
episode selanjutnya akan dilanjutkan kembali.
ayah pun lekas pamitan pada satrio dan berkata " nak, ayah mau kerumah sebentar ya "
satrio menganggukkan kepalanya dan ayah pun pergi sebentar menuju ke rumah nya, setelah tiba dirumah melihat tuti lagi bersiap-siap untuk pulang ke rumah nya.
telah dilihat barang-barangnya yang telah dibereskan olehnya, ayah hanya memandang saja tidak mau membantu tuti lagi. tuti tau bahwa ayah tidaklah suka padanya, ayah lebih sayang anaknya sendiri daripada tuti.
tuti pun mengatakan pesan terakhir sebelum meninggalkan rumah ini " mas, meski kita sudah cerai tetapi andaikan aku sudah banyak kesalahan ku pada kalian. "
" hmm... terus. "
" terus aku benar-benar minta maaf sama kamu mas, jika surat perceraian kita ada aku bersedia untuk menangani surat perceraian kita. " sahut tuti.
tara pun tiba untuk menjemput adeknya, namun tara tidak mau membantu lagi adeknya itu. mala disuruh adeknya mengangkat barang-barangnya sendiri.
tuti pun menyesali perbuatannya selama masih menjadi suami istri dirumah itu. kini pun sudah menjadi kenyataan, dari nasi hingga menjadi bubur.
setelah tuti pergi, ayah pun mengunci pintu nya dan segera pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan anaknya itu. tiba dirumah sakit, ayah pun masuk ke ruangan satrio.
satrio pun bertanya " ayah dari mana saja? "
" ayah dari rumah, ayah lihat tuti membereskan barang-barangnya dan pulang ke kampungnya atau disebut juga ke rumahnya lah. " jelas ayah.
" hmm.. baguslah ya, padahal aku mau nya hanya kita berdua saja, yah. "
" iya nak, maaf sudah mengecewakan kamu, nak. "
__ADS_1
" engga kok, ayah adalah pahlawanku hebat. emang ayahku Pahlawanku hebat. "
ayah pun tersenyum bahagia dengan satrio.
dokter pun masuk ke ruangan satrio, dan menanyakan bahwa kondisi satrio sudah membaik, jadi satrio bisa pulang sore ini.
ayah pun berterima kasih kepada dokter, sorenya ayah dan satrio pun sudah bisa pulang ke rumah.
sesampainya dirumah, tara sedang menunggu ayah dan satrio pulang.
"kenapa lagi tara? " tanya ayah.
"ini ada sedikit makanan buat satrio. " tara mengasih makanan pada satrio.
" ahh, makasih tan. " menerima makanan dari tara.
" iya tan. aku sudah memaafkan kesalahan nya adek tante kok. "
" makasih ya nak. "
" iya tan. "
ayah pun mengelus kepalanya dan berkata " anak ayah hebat. "
satrio pun tersenyum lebar. tara pun pamitan pada satrio dan ayah.
" kalau begitu, saya pamit dulu ya. "
__ADS_1
" iya tara, Hati-hati dijalan. "
" hmm... bye nak. "
" bye juga tan. "
tara pun pulang ke rumah nya dan ayah dan satrio pun masuk ke rumah nya.
malam hari pun tiba, satrio dan ayah lagi Duduk-dudukan disofa. dan ayah pun bertanya kepada satrio " kamu tidak menyalahkan ayah meski ayah salah menikah dengan wanita itu. "
satrio pun hanya menggeleng kan kepalanya dan menjawab " tidak, aku tidak salahkan ayah, justru kalau hanya berdua kita bisa melewati semua yang kita miliki sekarang ini. "
" huft.... kamu benar. ayah pikir setelah punya istri baru, sangat lah tidak mudah bagi ayah. "
" iya sih yah. "
" tapi.... ayah paling suka kamu. kamu yang paling berharga bagiku. "
" hmm... aku sayang ayah. "
" ayah juga. "
" suatu saat kamu akan semakin besar dan merajak ke remaja. "
" hmm... iya yah. "
cerita nya belum selesai karena masih ada lagi cerita selanjutnya...
__ADS_1
...****************...