
"Tidakk!! Sepertinya pertarungan antara harimau betina dan singa betina akan berjalan cukup seru!!" ucap Andy antusias.
PLAKKK!!!!
Shadow menampar Andy.
"Apa yang kau lahkukan! Jangan bercanda,pertarungan mereka bukan main main,ini mengenai harga diri seorang wanita" ucap Shadow.
"Kenapa kau begitu mengerti wanita?" tanya Andy curiga.
"Ti..tidak! Aku hanya sering mendengarnya saja.
Disisi lain,tepat di tengah ruangan dengan lantai berbentuk lingkaran berwarna hitam dengan bentuk bintang raksasa berwarna putih di dalammnya,Sasha dan Jennda saling beradu tatapan tajam.
"Kau akan bertarung dengan ku,kita anggap gambaran di lantai ini adalah sebuah arena,jika kau kalah maka dua pria itu akan menikah denganku dan menjadi budakku selamanya" ucap Jendda.
"Baiklah aku setuju!" jawab Sasha sangat serius.
"A..apa!? Dia tidak benar benar serius akan mempertaruhkan kita berdua kan!?" ucap Andy terkejut.
"Sasha!! Kenapa kau sangat bodoh dalam mengambil keputusan!! Cepat ganti taruhan kalian berdua!!" teriak Andy tak terima.
"Kenapa kau diam saja Shadow!! Apa kau ingin menjadi suaminya!?" tanya Andy yang melihat Shadow tak seheboh dirinya.
"Lalu? Apakah kau sudah sangat yakin jika Sasha akan kalah darinya? Dan akan menyerahkan sisa hidup kita untuk wanita besar itu?" tanya Shadow.
"Kau benar,Sasha itu gadis yang kuat,dia tak mungkin mudah dikalahkan" ucap Andy.
"Tapi Jennda itu juga terlihat kuat,dia adalah ksatria wanita,dan badannya juga sangat besar jika dibandingkan dengan Sasha" lanjut Andy.
"Jadi kita memiliki dua kemungkinan" ucap Shadow.
"Satu,Sasha akan menang dan kita dapat melanjutkan game" lanjutnya.
"Dan yang kedua,Sasha akan kalah dan kita akan menikah dengan wanita besar itu? Tidakk!!!" ucap Andy.
__ADS_1
"Tidak,sebelum Sasha benar benar kalah,kita akan membantunya" ucap Shadow.
"Bermain licik sesekali itu bukan masalah"
"Kau benar,itu rencana yang hebat" jawab Andy.
Kembali kepada Sasha dan Jendda.
"Baiklah aku setuju!" ucap Sasha yakin.
"Tapi? Bagaimana jika aku yang menang?" tanya Sasha.
"Hahaha karena itu sangat tidak mungkin,mana aku akan menyerahkan semua hartaku dan mengakui jika kau lebih sempurna dariku,walau hal itu termasuk kebohongan hahaha!!" ucap Jendda tertawa.
"Hem cukup menarik,tapi aku tidak menginginkannya" ucap Sasha.
"Hahaha sombong sekali kau menolak tawaran terbesarku" jawab Jendda.
"Lalu apa yang kau inginkan?" tanyanya.
"Ternyata dia sangat cerdas!" bisik Andy kepada Shadow.
"Baiklah,aku setuju,hanya sebuah tabung kecil tak berguna,bahkan kau juga bisa memiliki tahtanya sekaligus hahaha,tapi aku yakin itu tidak mungkin"
"Tunggu saja nanti!"
"Dua petarung akan bertarung di lantai hitam ini,boleh menjatuhkan lawan dengan cara apapun juga,siapapun yang pertama keluar dari lingkaran akan dinyatakan kalah,siapapun yang terbunuh duluan juga dinyatakan kalah" ucap seseorang dari pihak Jennda yang menjadi penengah.
"Pertarungan hidup dan mati?" tanya Andy lirih.
"Ini sungguh keterlaluan jika hanya untuk beradu kesempurnaan" lanjut Andy.
"Selain peserta tidak ada yang boleh mendekat pada jarak minimal 20 meter,jika melanggar maka pelanggar akan dieksekusi sebagaimana hukum berlaku" lanjut sang penengah yang diikuti dua algojo berpakaian hitam tertutup yang membawa rantai besar untuk dijadikan pembatas di sekeliling arena.
__ADS_1
"Jika seperti ini bagaimana kita akan membantunya? Dua algojo itu juga kelihatan sangat tangguh?" bisik Andy.
"Serahkan bagian itu padaku" ucap Shadow yakin.
"Baiklah!! Aku serahkan itu padamu!" teriak Andy yang membuat seisi ruangan tertuju padanya.
"Maksudku yeyy sorakan untuk pemenang hehe" lanjut Andy mencoba mencairkan suasana.
"Baiklah!!! Tidak perlu berlama lama!! Kita mulai saja duel antara nyonya besar kita Jendda Lioss dan seorang wanita yang berani menantangnya" ucap penengah dengan sangat dramatis.
"Siapa namamu nak?" tanya sang penengah.
"Sasha!!! Namanya Sasha!!!" teriak Andy yang dipandang sinis oleh Sasha.
"Yap betul!! Sasha sang penantang!" ucap penengah itu.
"Baiklah tidak usah berlama lama lagi!!"
"Pertandingan dimulai saat jarum jam itu tepat bersejajar di angka 12!!" lanjut sang penengah yang diikuti dengan semua kepala yang langsung tertuju pada jam raksasa dengan terlihat pukul 11:53 itu.
"Mulai!!!" teriaknya setelah tiga jarum jam itu sejajar,dengan diikuti bunyi lonceng dari jam raksasa itu.
Jennda dan Sasha sudah mulai bersiap untuk pertarungan mereka,Jennda menarik pedang besarnya dan bersiap untuk mengakhiri pertandingan begitupula dengan Sasha.
Tepat sebelum lonceng ke dua berbunyi,Sasha sudah terlebih dulu menyerang dengan kecepatannya,bertubi tubi dia mengarahkan tebasan ke wanita besar itu,lonceng masih berbunyi 9 kali namun serangan Sasha sudah tak terhitung jumlahnya.
TRANG!!!
"Ternyata kau lumayan juga" ucap Jendda setelah berhasil membuat Sasha terlempar dan menghentikan serangan agresif nya.
"Ini belum cukup!" ucap Sasha.
"Apa? Kau fikir aku juga merasa cukup!? Tentu saja tidak!!" teriak Jendda sambil menggenggam erat pedang miliknya yang seluruhnya dibuat dari logam itu.
"A..apa yang akan dia lahkukan dengan pedangnya!!?" tanya Sasha dalam hatinya ketika melihat sesuatu yang dilakukan Jennda.
__ADS_1