
Kembali ke Kampung Halaman
V menyusuri tempat yang dia kenali, Setelah 5 tahun pergi dari kota Amora, V merasa tidak ada banyak hal yang berubah dengan kota ini, kota ini masih tetap sama, Kini usia V 21 tahun, tinggi badannya 170 CM dan berat badan nya 59 kg, setelah istirahat yang panjang, V memutuskan untuk mengunjungi Kedai milik Eros.
Semua orang yang melihat V merasa semakin kagum, dulu dia masih Remaja ketika meninggalkan kota Amora dan sekarang V sudah besar semua orang menyapa dan menanyakan kabarnya. Seseorang yang sangat V kenal menghampirinya kemudian memeluk V.
"selamat datang kembali kawan, sekarang kau jauh lebih tinggi dari aku tapi kau menjadi kurus haha”
V balik memeluk Randy dengan erat nya dia benar-benar rindu dengan temannya itu hal yang paling dia syukuri adalah Randy tidak berubah sama sekali. Randy lalu mengajak V untuk minum yang dijawab dengan anggukan oleh V dan seperti biasa V hanya dapat minum satu gelas kecil.
"kau masih saja tidak bisa minum"
“Apa kau ingin membuatku mabuk?” mereka saling bertatapan kemudian tertawa bersama entah apa yang mereka tertawakan.
"jadi apa yang telah kau dapatkan setelah 5 tahun perjalananmu"
V menceritakan bagaimana dia belajar banyak hal tentang ilmu pengobatan dan juga sedikit mengembangkan ilmu sihir nya dia juga belajar ilmu bela diri.
"sepertinya perjalananmu sangat panjang dan mengesankan, aku bersyukur kau tidak berubah sedikitpun"
"tentu saja aku tidak akan berubah, aku ingin membuka balai pengobatanku sendiri, dan aku harap kau mau bekerja denganku" V menatap Randy dengan serius dan berharap Randy akan mengiyakan.
Randy cukup terkejut mendengar hal itu dia sangat senang karena akhirnya sahabatnya memiliki Balai Pengobatan sendiri akan tetapi, dia tidak cukup yakin dengan kemampuan nya dapat membantu V.
"aku percaya padamu. Bibi ling bilang padaku selama aku tidak pergi kau sering membantu panti dan belajar mengenai pengobatan kepadanya, aku sangat berterimakasih karena telah menjaga keluargaku selama ini"
"hha kau apa sih tidak perlu berterimakasih kepadaku, keluargamu adalah keluargaku juga"
"hha baiklah, dimana Tasya dan Chika aku tidak melihat mereka?" tanya V sambil melihat sekeliling.
"mereka sedang pergi ke kota, besok baru akan kembali, mereka pasti senang melihatmu kembali"
"syukurlah kalau mereka baik-baik saja, aku juga sangat berharap mereka bisa ikut bekerja bersama kita seperti dulu lagi" ucap V penuh harapan.
Seseorang menghampiri mereka dan ikut duduk bersama mereka bedua "hay V kau tumbuh dewasa dan semakin tampan" ucap Eros
"hay bos, lama tak jumpa kau terlihat masih sama tapi lebih sukses tentunya" ucap V
"Haha kau bisa saja.Jadi apa kau akan berbisnis lagi denganku, ada proyek yang besar kali ini"
"untuk saat ini aku ingin istirahat sebentar bos, aku ingin fokus mendirikan balai pengobatan"
"baguslah kalau begitu, aku turut senang untukmu kau semakin membuat aku kagum, kalau membutuhkan bantuan tidak usah sungkan datanglah kepadaku"
__ADS_1
"baik bos, aku pasti akan menghubungimu"
Setelah berjam-jam di kedai malam semakin larut, Randy sudah sangat mabuk, V lalu membawa nya kembali ke rumah nya.
V kembali ke panti melewati sungai yang bersebrangan dengan hutan Andalusia, V menengadah ke atas langit dilihatnya bintang bersinar dan juga bulan terang dengan sempurna.
V memalingkan wajahnya ke arah hutan andalusia dia lalu berjalan menuju hutan, hutan Andalusia begitu sunyi hanya ada suara serangga menghiasi malam dan juga kunang-kunang yang berterbangan V tertunduk dan melihat hamparan bunga dandelion biru di petik nya bunga itu lalu dia tiup.
"ketika aku pergi meninggalkan tempat ini aku berjanji akan selalu mengingatmu Aurora tapi kali ini aku bahkan lupa dengan wajah manismu, aku sudah lupa dengan senyuman yang menawan itu, aku sudah lupa dengan mata cantik itu, maafkan aku Aurora, kini aku mengerti aku harus melupakanmu dan membiarkan rasaku terbang bersama bunga itu" V memejamkan matanya butiran air mata membasahi pipinya, dia sudah benar-benar membuang perasaannya untuk seseorang yang selalu dia rindukan setiap harinya.
-_-
Untuk mewujudkan impiannya V membangun sebuah rumah dan dia menggunakan rumah itu sebagai Balai Pengobatan dan juga tempat tinggalnya. Rumah itu terdiri dua lantai, lantai dua terdapat 4 kamar dan dua kamar mandi, 3 kamar umum dan satu kamar utama.
Satu kamar umum digunakan oleh Randy, satu nya lagi oleh Reno dan Rama mereka berdua adalah adik V yang kembar identik usia mereka 15 tahun, sedangkan kamar umum yang satu digunakan sebagai cadangan apabila ada pasien yang harus rawat inap.
Sedangkan untuk Chika dan Tasya kedua nya tidak tidur di Rumah V karena Rumah mereka jarak nya tidak terlalu jauh dari Rumah V.
Untuk lantai satu terdiri dari ruang makan, satu ruang tabib, satu toilet, satu gudang untuk menyimpan bahan-bahan obat, dan satu dapur.
5 bulan balai pengobatan itu telah beroperasi dan setiap hari nya balai pengobatannya itu selalu ramai, V bersama teman-temannya hampir tidak bisa beristirahat atau pun libur oleh karena itu kunjungan nya ke panti bisa terhitung jumlah nya.
Melihat teman-temannya sudah bekerja keras V memberikan Libur selama satu Minggu, Chika dan Tasya mengisi liburannya dengan pulang ke rumah mereka masing-masing, Reno, Rama dan V pulang ke Panti, Randy berjaga agar balai tidak terlalu kosong, V khawatir kalau ada pasien yang membutuhkan pertolongan jadi dia tidak membiarkan balai benar-benar kosong.
Selama liburannya di panti dia tidak benar-benar bisa tenang karena meninggalkan Randy sendirian, V berpamitan untuk pulang kembali dan syukur nya ibu asuh sangat mengerti V.
Sesampai nya V dirumah nya dia langsung mencari Randy dan mengajak nya makan bersama, V membawa beberapa makanan yang di masak oleh Ibu Asuh, Randy tampak senang dan menikmati makanan itu dengan lahapnya.
V mengeluarkan sebuah bingkisan dengan surat didalam nya untuk Randy, Randy mengerutkan alisnya dan bertanya apa itu, V menyuruh nya untuk membukanya sendiri.
"Aku kira hubungan kau dan Selena hanya sekedar kakak dan adik ternyata kalian menjalani hubungan yang tidak aku ketahui"
"V apa yang kau mengerti soal Cinta? Pengalaman mu jauh dibanding aku"
“Selena itu adikku seharus nya kau meminta persetujuanku sebelum berpacaran dengannya”
“haha kau ini kolot sekali, maaf deh aku tidak jujur padamu”
“Oke kali ini ku maafkan, Oya Kapan kau akan pulang?"
"Entahlah, bagaimana kalau kita berburu, kita sudah lama tidak berburu" ajak Randy
V juga rindu berburu sudah lama mereka tidak melakukan aktivitas itu, akhirnya mereka sepakat untuk mulai berburu malam ini, mereka lalu menyiapkan perlengkapan untuk berburu, setelah malam mulai gelap V dan Randy bergegas pergi ke hutan andalusia.Sesampai nya disana mereka langsung memasang jebakan.
__ADS_1
setelah beberap lama hewan buruan sama sekali tidak ada, karena merasa malam menjelang pagi akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kembali kerumah dan mencoba peruntungan dihari yang lainnya.
Ketika diperjalan dari kejauhan V dan Randy melihat satu orang bertudung hitam sedang berkelahi dengan 6 laki-laki, ke enam orang itu terlihat seperti bandit.
Dalam waktu bersamaan keenam bandit itu menghunuskan pedang nya kepada orang yang bertudung itu. Dengan cepat V berlari kearah orang itu dan menangkis serangan keenam badit.
Randy tampak melongo karena tidak percaya dengan ilmu peringan badan yang V miliki, dengan segera Randy menyusul V, sayang nya orang yang bertudung itu sudah tidak sadarkan diri akibat banyak luka yang dia dapat.
"Randy kau bawalah orang itu, biarkan aku yang menghadang mereka"
"tapi V luka dibagian perutnya sangat dalam, aku harus mengehentikan pendarahannya terlebih dahulu"
V menggunakan mengerti, perhatiaan nya saat ini tertuju keenam badit itu yang menatap wajahnya dengan ancaman.
"haha hei kau bocah kecil kau pikir siapa dirimu berani nya kau menantang senior seperti kami" ucap salah seorang bandit itu, semua bandit itu membawa pedang, mereka bertubuh kekar dan bermuka garang.
"baiklah kalau kalian memaksa, jangan salahkan aku kalau aku tidak memberi ampun, swords" ucap V, seketika air berbentuk pedang muncul di genggaman tangan V.
mereka semua tampak terkejut tapi tidak membuat mereka gentar sedikitpun, satu persatu bandit itu menerjang V tapi tidak berhasil melukai segorespun bahkan V tidak beranjak dari tempatnya.
"bocah sialan, kita lawan saja dia secara bersamaan" ucap salah seorang bandit.
Mereka lalu menghunuskan pedang nya ke arah V secara bersamaan, dengan satu gerakan V Menusukkan pedang nya ke kaki para bandit itu, para bandit itu kemudian terjatuh, seketika itu V mengarahkan pedang nya ke leher salah satu bandit
"kalian akan melawan tapi nyawa kalian melayang, atau kalian akan pergi dengan suka rela" tanya V mengancam
"maafkan kami, kami pergi" dengan terpincang-terpincang para bandit itu segera berlari meninggalkan mereka.
Setelah para bandit itu pergi V langsung mengahampiri Randy kemudian melihat luka orang itu "kerja bagus Randy"
V meletakan tangannya kebagian Luka orang itu dan mengucapkan mantra "harsa" cahaya kuning menyelimuti bagian luka orang itu perlahan darahnya berhenti mengalir.
"kurasa sudah cukup"
"V seperti nya luka nya sangat dalam"
"iyah, dengan luka yang seperti ini dengan sihir ku tidak akan cukup, kurasa kita harus membawa nya ke rumah".
Mereka berdua pulang ke rumah V membawa orang itu dengan menggendong nya sampai ke rumah, sesampainya di balai V melatakan orang itu di ruang pengobatan.
"kita harus membuka baju nya untuk membersihkan lukanya, Randy tolong bawakan aku air dan kain”
Perlahan V membuka jubah orang itu, tangan nya begitu kecil seperti wanita dia juga memiliki rambut berwarna ungu panjang, ketika V mencoba membersihkan bagian lukanya dia merasakan sesuatu yang cukup aneh V yakin bahwa dia adalah seorang wanita, V menatap orang itu dengan begitu lamanya dia adalah seorang tabib dan sudah kewajiban nya dia menolong pasien, tapi dia begitu ragu.
__ADS_1