
"udah belum mah?? Dinda udah nanyain posisi kita??" tanya aisyah pada sang mama yang masih asyik memilih sepatu.
"bentar,, bagus nggak??" ujar mama aisyah
"bagus, cocok sama baju mama.. Lebih matching gitu." jawab aisyah
"oke.. Ya udah, ayok berangkat. Ntar dinda kelamaan nunggu." kata mama aisyah, membuat aisyah mendengus. Pasalnya, dirinya selesai 1 jam sebelum janjian tetapi karena sang mama kelamaan dalam memilih pakaian membuat mereka terlambat.
"mama tau yang lama, ais udah selesai dari tadi tau nggak." tukas aisyah seraya masuk dalam mobil dibalik kemudi.
"iya iyaa.. Mama yang kelamaan, ya kamu juga harap maklum dong. Mama bingung tadi, mau pakai yang mana." balas mamanya
"iya deh.. Udah ah, mama jangan ngajakin ais ngomong. Ais mau fokus nyetir dulu." kata aisyah mulai menjalankan mobil kesayangan miliknya, hadiah ultah dari sang papa.
Setelah dirasa mamanya kembali diam, barulah aisyah memfokuskan pandangan kedepan untuk memastikan dirinya sudah berhati-hati.
"harusnya tadi, pakai sopir aja.. Kayak gini, bukan cepat malah jadi lama dijalan." ujar mama aisyah, karena aisyah lumayan lama mengendarai mobilnya.
"harusnya mama nggak usah ikut, diam aja dirumah bareng papa. Gimana ais mau cepat, hari ini weekend mah. Orang-orang pada keluar buat menghabiskan hari libur. Lebih baik lambat tapi selamat, daripada ngebut tapi masuk rumah sakit. Mama mau gitu??"
"ya nggak lah, emang kamu mau mama masuk rumah sakit." mama aisyah melotot melihat anaknya yang selalu saja menjawab.
"ya itu mama tau. Diem dulu benta, mah.. Ais cari parkiran kosong, baru turun bareng."
Aisyah memutar, matanya pun ikut melihat kiri kanan barangkali ada tempat kosong.
"itu, diujung kosong." tunjuk mama aisyah pada pojokan yang memang kosong.
"oo, iya.." lekas aisyah memarkirkan mobilnya ditempat pojokan.
"oke, beres." gumam aisyah, seraya melepas pengaman yang melindungi tubuhnya.
Mama aisyah lekas turun diikuti oleh aisyah.
"dinda nungguin dimana??" tanya mamanya
__ADS_1
"bilangnya dikafe dekat pintu masuk, tapi ntar ais tanya lagi." jawab ais seraya mengeluarkan hp dari dalam tasnya untuk menghubungi dinda.
"halo, assalamualaikum din.. Kamu dimana?? Aku sama mama udah mau sampai dipintu masuk??" tanya aisyah setelah panggilann teleponnya diangkat.
"waalaikumussalam.. Aku disebelah pintu masuk, lagi diri ini." jawab dinda dari seberang telepon.
Aisyah lantas melihat-lihat orang-orang yang sedang berdiri, setelah itu matanya mendapati dinda sedang ada disamping pot bunga besar.
"oo,iya.. Aku udah liat. Assalamualaikum." ujar aisyah memutuskan panggilan telepon setelah dinda menjawab salamnya.
"waalaikumussalam." balas dinda
"din.." panggil aisyah seraya melambaikan tangan, dengan berlari kecil menghampiri sahabatnya hingga melupakan sang mama yang masih mengekor dibelakang.
Dinda membalas lambaian tangan aisyah, menghampiri ibu dan anak itu.
"halo tante, gimana kabarnya?? Udah lama nggak kelihatan, makin cantik aja nih ya." kata dinda seraya memeluk mama aisyah.
Mama aisyah membalas pelukan dari dinda dengan wajah tersenyum bangga.
Hal itu membuat aisyah jengah dengan keduanya, "mau reunian atau lanjut belanja. Ais tinggal ya." ujar aisyah membuat keduanya melihat aisyah.
"hehehe.. Maaf ya bestie, habisnya aku udah lama nggak ketemu tante tau." jawab dinda
"kalau gitu kamu bareng mama aja deh, aku mau jalan dulu." kata aisyah seraya berjalan duluan meninggalkan keduanya dibelakang.
Sontak keduanya mengiikuti langkah aisyah sambil sesekali bercerita.
Saat aisyah melangkah masuk kedalam butik langganan dirinya bersama dinda, tak sengaja melihat sosok pria yang baru-baru ini baru saja melamar dirinya.
"mas ridho..?" panggil aisyah, ridho yang merasa namanya dipanggil sontak mencari asal suara dan mendapati wanita idamannya.
"hai, syah.. Kamu disini?? Sama siapa?" mata ridho tak sengaja melihat dinda berjalan beriringan bersama mama aisyah.
"iya mas, bareng mama sama dinda." jawab aisyah
__ADS_1
"hai mas, sendirian?" tanya dinda setelah berdiri disamping aisyah.
"nggak, saya sama mama saya kok. Lagi cari pakaian buat lamaran." jawab ridho.
Ridho menghampiri mama aisyah untuk bersalaman. "halo tante.. Tante apa kabar??
"alhamdulillah, tante sehat.. Mama kamu dimana?? Tante pengen ngobrol??" kata mama aisyah
Ridho menunjuk kearah ruang tunggu, dimana mamanya berada.
"mama didalam tante, lagi lihat-lihat. Tante kesana aja langsung, sekalian tante pilih pengen baju yang kayak gimana buat lamaran aisyah nanti." ujar ridho memberi saran
"ooo, iya. Boleh deh, kalau gitu tante kedalam dulu ya." mama aisyah meninggalkan para anak muda menyusul calon besannya berada.
Dinda melihat kearah aisyah dengan ekspresi tak terbaca setelah mendengar berita mengejutkan dari mama sahabatnya itu.
"syah.. Kamu nggak ada cerita sama aku??" tanya dinda dengan suara sedikit berteriak.
Aisyah menggaruk kepala yang tertutup hijab.
"ya maaf, aku pengen kasih tau kamu waktu kita udah belanja." jawab aisyah
Dinda melihat bergantian kearah aisyah dan ridho, sambil menggelengkan kepala. Bisa-bisanya mereka tak menceritakan hal ini sama aku, seperti itulah kira-kira isi pikiran dinda.
"emang kapan lamaran??" tanya dinda menghadap keduanya.
Ridho melihat kearah aisyah, bermaksud dirinya saja yang menjawab, aisyah hanya mengangguk.
"minggu depan." jawab ridho
"haaaa.. Kalau gitu, sekalian cari baju buat acara lamaran kalian deh." ujar dinda
Aisyah mengangguk antusias mendengar perkataan dinda.
Jadilah mereka bertiga berbarengan dalam memilih baju yabg diinginkan.
__ADS_1