Awal Yang Manis Berujung Pahit

Awal Yang Manis Berujung Pahit
10


__ADS_3

Saat aisyah, memasuki pelataran fakultasnya terlihat Lia, teman satu jurusan dengannya berlari menghampiri aisyah.


"syah," panggil lia. Aisyah yang sedang berbalas pesan dengan ridho lekas menoleh mencari sumber suara.


"oh, hai lia. Kenapa??" tanya aisyah


"cie ciee.." ujar lia dengan ekspresi mengejek membuat aisyah bingung


"cie cie apa sih.. Nggak jelas ah." kata aisyah


Lia menoel-noel pipi aisyah, membuat sang empu kesal segera menepis tangan lia.


"kamu lupa minum obat ya atau karena lapar, makanya tingkah kamu jadi kayak gini." kata aisyah dengan perasaan dongkol, paginya yang begitu cerah harus terganggu dengan tingkah tak jelas milik lia.


"hehehe, bercanda syah. Gitu aja ngambek."


"kamu juga nggak jelas." balas aisyah


"kamu lamaran sama ridho ya" tembak lia langsung, membuat aisyah terdiam.


Pasalnya, lamaran kemarin masih dirahasiakan sampai hari pernikahannya yang masih lumayan lama.


"dihh, ngaco banget.. Dapet berita darimana??" tanya aisyah yang sedikit penasaran


"seriusan,, dilambe kampus udah ramai tau, coba aja buka"


Segera aisyah mencari akun lambe kampus tempatnya belajar, dan benar saja terdapat berita tentang dirinya yang melakukan lamaran disertai dengan bukti nyata berupa foto dirinya bersama ridho saat melakukan pemasangan cincin.


"siapa yang nyebarin??" tanya aisyah pada lia.


Yang ditanya hanya menggelengkan kepala, karena dirinya memang tidak tahu menahu tentang itu.


Aisyah berpikir, siapa siswa kampus yang dirinya undang saat lamaran. Hal itu langsung tertuju pada dinda yang hadir mendampingi dirinya.


"dinda.. Duhh, pasti kerjaan dia. Aku lupa kasih tau kalau ini masih rahasia." kata aisyah


"emang kenapa kalau yang lain pada tau?" tanya lia seraya mengikuti langkah aisyah memasuki kelas matkul pertama


"ya nggak kenapa-kenapa.. Malu aja, diliatin." aisyah tertunduk lesu, saat memasuki kelas dirinya dilihat oleh teman satu angkatannya yang berada didalam kelas.


"diihh, bawa enjoy aja tau. Pura-pura nggak tah aja. Daah, bereskan." lia memberikann saran yang menurut aisyah tidak membantj sama sekali.

__ADS_1


Tak lama muncul kedatangan dinda yang langsung menghampiri aisyah dengan wajah bersalah.


"syah, maaf.. Aku nggak tau kalau berita ini bakal muncul. Kemarin waktu aku balik dari rumah kamu, nggak sengaja ketemu sama ketua lambe." jelas dinda


"nggak apa-apa.. Udah kesebar juga." jawab aisyah dengan tersenyum


"beneran??" tanya dinda memastikan jika sahabatnya tidak marah


"iya.. Udah, sekarang kamu duduk. Itu dosen udah datang." tunjuk aisyah pada dosen yanang baru masuk


Dinda segera mengambil posisi duduk disebelah aisyah.


****


Ridho saat ini dicerca dengan berbagai pertanyaan oleh teman-temannya.


"seriusan, bro. Lo ngelamar aisyah??" tanya bayu


"dapat berita darimana sih lo semua??" kata ridho


Angga lekas membuka akun lambe kampus mereka, dan menunjukkan foto lamaran dirinya dengan aisyah.


"benerankan,, nggak mungkin akun lambe bikin gosip kayak gini kalau nggak ada bukti." ujar angga membuat ridho berdecak kesal.


"duuhh.. potek hati abang, dek. Ternyata, lo tega nikung temen sendiri bro. Sakit hati ku" bayu mulai mengeluarkan acara drama kolosalnya.


"nggak jelas banget hidup gue, punya temen gini amat yak." jawab ridho menghela napas kesal.


"weeees,, sorry bro, bukan temen gue itu." elak angga.


"jangan lupa, undang gue waktu nikahan. Kapan nikahannya??" tanya bayu


"akhir tahun atau nggak awal tahun.. Aisyah masih mau nikmatin masa gadisnya. Lagian bentar lagi gue mau sidang, jadi mau fokus kesitu dulu." jelas ridho membuat keduanga mengangguk paham.


"ya udahlah, gue juga masih pusing mikirin ni skripsi kagak kelar-kelar. Kesel gue!!" balas angga


"gue males mikir. Lulus ayok, kagak lulus ya ngulang lagi." kata bayu membuat ridho serta angga kesal


"laper, gue mau kekantin.. Lo berdua mau ikut, gue traktir." ajak ridho yang langsung disambut dengan sukacita oleh keduanya


"alhamdulillah, rejeki anak sholeh." ucap bayu dibalas anggukan oleh angga.

__ADS_1


Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kantin yang berada disebelah gedung fakultas mereka.


"eh, eh bro..itu aisyah sama dinda bukan, lagi digodain sama anak sebelah." bayu menarik kerah baju milik ridho agar berhenti.


Fokus ridho teralihkan pada objek yang ditunjuk oleh bayu, terdapat aisyah dan dinda yang terlihat tidak nyaman.


Lekas ridho menghampiri keduanya.


"syah??" panggil ridho


Panggilan tersebut menarik atensi tiga pemuda yang sedang memegang tangan aisyah.


"lepas.. Ngapain lo pegang-pegang tangan tunangan gue??" gegas ridho menepis tangan pemuda tersebut agar terlepas dari tangan aisyah.


"sorry, dho.. Gue nggak ada maksud, gue cuma mau nanyain nama dia doang kok." jawab salah satu teman pemuda yang memegang tangan aisyah.


"pergi lo, awas kalau gangguin tunangan gue lagi. Habis lo bertiga." ancam ridho membuat ketiganya segera meninggalkan kantin.


Ridho berbalik melihat aisyah, matanya memeriksa apakah aisyah terluka atau tidak.


"kamu nggak papa kan??" tanya ridho


"aku oke kok mas, makasih ya udah nolongin aku sama dinda" jawab aisyah membuat ridhl menghela napas lega.


"iya.. Kalian berdua baru mau makan atau udah mau balik??" tanya ridho


Bukan aisyah yang menjawab, melainkan dinda yang tadinya masih terdiam.


"baru mau makan mas, cuma tadi pas mau pesan kami dihadang sama yang tadi."


"ya udah, ayok makan bareng.. Ridho yang traktir." balas bayu


Aisyah dan dinda mengangguk setuju, duduk bersama ketiganya.


"mau pesan apa??" tanya angga


"samain aja" jawab ridho membuat angga segera memesan makanan serta minuman milik mereka.


20 menit kemudian, angga muncul bersama seorang pria yang membantu dirinya membawa minuman.


"thanks bro" kata angga dibalas anggukan oleh pria tersebut.

__ADS_1


Lekas ridho membantu angga meletakkan piring berisi nasi, mangkuk berisi soto serta minuman milik mereka masing-masing.


"mari makan." ujar bayu yang mulai menyuapkan nasinya diikuti oleh yang lain.


__ADS_2