Ayah Adalah Pahlawanku Hebat

Ayah Adalah Pahlawanku Hebat
Diam-diam Ayah meletakkan sesuatu


__ADS_3

keesokan hari minggu nya, ayah pun ada meeting bersama teman-teman nya. sebelum berangkat meeting, Diam-diam ayah meletakkan sesuatu yaitu kamera. ayah sengaja meletakkan kamera di balik sudut yang tidak ternampak sama tuti.


ayah pun bergegas berangkat meeting bersama teman-teman nya. setelah ayah sudah pergi, tuti pun membereskan piring-piring dan langsung mencuci didapur.


kemudian keluar lah satrio dari kamarnya, ia pun melihat dimeja makan. terlihat sudah tidak ada lagi makanan di atas meja itu.


melihat tuti, ia pun bertanya " bu, kok makanan mu simpan. aku lapar bu. "


tuti menoleh ke satrio dan membentak nya. " lapar!!! eleh sudah besar masih juga lapar. "


" bu ku mohon sama ibu, aku betul-betul lapar dan ibu harus lebih memerhatikan ku dong. "


tuti pun mendorong satrio sampai ke lantai dan berkata pada satrio " kamu bisa dengar ga? aku tidak punya makanan. lagian pula kamu saja telat bangun kan, lihat jam berapa sekarang? sudah jam 9 pagi tau, sana-sana. "


satrio pun kembali lagi ke kamarnya dengan hati bersedih karena satrio merasakan luka dalam yang dia alami.


satrio mengingat perkataan alm. ibunya sewaktu masih kecil, jika ibu tidak menemani disisinya kamu, ibu tetap menyayangi mu dan juga ayahmu. mungkin suatu saat nanti kita bakalan ketemu disorga bersama-sama kalian lagi.

__ADS_1


satrio lagi termenung di dalam kamarnya, tuti pun mengetuk pintu nya dengan keras-keras.


" hey anak pemalas keluarlah, bantu aku nih. jangan pada di kamar saja. cepat keluar!!!! "


satrio pun bergegas keluar dari kamarnya, lalu tuti memukul pahanya dan berkata " enak ya kamu mala pergi ke kamar. "


" maaf ibu. "


lalu menariknya dan mendorong satrio ke lantai, tapi kamera tetap on yang ayah letak di balik yang tersembunyi dan tidak ternampak bagi mereka.


" ini rasakan akibat kamu melawan aku. "


terus mencampuk satrio terus menerus. sementara dikantor, ayah hanya fokus pada meeting dan ayah lupa membuka hpnya lalu mengecek di CCTV-nya.


ayah pun kaget lihat istri baru nya yang sedang memperlakukan satrio. ayah tidak bisa membiarkan kejadian, lalu ayah mengangkat tangan dan minta izin kepada bos agar ayah mau ambil sesuatu yang tertinggal di rumah.


bosnya pun mengizinkan ayah, lalu bergegas lah menuju ke mobil dan langsung pulang ke rumah nya. sesampainya dirumah, ayah mendobrak pintu dan menjewer telinga tuti.

__ADS_1


" kau napa-napa pukul anakku, haaaaa. " teriak ayah


" yang, sakit yang. aku hanya ingin beri dia hajar, biar dia bisa nurut sama aku. " ujar tuti.


" tapi bukan itu kau ngajarin anak ku. "


ayah pun lekas memeluk satrio dan berminta maaf pada satrio.


" ayah minta maaf nak, ayah bersalah telah memilih ibu yang tidak baik padamu. "


kemudian ayah melihat kaki dan tangannya satrio mulai memerah dan bangkit lah amarahnya ayah dan mulai membalas dendam pada tuti karna tuti telah berbuat kasarnya pada satrio.


satrio pun menenangkan ayah, tetapi ayah menolak nya dan berkata " bagaimana ayah bersabar nak, kamu sudah tersakiti sama dia. "


dan ayah memukuli tuti saking ga habis-habisnya memukuli sampai luka-luka dan matanya pun mulai membengkak. ayah pun segera menelpon kakaknya, tara. menyuruh datang ke sini melihat kelakuan adeknya, tuti. tuti mau kabur dari rumah, tetapi ditahan ayah dilarang meninggal kan tempat ini.


gimana kelanjutan nya, next episode selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2