Awal Yang Manis Berujung Pahit

Awal Yang Manis Berujung Pahit
Kabar


__ADS_3

Aisyah terbangun saat mendengar suara azan subuh, masih menahan kantuk dirinya berusaha bangkit menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Setelah keluar dari kamar mandi, terlihat wajah aisyah lebih segar.


Dengan segera dirinya melaksanakan sholat subuh, setelah selesai tak lupa juga aisyah menuntaskan bacaannya yang kemarin sempat tertunda.


tok tok tok


"syah, udah selesai nak??" panggil sang mama dari luar setelah mengetuk pintu.


Terdengar sahutan dari dalam, "udah mah. Tunggu bentar ya."


Terlihat aisyah melepaskan mukenah yang digunakan, melipatnya stelah itu barulah diletakkan kembali ketempat semula.


"iya, kenapa mah??" tanya aisyah seraya membuka pintu, terlihat sang mama masih berdiri didepan pintu kamarnya.


"boleh bantuin mama masak??"


Aisyah mengangguk semangat mendengar ajakan mamanya.


"boleh mah.. Emang mau masak apa??"


"papa kamu pengen dimasakin telur balado sama bakwan jagung."


"tumben banget.. Biasanya papa selalu sarapan nasi goreng telur, atau roti selai. Kok sekarang mau ganti." tanya aisyah heran


"papa kamu habis ngeliatin orang makan di hpnya, jadi request deh kalau lagi pengen makan itu."


"ooooh, aneh ih."


Mama aisyah tersenyum melihat reaksi anaknya.


"ya udah.. Aisyah bikin bakwannya, mama bikin telur balado. Oke." kata aisyah yang dibalas dengan acungan jempol dari sang mama.


Setelah berkutat hampir 1 jam dengan bahan serta barang dapur, akhirnya masakan yang ditunggu selesai.


Segera aisyah menata makanan yang telah siap diatas meja.


"mama panggil papa kamu dulu ya." ujar mama aisyah seraya meninggalkan area dapur menuju kamarnya.

__ADS_1


Seraya menunggu kedatangan kedua orangtuanya, aisyah asyik berbalas pesan dengan dinda perihal janjian berbelanja bersama.


"pagi sayang." sapa papa aisyah, terlihat datang bersama mamanya


"pagi papa." balas aisyah


Lekas keduanya duduk untuk segera memulai sarapan pagi.


"waahh, kayaknya enak nih..siapa yang buat??" tanya papa aisyah


"mama sama ais loh pah.. Cobain deh, enak atau nggak??" balas aisyah


Dengan perlahan, papa aisyah mengambil bakwan jagung buatan anaknya. Menggigit sedikit serta mengunyah secara perlahan untuk mencoba rasanya.


"enak ini.. Rasanya pas, teksturnya juga nggak terlalu lunak ataupun keras." puji papa aisyah, membuat aisyah tersenyum.


"ayo, kita makan sekarang." kata mamanya


Membuat keduanya kembali fokus pada piring yang telah diisi dengan nasi beserta lauknya.


"mah, nanti ais janji mau belanja sama dinda. Boleh??" tanya aisyah


"siangan mah.. Mama mau ikut??"


"waah, boleh nih. Udah lama juga mama nggak ke mall, kemarin-kemarin kan sering ngintilin papa kamu keluar kota."


"ya udah. Besok-besok kalau papa keluar kota, mama nggak usah ikut. Diam aja dirumah bareng ais." ujar aisyah


"nggak bisa dong." kali ini papa aisyah yang menjawab.


Aisyah mengernyit heran, "kenapa nggak bisa?"


"ya nggak bisa dong." balas papa aisyah sedikit ngegas


"ya masalahnya kenapa nggak bisa?? Aahh, papa ngeselin deh." kesal aisyah ikutan ngegas juga.


"ya, mama kan istri papa.. Kemana papa pergi, mama kamu harus ikut."


"tapi kan istri papa itu mamanya ais, seharunya papa itu ngalah sama ais. Gimana sih??" gerutu aisyah

__ADS_1


Sang mama yang melihat perdebatan antara keduanya hanya bisa menggeleng kepala.


"udah ah.. Nggak baik, adu argumen didepan makanan. Selesain dulu makannya, baru lanjut debatnya." mama aisyah segera melerai keduanya.


Perdebatan pun berhenti, kini hanya terdengar suara dentingan sendok.


Sesuai dengan janjinya bersama dinda, setelah makan aisyah bergegas masuk kamar untuk memilah serta memilih pakaian yang akan digunakannya.


Fokusnya tertuju pada gamis set warna mocca, oleh-oleh dari sang mama yang masih terlipat rapi dalam plastik.


"ini aja deh.. Masih baru juga." ujar aisyah, mengeluarkan dari plastik pembungkusnya.


Aisyah kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur, setelah selesai memilih pakaian yang akan dikenakannya.


Tanpa sadar aisyah tertidur lumayan lama, hingga akhirnya terbangun karena suara dering hp miliknya.


Dengan mata separuh terpejam, tangan aisyah meraba kesisi kiri kanannya untuk mencari hpnya.


Setelah tergapai oleh tangannya, aisyah lekas mengangkat panggilan masuk tanpa melihat nama penelepon.


"hallo, asslamualaikum!!" sapa aisyah dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"waalaikumussalam.. Baru bangun ya??" tanya sang penelepon.


Mata aisyah yang tadinya masih terpejam, kin terbuka sempurna saat mendengar suara yang dikenalinya.


Segera aisyah melihat siapa yang meneleponnya. Mas ridho, nama yang tertera membuat aisyah menghela napas.


"halo mas, nggak. Aisyah udah bangun dari tadi, cuma ini ketiduran lagi. Ada apa mas??" tanya aisyah


"oo, oke deh.. Mas cuma mau tanya sama keputusan orangtua kamu, gimana?? Jadi kalau saya ngelamar kamu??"


"ooh, iya mas. Kata papa, minggu depan pas hari minggunya jam 4 sore." jawab aisyah, menyampaikan pesan sang papa.


"alhamdulillah, kalau gitu saya tutup dulu ya. Soalnya saya mau ngabarin orangtua saya juga."


"baik mas.. Assalamualaikum"


"waalaikumussalam." panggilan keduanya pun berakhir, hingga hanya menyisakan debaran pada jantung aisyah.

__ADS_1


__ADS_2