Awal Yang Manis Berujung Pahit

Awal Yang Manis Berujung Pahit
Mas Kating


__ADS_3

Masih flashback aisyah


1 minggu setelah insiden tabrakan antara aisyah dan ridho, hari-hari aisyah kembali seperti biasa tanpa ada kendala apapun.


Ditengah kesibukan menyalin tugas miliknya, aisyah dikejutkan dengan kedatangan dinda yang tanpa aba-aba langsung duduk diseberang meja aisyah.


" ya Allah din, kamu teh nggak bisa kasih aba-aba sebelum duduk, kamu nggak liat aisyah lagi nulis."


Dinda nyengir tanpa rasa bersalah membuat aisyah mendengus.


" hehehe, maaf ya neng cantik. Dinda mah nggak sengaja."


" kamu mah, nggak sengaja mulu atuh. Bikin aku gregetan, pengen tak hiihh."


Dinda sontak tertawa, melihat ekspresi milik aisyah yang terlihat lucu dimatanya.


" nggak ada yang lucu, ngapain kamu ketawa. Nggak sopan ih, kamu mah gitu." aisyah merajuk membelakangi dinda, saat dirinya ditertawakan.


" oke, oke. Aku diam deh. Eehh, tapi syah kalau diam gimana caranya aku ngasih tau kamu."


Aisyah kembali memutar posisi tubuhnya menghadap dinda, karena penasaran dengan kalimat sahabatnya itu.

__ADS_1


" kamu ada buka grup angkatan nggak??"


Aisyah menggeleng.


Dinda menghela napas kasar, "kamu tau nggak, kalau digrup angkatan lagi ramai bahas tentang kamu."


" bentar bentar, aku nggak paham maksud kamu apa. Kenapa bahas tentang aku gitu, maksudnya gimana??" tanya aisyah yang sedikitpun tak paham dengan pembahasan akan dirinya.


"iya, digrup angkatan lagi ramai bahas masalah kamu yang ditaksir sama ridho permana itu." jelas dinda agar aisyah sedikit banyak tentang duduk permasalahannya.


"kating yang waktu itu, kenapa jadi bahas ke dia." aisyah menggaruk kepalanya yang tertutup hijab.


" iya, si mas kating itu ada mintain nomor kamu sama si marshella. Nah, si shella keceplosan bilang sama geng ghibah kalau ridho naksir kamu."


Jarinya sibuk menscroll hingga kebagian atas, dan menemukan titik permasalahannya.


" kek gimana ini din, aku bingung. Nanti aku ditanyain lagi."


Dinda mengetuk jarinya seolah sedang berpikir, "gini aja, kalau ada yang nanyain. Kamu tinggal bilang kalau kamu aja nggak kenal sama yang namanya ridho. Udah, keep silent aja pokoknya."


Aisyah mengangguk pasrah, pengen menghabiskan masa tenang kuliah malah disodorin dengan masalah mas kating.

__ADS_1


" udah lah, nggak usah dipikirin. Kita kekantin aja, mau. Aku traktir deh." mendengar kata traktir keluar, aisyah kembali bersemangat.


Dengan wajah berseri, sedikit menarik tangan dinda agar lekas membawa dirinya menuju kantin tercintah.


" pelan-pelan syah, nanti jatuh ah." ujar dinda menegur aisyah agar memelankan langkah kakinya, karena dinda tau aisyah sedikit ceroboh. Bisa-bisa dirinya ikut terjatuh jika aisyah tetap melangkah seperti itu.


" hehehe, aku nggak sabar pengen makan gratis. Kan kesempatan, kapan lagi bakal ditraktir sama kamu."


Ketika aisyah dan dinda memasuki pintu kantin, beberapa pasang mata melihat kearah mereka berdua. Dinda yang bodoamat, terlebih aisyah yang memang kurang peka dengan sekitar tetap meneruskan langkah mencari tempat kosong.


" kamu yang pesan ya, kan kamj yang ngajakin kekantin." aiyah dengan cepat mendaratkan bokongnya kekursi setelah menemukan tempat.


Dinda kembali menghela napas, tetapi dirinya tetap beranjak menuju gerobak bakso, makanan kesukaan mereka berdua.


Tak berselang lama, dinda kembali dengan membawa nampan berisi 2 mangkok bakso serta jus jeruk.


Dengan perlahan, aisyah mengambil alih mangkok bakso serta jus miliknya.


"makasih atuh, neng cantik. Kapan-kapan, gantian aisyah yang traktir neng cantik ya."


" iya aisyahnya dinda." balas dinda dengan muka juteknya.

__ADS_1


Aisyah tersenyum sebelum membaca doa sebelum memulai acara makannya.


__ADS_2