Atlantasi

Atlantasi
Super Stone


__ADS_3

Malam yang sunyi angin berhembus kencang, gemuruh-gemuruh kecil halilintar menandakan akan segera hujan, Ednan menatap langit yang jauh diatas, Ednan merebahkan tubuhnya diatas rumput, dadanya terasa sedikit sesak, ketika tiba-tiba sesuatu yang bergerak cepat mendatanginya


"hai ednan sayang kita bertemu lagi, aku senang kau datang tepat waktu, apa kamu merindukan aku?" ucap iblis wanita itu menggoda.


meski Wanita itu adalah iblis tapi paras nya cantik, tinggi badannya 170 cm, rambutnya merah panjang sama panjangnya dengan gaun hitam yang ia kenakan, warna bola matanya merah Semerah rambutnya, iblis ini adalah iblis vorm yaitu iblis yang bisa merubah dirinya menjadi apa saja yang dia inginkan, dengan cara menyentuh darah makhluk hidup yang dia inginkan.


"cepat jangan basa basi lagi, apa yang bisa ku percaya darimu?" ucap ednan ketus, Ednan sangat tidak ingin berlama-lama duduk bersama dengan wanita itu


"haha kau tidak usah sekasar itu padaku, aku tahu kau sudah mencari super stone kan? kau tidak bisa menemukan dimana batu itu kalau kau tidak berkerjasama denganku"


"lantas apa yang harus membuatku percaya kepada mu?"


"Baiklah kalau kau tidak percaya, kau cari saja batu itu, aku yakin Rajamu tidak akan memberitahu mu?"


Ednan tidak tahu bagaimana wanita itu dapat membaca pikirannya, kenyataannya memang tidak ada seorang pun di kerjaan peri yang dapat membantunya, dengan ketus ednan meminta wanita itu untuk menjelaskan secara rinci Super Stone itu.


"dahulu ada satu batu berwarna merah kekuatannya sangat luar biasa, bahkan cahaya nya dapat menyinari separuh bumi, mereka menamainya super stone. Yang dapat mengendalikan super stone itu adalah bangsa peri, peri terkuat yang pernah ada dan tak ada satupun mahkluk hidup yang dapat mengendalikan kekuatan super stone, banyak yang mencoba tapi pada akhirnya tubuh mereka hancur lenyap begitu saja, sang peri terkuat amat sangat sombong di Atlantasi, dengan kekuatan Super Stone peri menguasai seluruh Atlantasi bahkan kerajaan iblis juga ingin dia kuasai, akan tetapi, raja iblis tidak mau di tindas jadi dia mengambil tindakan untuk melawan peri itu, tapi sayang kekuatan raja iblis tidak sebanding, hingga akhirnya raja iblis di kutuk di istana nya sendiri, tidak bisa keluar dari kerajaan nya. Bangsa manusia, peri dan sirent mereka mulai berkoalisi melawan peri terkuat, mereka melakukan siasat dan menjebak peri itu, hingga akhir nya peri itu terkalahkan, setelah semua berakhir mereka sepakat untuk menghancurkan super stone itu tapi batu itu terlalu kuat sehingga hanya bisa di bagi menjadi tiga kepingan, satu kepingan di simpan oleh peri, satu kepingan di simpan oleh Sirent dan satu kepingan yang lainnya disimpan oleh manusia"


Mendengar penjelasan dari wanita itu membuat Ednan sedikit tercengang tapi dia menyembunyikan keterkejutannya dengan baik


"apa keuntungannya bagi kalian membantuku? Kalian bukan hanya sekedar ingin membantuku bukan?"


"kau memang sangat cerdik, tentu saja kami ingin imbalannya, kami hanya ingin kau gunakan kekuatan itu untuk membuatkan planet baru, kami ingin memisahkan diri dari kalian"


Ednan merasa tidak cukup percaya dengan alasan iblis itu.


"kami tidak ingin selamanya dianggap hina oleh kalian jadi kami ingin pergi dari planet ini dan mencari tempat kami sendiri" ungkap iblis itu


"baiklah, tapi aku masih perlu memikirkan nya" ucap ednan tegas


"Tentu saja Honey, jika kau memang memutuskan untuk maju, aku akan menunggumu di gerbang iblis, kau panggil saja aku, aku akan datang kepadamu"


"tadi kau bilang tidak ada satu makhluk yang bisa mengendalikan kekuatan itu, lantas untuk apa mencari kekuatan itu?"

__ADS_1


"Kalau kekuatan mu biasa kau tidak bisa, tapi lain ceritanya kalau kau menjadi peri terkuat"


Ednan berpikir kerasa melihat bahwa dirinya tidak cukup kuat saat ini, tentu saja itu membutuhkan kurun waktu yang lama untuk menjadi yang terkuat


"honey jangan terlalu gusar, nanti akan ku beritahu caranya, tapi tidak hari ini"


Ednan menatap geram pada iblis itu Ednan berpikir bahwa Iblis itu sedang mencoba menipunya denga berbagai kata kasar dan makian Ednan melontarkan kekesalannya.


"Haha” Wanita itu tertawa kecil ketika melihat Ednan memaki dirinya “tenanglah Honey, aku janji akan memberi tahumu ketika kau berkunjung ke tempatku, saat ini waktu ku tidak banyak” ucap nya sambil pergi dengan cepat nya seperti hembusan angin yang tidak terlihat.


Ednan pergi meninggalkan hutan dan kembali ke kediamannya, keesokan harinya Ednan mengunjungi perpustakaan Peri dan hasilnya nihil tidak ada satu buku yang menceritakan tentang Super Stone, Ednan lalu bertanya kepada kakek nya, Kakek Ednan lebih tua dari Raja Loise atau Charles tapi kakek Ednan juga tidak tahu, selama satu Minggu Ednan mencari informasi tentang Super Stone tapi tidak mendapatkan apa-apa Ednan memutuskan untuk memanggil Mark, Rahfa dan Luzzy untuk segera datang.


****


Mark sejak remaja sudah bekerja sebagai pengawal Pribadi Larissa Morice, hubungannya dengan Larissa sangat dekat, Larissa menganggapnya sebagai kakak laki-lakinya, melihat Mark yang membereskan barang nya membuat Larissa bertanya-tanya


"Mark kau mau pergi kemana?"


"kau jangan berbohong padaku, kau bilang kepada ayah akan cuti panjang, kau biasanya bilang padaku?" ucap Larissa kesal


"aku hanya akan berlibur sebentar, dan sebaiknya kau tidur, hari sudah malam" perintah Mark kepada Larissa. Larissa tidak menggubrisnya dan tampak sangat kesal


Mark tersenyum geli melihat wajah kesal yang Larissa berikan kepadanya, membuat dirinya ingin sekali mecubit pipi putih dan kemerahan itu "hey tuan putri jangan cemberut begitu, aku hanya pergi sebentar, jaga dirimu" ucap Mark sambil mengacak rambut Larissa. Dengan santai Mark berlalu meninggalkan Larissa.


***


Rahfa adalah sahabat ednan usia mereka tidak cukup jauh, rambut Rahfa berwarna coklat panjang sedada, bola matanya berwarna ungu, tingginya 185 cm, berat badan nya 80 kg, kemampuanya dapat mengendalikan elemen air, api, tanah dan tubuhan dia bekerja sebagai guru dan konsultan ahli sihir.


Luzzy adalah teman Mark dan juga Junior Ednan, usianya 50 tahunan, tinggi 168 cm, berat badan 60 kg, parasnya cantik, warna rambutnya orange sepundak, dia adalah tabib dan juga dapat berbicara dengan binatang.


Dengan berjalan beriringan Rahfa dan Luzzy sampai di kediaman Ednan dan itu adalah kejadian langka mengingat bahwa selama ini mereka tidak pernah akur, melihat kedua partner nya sudah datang Ednan mempersilahkan mereka untuk masuk dengan menghidangkan sejumlah makanan.


Rahfa melihat keseliling rupanya Mark belum sampai di kediaman Ednan waktu berlalu 15 menit lamanya Rahfa mulai gusar menunggu Juniornya dan seperti biasa Rahfa mulai mengoceh dengan beberapa umpatan yang tidak enak didengar ... lepp.. sesuatu tiba-tiba masuk kedalam mulutnya satu buah apel menyumpel mulut nya, Rahfa tampak kesal mendapatkan perlakuan itu dia ingin sekali memaki Luzzy tapi melihat Ednan membuatnya menahan diri.

__ADS_1


Karena tidak tahan dengan celotehan Rahfa Luzzy terpaksa menyuapi apel kepada mulutnya untuk membuat nya berhenti berbicara, meski sebenarnya Luzzy tidak Sudi menyuapi Rahfa tapi itu Efektif membungkam mulut Rahfa.


Tidak lama kemudian Mark sampai dirumah Ednan dengan wajah yang malu dan merasa bersalah berkali-kali Mark meminta maaf kepada para Seniornya itu dan Luzzy. Ednan sama sekali tidak mempersalahkannya begitu juga dengan Luzzy, tapi berbeda dengan Rahfa yang memasang wajah ketus.


Suasana seketika menjadi begitu serius ketika Ednan menceritakan segala hal yang dia tahu tentang Super Stone alasan mengapa Iblis Wanita itu menemuinya Ednan lalu menatap satu persatu partner nya itu meminta pendapat mereka tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


Tanpa basa basi Rahfa merasa itu adalah jalan yang sangat baik "ya kita bekerjasama saja dengan iblis itu, itu akan memberi keutungan yang banyak untuk kita" ucap Rahfa bersemangat


"sebentar ednan, aku paham keinginanmu, semua demi kebaikan bangsa peri, aku juga memiliki keinginan yang sama, tapi ini terlalu beresiko bekerja sama dengan iblis" ungkap Luzzy dengan wajah khawatir.


"aku setuju dengan Luzzy berdasarkan sejarah kita, Bangsa Peri dengan Iblis adalah yang paling bermusuhan, kita perlu pertimbangan yang sangat matang" jawab Mark


"haha itu karena kalian berdua lemah, apa yang perlu ditakutkan dari para iblis itu, kita lebih cerdas dari mereka, aku rasa ini adalah kesempatan yang bagus" ucap Rahfa bersemangat


"itu tidak ada hubungannya dengan kita lemah atau tidak tapi kita tidak bisa menyimpulkan dengan segampang itu" ucap Luzzy kesal


Perdebatan mulai bergejolak antara Luzzy dan Rahfa mereka berdua bagikan kucing dan anjing yang tidak pernah satu arah dan selalu bertengkar


“kalian berdua tenanglah” ucap Ednan menengahi "aku mengerti ini memang tidak bisa diambil dengan gegabah, seminggu ini aku telah berpikir sangat keras aku juga sudah mencari informasi tentang Batu Kuno itu tapi tak ada satupun informasi yang bisa aku dapatkan, dan aku rasa kita harus mengambil resikonya karena menurutku itu harapan terakhir kita" ucap ednan


"Ednan dan aku sudah mencari informasi kepada master Charles, master tidak tahu apa-apa dan itu hanya menimbulkan kecurigaan" ucap Mark


"baiklah kalau itu jalan terakhir kita, aku setuju untuk mengikuti rencana anda Master" ucap Luzzy


Rahfa menoleh ke arah Luzzy dan memberikan senyuman atas kemenangan nya diperdebatan mereka, tapi Luzzy masa bodo menanggapi laki-laki tua itu tapi pikirannya melebihi anak kecil.


Mark menganggukan kepalanya mantap menandakan bahwa dia juga setuju. Ednan tampak senang karena semua setuju mengingat itu adalah solusi terbaik saat ini, Ednan bersyukur dan berterima kasih kepada semua sahabatnya itu.


"jadi kapan kita akan berangat Master?" tanya Luzzy


"besok lusa, dan kita akan bertemu di hutan andalusia, dari sana kita akan bersama-sama berangkat menuju lautan segitiga bermuda" ucap Ednan.


Krek suara pintu terbuka tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka dengan tudung hitam yang basah kuyup terkena hujan lebat diluar. semua orang sontak kaget mereka bertanya-tanya siapakah itu? Apakah dia mendengar percakapan mereka? Apakah dia akan menghancurkan rencana mereka? haruskan mereka membunuhnya?.

__ADS_1


__ADS_2