
Hari berganti hari, waktu berjalan terus dan apalagi tahun pun sudah berganti tahun. sudah 3 tahun ini satrio sudah semakin beranjak ke remaja dan dia pun sudah duduk di kelas 9 SMP.
Tahun depannya satrio akan memasuki SMA, sudah akan menjadi beranjak lagi ke dewasaan. suaranya satrio sudah berubah, ayah semakin bertambah tua dan rambut nya pun sudah banyak beruban.
Pagi hari nya, satrio bangun dan ia pun mempersiapkan sarapan pagi yang biasanya ayah yang siapin sarapan pagi buatnya.
sekarang bergantian lagi, kini giliran satrio yang menyiapkan sarapan pagi buat ayahnya.
satrio lekas menuju ke kamar ayahnya, dan membangunkan ayah yang lagi tidur.
" yah... yah... bangun yuk. aku sudah siapin sarapan pagi buat ayah. "
ayah membuka mata perlahan-lahan melirik ke satrio, ayah pun kaget karena satrio susah besar dan bertambah tinggi dari ayah.
ayah pun berkata " haiyaaaa, kamu sudah besar ya nakku. "
" hehehe, iya yah. aku sudah besar dan bertambah tinggi lagi. "
" ahhh, ayah bangga sama kamu nak. "
__ADS_1
" hmm... "
" kalo begitu, kita makan pagi bersama. "
satrio pun lekas membangunin ayah dan mengajak ayah ke ruang makan. dan situlah karakter satrio dan sifat nya terhadap pun sangatlah baik. ayah pun bangga lihat anaknya beranjak remaja.
keesokan harinya yang sama, satrio pun tetap mempersiapkan sarapan pagi buat ayah dan ayah pun duduk disamping nya satrio.
Saat disekolah, pak guru pun berkata pada murid-murid bahwa ada ujian nasional untuk bulan Maret mendatang. jadi pak guru menyuruh murid-murid agar bisa belajar lebih giat, supaya ketika ujian nasional tiba mereka tidak akan mengatakan soalnya sulit-sulit.
satrio pun berusaha agar bisa membanggakan ayahnya, padahal ayahnya bilang jangan asal-asalan jawabannya. dan ingat sebelum melakukan ujiannya, kamu wajib berdoa terlebih dahulu agar Tuhan memampukan kamu untuk bisa menjawab soalnya yang benar.
ayah pun mengingat nya lagi, agar satrio harus giat lagi belajar nya. agar satrio mendapatkan nilai yang terbaik dikelas. jadi satrio lekas ke kamar, mengganti pakaiannya dan langsung belajar dimeja belajar.
tiba di bulan Maret, satrio dan teman-temannya bersiap-siap untuk mengikuti ujian nasional, dan pengawas nya satrio dan teman-temannya itu berasal dari luar sekolah.
jadi satrio dan teman-temannya harus teliti dalam mengerjakan soal ujian nasional dengan sebaik-baiknya. sebelum mengerjakan soal ujian nasional, tak lupa satrio pun berdoa agar kiranya satrio bisa mampu mengerjakan soal yang sebaik-baik mungkin.
dalam hati satrio pun bertanya apakah aku bisa mengerjakan soal ujian ini , aku rasa pasti nilai aku akan menurun dan aku tidak akan membanggakan ayah dan alm. ibuku.
__ADS_1
setelah demikian juga satrio pun lanjut mengerjakan soal ujian nya dengan sebaik-baik mungkin sampai satrio dan teman-temannya sudah selesai ujian nasional nya berakhir.
pak guru pun memberitahu kan pada satrio dan teman-temannya bahwa nilai ujian nasional ditunda jadi satrio dan teman-temannya harus menunggu hasil dari ujian yang mereka hadapi.
satrio dan teman-temannya pun pulang ke rumah masing-masing. satrio sudah tiba dirumah, lalu menunggu hasil ujian dari sekolah.
ayah pun berharap dia bisa lulus dari SMP dan setelah itu akn memasuki ke jenjang paling tinggi yaitu memasuki SMA.
Satrio berencana SMA nya mau diluar negeri, tetapi ayah menolak karna disekolah luar negeri pastinya harus berpandai bahasa Inggris jika ada yang ketemu orang asing di sana.
terpaksa satrio pun menuruti perkataan ayah dan dia pun tidak jadi ke sekolah luar negeri. dia pun memilih sekolah Swasta saja yang terletak di SMA Methodis. sekolah yang dimana siswa yang masuk secara beragam macam agama.
dimulai dari islam, Kristen, katholik dan buddha tapi lebih sedikit siswa yang beragama Konghucu. yang lebih banyak siswa masuk itu antaranya Kristen kemudian disambung katholik dan dilanjutkan agama islam dan juga buddha.
dan disitulah satrio mau bersekolah disana. katanya sekolah nya bagus, dan dilihat siswa-siswa di sana terlihat harmoni, saling menghargai dan jarang adanya bertengkar atau membullyan sesama agama atau berbeda-bedanya agamanya mereka.
dan sekian dari saya author, jadi kita harus hidup rukun, menghargai sesama agama, dan saling toleransi meski mereka yang berbeda agamanya.
next ceritanya selanjutnya...
__ADS_1
...****************...