
Sekarang hari senin. Hari ini Ani sangat sibuk karena hari ini adalah hari terakhir dia mengajar sebelum cuti panjang.
Ani yang memang wanita yang bertanggung jawab. Dia semaksimal mungkin menyelesaikan tugasnya di sekolah dan perpustakaan sebelum di ambil alih guru yang akan menggantikan saat dia cuti.
"Intan sini nak, " Ani memanggil salah satu siswanya yang sering berada diperpustakaan untuk membantunya membawa buku ke ruang guru.
"Bantu Bu Ani bawahkan ini ke meja ibu ya nak, " lanjut Ani sambil berjalan didepan membawa beberapa.
Intan yang sudah terbiasa membantu langsung mengerti dan membuntut di belakang Ani.
"Ada lagi bu yang dibantu? " tanya Intan.
"Sudah nak. Terimakasih ya, " sahut Ani.
Intanpun pamit keluar dan melanjutkan aktivitasnya di jam istirahat.
Hari ini bu Ani mengajar 3 kelas dan sekalian berpamitan karena harus cuti.
"Bu Ani mau kemana cutinya lama sekali, " sahut Iwan salah satu murid yang saat itu menjadi ketua kelas 11C.
"Bu Ani ada keperluan yang sangat penting jadi harus cuti selama seminggu anak-anak. Nanti kelas ini untuk bahasa Indonesia akan di ganti ibu Diana. Kalian harus tetap rajin dan nurut ya, " Ani memberi semangat siswanya yang terlihat enggan dengan pergantian guru.
"Siap bu," jawab anak-anak serempak.
"Kita semua berdoa agar apapun keperluannya bisa berjalan dengan lancar, " lanjut Intan yang juga berada di kelas 11C.
"Aamiin, " jawab Ani.
Ani pun kembali melanjutkan beberapa materi yang hampir selesai. Di temanin dengan diskusi dengan siswanya.
Ani melihat jam tangan menunjukan jam pelajaran usai. Ani kembali permitan seperti dikelas sebelumnya.
Kebetulan ini kelas ke tiga dia mengajar.
Jadi setelah selesai Ani siap-siap untuk menemui bu Diana menyerahkan tugas-tugasnya.
Sesampai di ruang guru Ani sudah melihat Bu Diana di mejanya.Ani langsung menghampirinya.
"Bu Diana ini tugas untuk kelas-kelas yang saya ajar. Sudah saya sendiri kan tiao kelasnya, " kata Bu Ani sambil memilah bendelan buku-bukunya.
"Saya nitip anak-anak ya bu, " lanjut bu Ani.
"Bu Ani tenang aja. Jangan banyak pikiran. Fokus sama operasinya agar berjalan sukses nantinya, " jawab Diana dengan senyum tulus.
"Lagian mereka juga siswa saya. Walaupunduku saya ngajarnya saat di kelas 10.Tapi saya masih tau betul dengan mereka. Sekaliannostalgia sama anak-anak.Jadi bu Ani jangan merasa sungkan, " tambah Diana menenangkan.
"Alhamdulilah kalau begitu bu Diana. Kalau begitu saya pamit dulu, " kata Ani.
"Loh mau langsung pulang tah bu? " tanya Diana.
"Mampir ke perpustakaan dan humas dulu baru pulang bu, " jawab Ani.
Setelah berpamitan pada semua rekan kerjanya.
Ani pulang dan mempersiapkan untuk operasinya hari rabu.
Karena selasa sore Ani sudah harus ke rumah sakit untuk daftar dna harus puasa sebelum operasinya di hari rabu.
Ani sungguh semangat namun tidak bisa dipungkiri rasa kuatirnya. Karena ini kali pertama baginya.
__ADS_1
***
Malam berlalu begitu cepat. Pagi-pagi ibuk sudah memasak sarapan sangat lengkap.
"Ani cepat makan yang banyak terus istirahat minum vitamin, " suruh ibuk yang sudah di depan meja makan bersama bapak.
"Enggeh bu," jawab Ani sambul melangkah ke meja makan.
Mereka makan bersama sambil berbincang tentang nanti.
"Erna bilang ke ibuk katanya nanti sore dia yang memgantar kamu di rumah sakit sama Joko, " Kata ibuk.
"Iya memang Ani minta tolomg sama Erna. Jadi bapak dan ibuk tidak perlu repot untuk kerumah sakit. Biar Erna yang urusin Ani, " jawab Ani menanngkan orangtuanya.
"Iya sudah kalau gitu bapak sama ibuk tenang. Nanti biar Doni sama Dira dirumah sini biar Erna jiga tenang yktidak kepikiran anaknya waktu di rumah sakit, " bapak menambahkan.
Ani mengangguk setuju. Mereka melanjutkan makan dengan tenang.
***
Adzan ashar sudah berbunyi. Ani sudah siap sedari tadi dengan baju ganti yang nanti akan dipakai di rumah sakit selama 3 hari. Cemilan-cemilan yang dia suka dan sehat, handphoneserta cas sudah tertata rapi di tas.
Aniemang menyiapkan semua ini karena dia tidak mau terlalu merepotkan Erna nantinya.
"Ani solat dulu nak. Habis ini Erna datang kalian timggal langsung berangkat, " ibuk membuka kamar Ani.
"Iya buk, " jawab Ani yang langsung keluar mengambil wudu.
Bapak dan ibuk Ani yang sedari tadi duduk di ruang tamu dengan gelisah menunggu Erna untuk menjemput Ani.
Mereka lega dengan operasi yang nantinya akan membuang sel kanker dalam tubuh Ani. Namun mereka juga kuatir tetang operasinya.
"Iya pak. Bismillah ya pak, " jawba ibuk sambil menagngguk.
Ani keluar dari kamar membawa tas nya. Dia duduk di ruang tamu. Kakinya yang tidak bisa diam memperlihatkan bahwa Ani juga gugup.
Bapak akhirnya membuka percapakan yang menghibur, melawak dan akhirnya mereka tertawa bersama mendengar lelucon bapak.
***
"Mbah kung, " teriak suara perempuan memasuki rumah.
"Yo tuan putri sudah datang, " jawab bapak menyambut cucunya dengan menggendongnya.
"Mana mas Doni, " tanya bapak.
Dita menunjuk ke luar gerbang. TerlihatErna, Joko dan Doni berjalan perlahan memasuki rumah.
"Assalamualikum, " salam mereka bertiga serempak dan mencium tangan bapak ibuk.
"Walaikum salam, " jawab yang ada dirumah.
"Gimana mbk sudah siap sehat, " tanya Joko dengan nada riang menunjukan dukungan positifnya.
"Siap dong, " jawab Ani.
"Kalau gitu kita langsung nggeh buk, " kata Erna.
"Loh gak makan dulu nak. Suami suruh makan dulu, " jawab ibuk.
__ADS_1
"Sudah buk tadi kita semua sudah makan dirumah. Inisisa nasi dan lauk kita buat bekal bair g mubaxir dirumah, " jawab Joko.
"Nanti Doni sama Dita biar tidur disini biar Erna yang jagain mbak Ani dirumah sakit. Mas Joko nanti juga akan pulang kesini malam buk, " Erna meletakan tas berisi baju-baju anak dan suami.
"Besok Erna juga cuti seharu buat nemenin operasi mbak Ani jadi ibuk jangan kuatir, " tambah Erna menenangkan kedua orangtuanya.
"Iya buk doain aja mbak Ani nggeh biar opwrasinya lancar," tambah Joko.
"Iya nak ibuk sam bapak berdoa agar besom operasinya lancar. Kmau segera sehat kembali, " kata ibuk sambil memeluk Ani.
Akhirnya mereka berpamitan untuk menuju rumah sakit.
***
Suara solawat nabi berkumandang. Suara nsp hp Ani berbunyi. Ani mebuka tasnya dan mengangkat telfon.
"Iya dokter ini saya lagi dijalan, " jawab Ani.
"Siap dokter. Jadi nanti saya tinggal masuk keruang atau masih hatus daftar?
Oh tidak usah daftar tapi ke resepsionis hanya ngasih fotocopi kk dan kto saja terus langsung keruangan Delima. Terimakasih dokter," Ani menjawab telfon dari dr. Hendry.
***
Sesampai di rumah sakit Erna dan Ani menuju rasepsionis untuk menyerahkan persyatan.
Sedangkan Joko yang sudah tau ruanganan langsung mebawa barang Ani dan Erna keruangannya.
Ani dan Erna masuk keruangan Delima.
"Enak mbak kamar sendiri ada kamar mandi dalamnya jadi nanti gak perlubkekuar-keluar, " kata Joko yang sudah tiba lebih dulu.
"Iya emang kemarin Aki saranin gini supaya gak jadi satu sama pasien lain. Biar gak berisik jadi nanti setelah operasi mbak Ani bisa istirahat dengan tenang, " sanggah Erna.
Ani berjalan melihat-lihat. Mengeluarkan baju-bajunya dan ditata dilemari yang sudah disediakan.
Memasukan juga cemilan,tisu,roti,susuMP ,minyak kayu putih, air minum dan lainnya yang sudah disiapkan.
"Kayak mau camping ya mbak, " kata Joko bercanda melihat sesiap itu kakak iparnya untuk tinggal beberapa hari dirumah sakit.
"Ya biar gaknngrepotin Erna. Kasian jagain aku masih ngajar terus suruh bolak balik nanti beli ini itu. Kalau gini kan enak, kalau Erna lagi tidak disini mbak sudah ounya yang dibutuhkan, " jelas Ani sambil mencomot roti dan meminum susu.
***
Beberapa menit kemudian perawat datang.
"Bu Ani saya infus dulu ya. Ibuk bisa pakai baju yang longgar biar besok saat operasienak sewaktu ganti baju, " kata perawat.
Ani akhirnya mengganti baju dan perawat menginfus dan mengambil darah Ani untu di tes lab.
"Ohya habis isya bu Ani puasa ya. Sampaibesok pagi. Insyallah operasinya akan dilakukan jam 7 pagi. Jadi ibuk bebas makan sampai jam 7 malam nanti, " kata perawat sambil pamit keluar.
Ani dan Erna menggangguk mengerti.
Sudah menunjukan pukul 8 malam.
Erna menyuruh Joko segera pukang kerumah ibuk. Kasian Dita takutnya belum bisa tidur tanpa orangtua disampingnya.
Akhirnya Joko pamit pulang. Ani dan Erna menonton tv yang sudha disediakan diruangan itu dan tertidur.
__ADS_1