Atlantis Game

Atlantis Game
Episode 8


__ADS_3

Mereka berdua terus berlari menghindar dari cacing raksasa yang terus mengejar,mereka menuju ke bangunan segitiga itu,berharap menemukan tempat berlindung dari cacing Mongolia raksasa itu


GGGGGGGRRRRRTTTTT!!!!!!


Getaran hebat mereka rasakan,getaran yang ditimbulkan oleh cacing itu membuat mereka berdua semaik sulit bergerak cepat


"jika tidak segera mendapatkan tempat perlindungan kami tidak akan selamat,cacing itu semakin dekat! dan jika mati sekarang dengan cara ini,kematianku akan sia sia!"


"Andy!! Apa yang kau lahkukan!?" kata Sasha yang menghentikan langkahnya melihat Andy berhenti dan berbalik badan


"Aku! Aku akan membasmi monster gurun itu! Kau diam saja disitu!" kata Andy mengeluarkan pedangnya tanpa sedikitpun menoleh ke arah Sasha


"Tunggu! Kekuatanmu belum cukup untuk melawan monster sebesar itu!" kata Sasha berlari ke arah Andy dan meraih tangannya


"Tidak!! Pergilah!!"


Sebelum kata kata habis terucap,cacing raksasa itu menyembul keluar dari tanah tepat dimana Andy berpijak,Andy sangat beruntung saat itu,karena cacing pembunuh itu tidak sedang membuka mulutnya


"Andy!!!!!" Sasha berteriak memanggil nama Andy ketika pegangan mereka terlepas,sedangkan Andy,tubuhnya terlempar ke udara tepat diatas cacing itu berada


"Sangat tinggi!! Tekanan udara ini membuatku sesak!"


Andy kembali meluncur ke bawah bagai asteroid yang masuk ke atmosfer bumi,dengan susah payah dia menyeimbangkan tubuhnya dan menggenggam pedangnya,bersiap menebas cacing raksasa yang masih menggeliat di permukaan tanah itu


TRRRANGGG!!!


Suara keras terdengar saat pedang Andy menyentuh kulit cacing raksasa itu,seperti dua buah besi yang saling beradu,tak disangka kulit cacing raksasa itu sekeras batu,membuat Andy tak bisa melukainya


"Tidak bisa dilukai!?" kata Andy dalam hatinya dengan ekspresi terkejut,tubuhnya yang masih di udara jatuh dengan cepat menuju ke pasir


Sungguh tak ada yang menyangka bahwa cacing aneh yang kelihatan sangat lunak itu ternyata memiliki kulit sekeras batu,cacing itu menggeliat di atas pasir sebelum kemudian kembali masuk ke dalam tanah


"Andy!! cepat pergi dari sana!!" sasha berteriak,dia terlihat sangat khawatir dengan Andy yang masih terduduk di atas pasir tepat di tempat tenggelamnya cacing raksasa tadi

__ADS_1


Andy hanya menoleh tanpa bergerak,merasakan getaran hebat tepat di bawahnya,gigi gigi tajam itu mulai muncul di sekitar Andy bagai pagar yang tiba tiba mengurung Andy


"Andy!!" Sasha berteriak sambil berlari ke arah Andy,dengan cepat dia menuju ke arah pria itu,namun sayang,cacing raksasa itu telah terlebih dulu muncul ke permukaan dengan mulutnya yang terbuka lebar dan menelan Andy


°°


Sasha menghentikan langkahnya,berdiri mematung disisi lain hamparan pasir itu,melihat rekannya menjadi makanan kecil seekor cacing di gurun pasir,tanpa ia sadari setetes air mata jatuh ke pasir kering di bawahnya


Cacing itu kembali ke dalam pasir,dan beberapa saat kemudian dia muncul di dekat tempat Sasha berdiri,sebelum kemudian masuk kembali ke dalam pasir, dan kini kelihatannya cacing itu mengincar sang gadis untuk menjadikannya makanan penutup


GGGGRRRTTT!!!!


"Cacing sialan! Aku bersumpah tidak akan membiarkanmu hidup!" ucap Sasha sambil berlari ke arah getaran itu sangat terasa


Dan benar saja,cacing itu muncul tepat di samping sasha berdiri,Sasha melompat ke atas cacing itu dan mengeluarkan senjatanya,sebuah pistol cahaya yang dibentuknya dari spirit cahaya yang dimilikinya


HYYYUUUUNGG!!


Energi dengan cepat berkumpul di ujung pistol ditangan Sasha,membentuk bulatan cahaya berwarna biru terang,Sasha bersiap untuk melepaskan energi besar itu ke arah cacing yang berusaha meraih Sasha dengan mulut besarnya itu


Bola cahaya yang tepat mengenai tubuh cacing besar itu menimbulkan ledakan yang besar,membuat tubuh cacing itu terpelanting dan retak,sungguh kekuatan yang tak terduga dari seorang gadis GPC yang baru selesai diprogram


"Mati! Sudah mati!" kata Sasha lirih setelah menegakkan berdirinya sambil melihat cacing itu tak bergerak dengan bekas luka berbentuk lingkaran dengan retakan ditubuhnya


Sasha berjalan beberapa langkah ke arah cacing raksasa itu,berniat melihat keadaan Andy yang berada di pencernaan cacing raksasa itu,namun tiba tiba langkahnya berhenti ketika dia menyadari sesuatu


"Tidak! Dia belum mati!" Langkah Sasha terhenti sebelum benar benar mendekat ke arah cacing raksasa itu,dia menyadari bahwa bulu bulu di ujung tubuh bagian belakang dari cacing itu masih bergerak,yang menandakan cacing itu masih hidup


Sasha kembali mengambil pistolnya,mengarahkannya kembali ke tubuh cacing yang belum sepenuhnya mati itu


HHYYUUNG!!!


Energi kembali berkumpul,walau tak sebesar yang sebelumnya,energi Healt nya sudah banyak berkurang ketika melepaskan serangan pertamanya tadi

__ADS_1


Sasha melepaskan tembakannya,tanpa disangka cacing itu bergerak dan dengan cepat masuk ke dalam tanah,tembakan energi yang telah dilepas kini menjadi sia sia,target telah pergi dan tembakan itu meledak di atas pasir dengan percuma


"Sial!! Kemana dia!?" ucap Sasha yang geram dengan cacing Mongolia itu,dia menerka nerka kemana arah cacing itu pergi


Sebelum Sasha bisa menerka dimana cacing itu akan muncul di permukaan,cacing itu sudah terlebih dahulu memunculkan dirinya di dekat Sasha,yang membuatnya terjatuh terkena hantaman pasir saat cacing itu mengeluarkan tubuhnya


Cacing itu mengarahkan mulutnya yang terbuka ke arah Sasha yang masih tercengang disana,dan sebelum cacing Mongolia itu benar benar mendekat,gadis itu langsung menyingkirkan tubuhnya dari tempat yang ditargetkan oleh cacing itu


BLLAMM!!!


Sasha segera berdiri dan berlari menjauhi cacing itu,namun cacing Mongolia raksasa itu terus menuju ke arah gadis yang sedang berlari dengan sisa sisa tenaganya itu,dia seperti tidak ingin membiarkan gadis itu lolos darinya


"aku! aku tidak bisa melawannya lagi! data helat ku sudah banyak terkuras!" kata Sasha dalam hati sambil berlari dengan nafas yang terengah-engah


Cacing Mongolia raksasa itu masih mengikuti Sasha,dan kini sesekali dia menembakkan cairan asam dari mulutnya ke arah Sasha,dengan susah payah Sasha menghindari cairan asam itu sambil berlari menuju Piramida untuk berlindung,namun cacing raksasa itu bagai makin berambisi untuk menghabisi gadis itu dan dengan cepat mendekat ke arah Sasha


°°


Sasha masih berlari menjauhi cacing yang terus mengejarnya itu,dengan penuh harapan agar dia cepat sampai ke Piramida itu untuk mencari tempat berlindung,namun tenaga healt nya mulai berkurang lagi,larinya semakin tertahan dan mulai melambat dia memegangi dadanya yang mulai sesak sebelum akhirnya dia jatuh berlutut di hamparan pasir itu


"apakah aku akan meti disini!? mati ditelah oleh cacing gurun itu!? aku adalah pendamping yang bodoh! lemah! bahkan rekanku juga berakhir di tingkat ini! sungguh memalukan!" gumam Sasha dalam hati sambil memukulkan satu tinju ke pasir dibawahnya


Air mata penyesalan mulai berjatuhan,dia merasa tak berdaya di situasi yang ia hadapi,kedua kakinya sudah tak bisa menopang tubuhnya lagi,namun dia tak ingin menyianyiakan saat saat terakhirnya itu,dia mengarahkan pistolnya ke arah gundukan tanah yang bergetar itu,mengumpulkan energi di ujung pistolnya,walau tidak besar setidaknya dia akan merasa puas melawan cacing raksasa itu


Cacing itu memunculkan tubuhnya dengan mulut terbuka lebar, menuju ke arah Sasha yang hanya duduk terdiam sambil mengarahkan pistolnya ke mulut mesin pesin pembunuh itu,cacing Mongolia itu menuju ke arah Sasha sambil memutar tubuhnya dengan cepat


BRRRUUUKKK!!!!


Sebelum benar benar mendekat ke arah Sasha,tubuh cacing itu terjatuh ke hamparan pasir,diam tak bergerak,Sasha terkejut dan menurunkan pistolnya,kemudian dia mengamati dengan jeli tubuh cacing itu


"Sudah mati? Tapi.." Sasha yang masih terduduk itu tak percaya dengan apa yang dilihatnya,dia masih mengamati tubuh cacing raksasa itu dengan sejuta pertanyaan


Saat dia mengamati dengan seksama pada bagian tubuh cacing Mongolia tepatnya pada retakan besar itu dia mendeteksi adanya sedikit pergerakan

__ADS_1


"apakah dia masih hidup!?" kata Sasha dalam hati dengan rasa was was,kemudian dia kembali mengarahkan pistol ke arah retakan yang bergerak itu


Dan dia memperhatikan sesuatu yang keluar dari retakan pada tubuh cacing itu,setelah dia melihat dengan jelas dia terkejut sekaligus sulit percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu


__ADS_2