tasya.


Baru beberapa melangkah mereka berempat di kejutkan dengan 2 orang peri, Sial dalam hati V satu peri saja kita sudah kelimpungan apalagi 2 kita akan benar-benar mati.


"cih hanya seorang anak kecil" gumam Rahfa


"Rahfa ikat mereka semua" perintah satu peri yang ada di sampingnya, dengan senyum sinis Rahfa mengeluarkan tongkat sihirnya dan merapalkan sebuah mantra tiba-tiba sesuatu bergerak dari dalam tanah sebuah batang pohon mengikat V dan ketiga temannya, seseorang yang bernama Rahfa itu ternyata memiliki sihir mengendalikan tumbuhan.


"baiklah, enaknya harus ku apakan kalian para pemburu, mati karena tertusuk pedang atau mati karena lilitan batang itu? hahaha" ucap Rahfa sambil tertawa puas melihat wajah mereka yang begitu ketakutan.


Tasya, Randy dan Chika sangat ketakutan keringat dingin mengalir disekujur tubuh mereka, wajah mereka begitu pucat dan tubuh mereka bergetar hebat, begitu juga dengan V tetapi, V berusaha untuk tetap tenang dan berpikir agar tidak mati hari ini.


Rahfa mengacungkan tongkat nya dan bersiap mengucapkan mantra dalam waktu bersamaan seorang wanita dengan rambut pendek berlari ke arah mereka wajahnya terlihat cukup pucat, wanita itu berkata kepada pemuda itu sekilas V mendengar kata Ednan lalu wanita itu berbisik sesuatu, orang yang bernama Ednan itu tampak kesal terlihat jelas dari ekspresinya dia berbicara kepada rahfa "rahfa ayo kita pergi, biarkan para manusia itu sebentar lagi akan ada peri lain yang mengurusnya"...


Laki-laki bernama Ednan dan teman-teman nya kemudian pergi meninggalkan V dan ke tiga temannya, dengan sedikit lega V lalu berusaha melepaskan ikatan mereka V lalu mengucapkan mantra wush sesuatu keluar dari tangannya berbentuk pisau V lalu berusaha memotong batang yang melilit dirinya ketika terlepas V lalu membantu teman-teman nya melepaskan diri.

__ADS_1


"Ayo kita bergegas dan pastikan kalian berlari tetapi, kalian tetap harus berhati-hati!" ucap V


dengan segera mereka mengikuti V tanpa bertanya apapun.


Secepat mungkin mereka berlari keluar dari hutan Andalusia tetapi, keberuntungan sedang tidak berpihak kepada mereka malam ini mereka bertemu dengan seorang peri yang lainnya, peri itu terlihat lebih dewasa dari sebelum nya dan pakaian yang dia kenakan jauh lebih mewah itu menandakan bahwa seperti nya peri ini adalah orang yang kuat atau orang bangsawan.


Tanpa berpikir panjang V menyuruh Randy dan yang lainnya untuk pergi terlebih dahulu “tidak kami tidak akan meninggalkanmu” ucap Randy begitu juga dengan mereka berdua


“Randy kumohon, dengan adanya kalian aku tidak akan sanggup melawan orang ini sendirian terlebih aku tidak memiliki cukup kekuatan untuk melawan peri ini” ucap V


“V kumohon kau jangan mengorbankan dirimu sendiri untuk kami” ucap Randy


“Aku berjanji akan kembali dengan selamat” Ucap V, melihat kesungguhan V membuat Randy tidak punya pilihan dan apa yang V katakan adalah sebuah kebenaran jika mereka tetap disana itu hanya akan memberi beban besar untuk V.


"apapun yang akan kau lakukan aku percaya kepada mu, berjanjilah kau akan segera menyusul kami" ucap Randy,


mendengar hal itu membuat V senang dan menjadi lebih percaya diri.


Randy lalu menjelaskan kepada Chika dan Tasya apa yang direncakan V meski mereka berdua sangat keberatan tapi ini adalah keputusan yang paling baik.


“Kami sudah bersusah payah untuk mendapatkan nya jangan berharap kau bisa merebutnya” ucap V


“kalau begitu aku tidak akan Ragu” ucap peri itu


Dengan cepat V melemparkan obor yang ada di tangannya ke wajah peri itu “sekarang” ucap V, Randy dan yang lainnya langsung berlari meninggalkan V.


Sang peri melihat api terbang ke arah nya dengan tenang mengibaskan nya Wushh gelombang angin yang tenang mematikan api itu diluar dugaan peri itu ada serangan dadakan sebuah kunai yang terbentuk dari air tiba-tiba menerjangnya dengan sigap sang peri langsung merapalkan mantra, sebuah cahaya hijau bersinar membentuk dinding menghancurkan kunai-kunai itu, peri itu melihat V dengan tatapan penuh pertanyaan..


“kau seorang manusia bagaimana kau bisa melakukan sihir?” tanya Peri itu.


V tidak menjawab apapun tatapan nya penuh kewaspadaan di tangan nya terdapat pisau yang tercipta dari sihir air, keringat dingin keluar di sela-sela badanya terlihat jelas bahwa V kelelahan.


Melihat V yang kehabisan tenaganya peri itu menghancurkan dinding pelindung nya “simpan tenagamu, aku tidak akan melawanmu?” Ucap Peri

__ADS_1


“Apa jaminan nya kalau kau tidak akan melawanku?” tanya V, didalam hatinya V sama sekali tidak percaya kepada peri itu.


“terserah kau percaya atau tidak, tapi aku benar-benar tidak ingin melukaimu” ucap Peri itu


“aku tidak mudah percaya kepada siapapun” ucap V


“baiklah aku akan membebaskan mu, tapi kau harus menjawab pertanyaan ku” ucap Peri itu


“Apa itu” tanya V


“bagaimana kau bisa memiliki kemampuan sihir yang kulihat kau hanya seorang manusia?” tanya peri itu


“Aku tidak tahu dari kecil aku sudah memiliki nya” ucap V


Peri itu tampak tidak puas dengan jawaban V tapi jika diperhatikan anak manusia ini memang tidak memiliki kontrol yang baik dalam mengendalikan sihirnya pikir Peri itu


“baiklah, kalau begitu kau sekarang boleh pergi, tapi kedepannya jangan mencoba untuk datang kehutan ini lagi, anggap saja saat ini adalah keberuntungan mu” ucap Peri itu


“Terimakasih karena Tuan membiarkan aku, untuk hal lainnya aku tidak akan berjanji padamu” ucap V


“Mengambil sesuatu bukan milikmu adalah perbuatan yang salah untuk apa kau melakukan hal itu?” tanya Peri itu


“Tuan terimakasih karena telah mengampuniku hari ini, tapi jangan berbicara seolah semua orang bernasib sama dengan mu, tidak semua orang memiliki keberuntungan itu” ucap V, V lalu pergi berlari meninggalkan peri itu sebelum peri itu berubah pikiran.


Beruntunglah peri itu benar-benar menepati janjinya dengan sangat lega dan bersyukur akhirnya V sampai di perbatasan hutan Andalusia dan kota Amora, Randy, Tasya dan Chika langsung berlari ke arah V ketika melihat V, mereka bertiga memeluk V dengan erat mereka semua bersyukur karena V baik-baik saja tanpa luka sedikitpun, Tasya tidak berhenti menanyakan kondisi V dengan pelan-pelan V menjelaskan bahwa dirinya baik-baik saja.


Setelah istirahat yang cukup mereka semua kembali ke Markas Eros dan Menyerahkan Kelinci itu kepadanya Eros sangat senang dan juga bangga sesuai dengan kesepakatan Eros memberikan mereka 10 Dinnar kepada masing-masing dan memberikan tambahan bonus 5 Dinnar.


Hari demi Hari telah berganti kini waktu nya V dan Ibu Asuh pergi meninggalkan kota Amora untuk beberapa tahun akan tetapi untuk waktu berapalamanya mereka pergi tidak dapat di pastikan, karena tujuan kepergian mereka saat ini adalah untuk V, Ibu asuh menginginkan V untuk belajar mengendalikan kemampuan sihir nya oleh karena itu ibu asuh membawanya berkelana membawa V kepada teman lamanya.


Meski terasa berat meninggalkan Amora tapi V juga menginginkan hal yang sama dengan ibu asuh V akhirnya berpamitan kepada keluarga nya yang ada di Panti dan ketiga temanya, semua orang menangis ketika melepas kepergian Widuri dan V melihat hal itu perasaan V menjadi begitu sedih akan tetapi V mencoba menguatkan dirinya untuk tidak bersedih karena itu semua demi dirinya “Selamat tinggal Kota Amora, Selamat tinggal teman-teman, selamat tinggal Semua” ucap V.


Ketika sudah jauh meninggalkan Amora V melihat kota itu dengan cukup lama tanpa dia sengaja V juga menatap hutan Andalusia yang sudah tumbuh bersama nya “selamat tinggal Aurora” ucap V dalam hati nya.

__ADS_1


terimakasih karena telah meluangkan waktu untuk membaca karya Author, mohon dukungannya dengan cara like, coment dan vote, dan tolong jangan kemana-mana ikuti perjalanan V selanjutnya . see you



__ADS_2