
Ini kisah seorang anak laki-laki yang bernama Satrio, ia berusia masih 7 tahun. Ayahnya yang bernama Sindra, Ayahnya bekerja seorang bos di salah satu manajemen miliknya sendiri.
Dipagi hari nya, Ayahnya pun bangun dari tempat tidur dan bergegas bersiap-siap menyiapkan sarapan pagi nya Satrio. " Pagi-pagi aku harus pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi nya anakku. "
bergegas lah ayah menuju ke ruang makan, menyiapkan sarapan pagi nya Satrio itu. selesai menyiapkan sarapan nya Satrio, ia pun bergegas menuju ke kamarnya anaknya.
Tok... tok... tok... ayah pun mengetuk pintu kamar nya Satrio. " nak... nak... bangun yuk... sudah pagi lo... " Satrio pun membuka matanya pelan-pelan. " uhmm... sudah pagi ya... " sekali lagi ayah pun mengetuk pintu.
" hey... nak... cepatan buka pintu nya. " Satrio pun bergegas membuka pintu nya. ayah pun masuk ke kamarnya Satrio. "nak... nak... ayah dari tadi lo ketuk pintu nya, kok kamu ga bukain, tuh. " Satrio pun menunduk " iya yah, maaf . aku mau masih ngantuk yah, aku mau lanjutin tidurnya. "
__ADS_1
ayahnya pun segera memutarkan kepalanya Satrio ke arah jam beker. " nooh... mu lihat jam berapa kah sekarang, kamu mau lanjutin tidurnya kah... " Satrio pun melihat jam beker nya. " hayoyo.... jam stengah 7 yah, aku lekas mandi dan bersiap-siap ke ruang makan yah. "
ayah pun hanya menggeleng kan kepalanya. " anakku... anakku... kapan lah kamu bisa jadi orang dewasa?? " ayah pun keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan. setelah selesai, Satrio pun bergegas menuju ke ruang makan bersama ayahnya.
" hey, sudah berpakaian sekolah. mari duduk.. " Satrio pun bergegas duduk di samping ayahnya. ayahnya menyiapkan sarapan buat Satrio, ayahnya pun menyiapkan slai kacang dan mengoleskan ke roti.
" nak... hari ini kita makan roti dengan slai kacang ya. kamu pasti suka roti slai kacang nya bukan... " Satrio pun memandang roti dengan slai kacang nya itu. " aku terlihat suka sama roti dengan slai kacang nya yah... "
"haiyaaa, ayah lupa. tunggu nak, ayah buatin bekalnya kamu. nanti kamu makan yah buatan dari ayah. " Satrio pun menganggukkan kepalanya. "baik ayah.. " Satrio pun bergegas membereskan barang-barangnya ke dalam tasnya.
__ADS_1
"sudah siap beres-beres nya. tinggal aku berangkat ke sekolah. aku harus dulu sama ayahku. " Satrio pun bergegas menuju ke ruang tamu. "ayah, Satrio mau berangkat ke sekolah dulu. " lalu mencium tangan nya ayah. " iya nak, Hati-hati dijalan nak. "
Satrio pun keluar dari rumah dan langsung berangkat ke sekolah. sesampainya disekolah, ia melihat temannya Glenn lagi nungguin Satrio.
" halo Satrio, apa kabarnya hari ini? . " Satrio pun memandang wajahnya Glenn. " oh Hai juga, kabar aku baik. kalo kabarnya kamu gimana? " Glenn pun segera membalas kabarnya.
" kabarku juga baikku, sat. " melihat kotak bekalnya Satrio. " eh kamu tumben bawa bekalnya, sat. " satrio pun juga melihat bekal dikasih sama ayah. " oh iya Glenn, ayahku ini baik sekali sama aku. "
" emang baik juga ayahmu. " sambil tersenyum pada Satrio. " kita makan bareng-bareng ya pas istrahat. " Glenn pun mengangkat wajahnya. " makasih sat.. " mereka pun tertawa bahak-bahak.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...