Baby, Dont Stop It!

Baby, Dont Stop It!
Part 3. Fired


__ADS_3

..."Mantan yang tak terlupakan adalah mantan yang brengsek"...


...-Sam...


...*...


...*...


"DIPECAT?!"


Sam menggebrak meja kerjanya tak terima dengan kertas tolol yang baru saja ia baca.


Apa yang salah? Sam benar-benar tak mengerti. Dia sangat yakin tak melakukan kesalahan apapun. Bahkan Sam tak pernah mengambil cuti atau demo minta kenaikan gaji. Dia bahkan bekerja dengan giat dan ia sangat yakin performanya sangat amat baik.


"Aku tak tau, tanyakan saja pada bos," jawab Naya malas ketika di tanya soal perihal pemecatan Sam, sedikit informasi Naya adalah manajernya.


Sam dengan kesal berjalan menuju ruangan bosnya,


"Ini benar-benar tidak lucu, okay?!," teriak Sam sambil mendobrak pintu keras, membuat bosnya yang sedang menulis terkaget dan membuat coretan panjang di bukunya.


"Hey! Apa-apaan kau..," teriak bosnya kesal. Belum selesai bosnya berbicara Sam sudah memotong pembicaraan bosnya,


"Ku tanya padamu apa kau sudah sinting?!,"


Sam merobek kertas pemecatan dirinya dan melempar kertas itu di wajah bosnya.


Bos berdiri dari duduknya dan tak kalah kesal ia menggebrak meja, "apa-apaan kau wanita gila?!,"


"Kau yang apa-apaan, Joah!," teriak Sam tak kalah tinggi dari suara bosnya yang ternyata Joah.


"Apa kau melakukan ini karena Carley? Apa karena ia menyelingkuhimu dari Daniel?,"


Joah menatap mata Sam dingin, ia sangat benci mengingat perselingkuhan mantan kekasihnya itu.


"Kau tak ada hubungannya dengan itu!,"


"Lalu kenapa kau memecatku?," tanya Sam kesal.


"Willy," Jawab Joah singkat.


Mendengar nama itu ubun-ubun Sam mendidih. Tadi pagi ia diminta keluar dari apartemennya karena Willy melarang ia tinggal di sana. Dan ketika ia mau berangkat kerja mobilnya di tarik dealer karena mobil itu pemberian Willy dan Willy ingin mobil itu kembali di jual.


Dan sekarang, sekarang ia di pecat karena Willy?!. Bahkan setelah jadi mantanpun, dia seperti di rugikan berkali-kali lipat.


"Apa dia memintamu memecatku?,"


Joah kembali duduk ke kursinya, "ya," jawabnya tenang.


"Dan kau memenuhinya?," tanya Sam tak percaya.


"Ya,"


Sam menatap Joah tak terima, "why ? Kenapa? Apa salah aku?,"

__ADS_1


Joah menghela napas, "jika aku jelaskan mengapa, apa kau akan keluar dari ruanganku, Samalia Elisabeth Rose?,"


Sam melipat tangannya, "itu semua tergantung penjelasanmu dapat di terima atau tidak,"


"Perusahaanku sedang di ambang kematian karena perusahaan pecundang (Daniel) menarik investasinya dariku, dimana ia adalah investasi terbesarku, aku harus bekerjasama dengan


Perusahaan lain yang dapat menaikkan dan menguntungkanku, dan diantara perusahaan yang menguntungkan itu perusahaan Willy adalah perusahaan urutan nomor satu yang menguntungkan, sampai sini kau paham Sam?," tanya Joah setelah menjelaskan panjang lebar sambil melirik Sam dari balik kaca matanya.


"Yeah.. lalu apa urusannya dengan pemecatanku?," tanya Sam putus asa.


Joah menghela napas, tak percaya bahwa Sam masih tak mengerti juga.


"Dalam ikatan perusahaan ada namanya perjanjian dan kau masuk dalam perjanjian itu.,"


Sam menatap Joah tak percaya,


"Jadi maksudmu jika kau ingin bekerjasama dengannya, aku harus di pecat?,"


Joah mengangguk acuh tak acuh dan kembali menulis di buku besarnya.


"Aku tidak terima ini!! Hanya karena aku putus dengannya, aku harus mengalami semua ini?!," teriak Sam sambil menggebrak meja kerja Joah keras.


Joah yang sedang menulis kembali mengalami coretan panjang. Ia benar-benar kesal dengan sikap sahabat mantan pacarnya ini.


"Aku tak peduli mengenai urusan pribadimu dengannya, kau membuatku mencoret.. Ah, sudahlah! sekarang tinggalkan ruanganku, tidak maksudku perusahaanku," ucap Joah dingin.


Sam menatap Joah penuh kesedihan, "Joah, ku mohon.. kita teman lama bukan? Kumohon jangan pecat aku," pinta Sam dengan mata memelas seperti kucing.


Perlahan-lahan ia mendekat kearah Joah, "ku mohon Joah, bilang saja kau sudah memecatku tapi biarkan aku bekerja di sini.. sangat sulit mencari perkerjaan saat ini kau tau,kan?,"


"Hey, apa salahnya aku minta bekerja kembali, performaku-kan sangat baik, jangan menghinaku seperti itu,"


"Kau dan wanita sial itu sama saja, mengapa kau tak minta kerja saja dengan Daniel, aku sudah mendengar semuanya, kau menyelingkuhi Willy kan?,"


Sam terpaku dengan penjelasan Joah, "apa kau bilang? Aku? menyelingkuhi Willy?,"


"Apa kau mau bilang 'tidak bukan aku '?," kata Joah sambil meniru suara wanita yang dibuat-buat.


"Dengar ya Joah, Willy yang menyelingkuhi aku, ia berselingkuh dengan Pristin kakak iparnya sendiri, itu adalah kenyataannya, aku tak peduli kau percaya atau tidak," ucap Sam sambil keluar dari ruang kerja Joah.


Joah menatap punggung Sam, "tak mau di salahkan ya? Wanita memang benar-benar sialan,"


***


Sam memasukkan barang-barangnya ke kardus, ia benar-benar tak percaya ini nyata. Dalam satu hari ia kehilangan tempat tinggal, mobil dan pekerjaan.


Willy memang benar-benar pria sialan. Seharusnya ia tidak pernah mengenal pria brengsek seperti dia.


Sam membawa kotak kardus tersebut dan berjalan keluar, sampai di loby ia di hadang oleh 1 genk wanita yang berisi 3 orang bernama Lane, Mora, dan Tania.


Mereka adalah genk pecinta cowok tampan dan juga pastinya harus kaya raya.


"Lihat deh, Cinderella kita kini kembali menjadi upik abu," ucap Lane tertawa di ikuti tawa teman-temannya.

__ADS_1


Sam jalan terus, benar-benar tak mempedulikan ejekan yang di lontarkan padanya, tak mau Sam semakin jauh, Tania mencengkam lengan Sam.


"Gimana rasanya Sam? Kemarin di putusin bebeb Willy dan sekarang di usir sama bos tersayang, itulah akibatnya terlalu sombong,"


"Bisa-bisanya kau menyelingkuhi Willy hanya karena uang, dasar ******," hujat Lane lalu mendorong keras Sam hingga terjatuh.


Kardus Sam terlempar dan seluruh isinya keluar.


Suatu lembar foto jatuh tepat di depan sepatu kulit hitam yang klasik namun mewah.


Foto bergambarkan Sam yang bahagia dengan pakaian wisuda bersama ayah dan ibunya berdiri di sampingnya.


Sam meringis, ia dapat merasakan luka di lututnya. Ia menyisir rambut panjang yang menutup pandangannya kebelakang, dan di hadapannya ia dapat melihat wajah yang tak ingin ia lihat.


"Tuan Willy?," ucap Lane tak percaya.


Sam benar-benar ingin mati saat ini juga. Kenapa ia terlihat begitu menyedihkan dihadapan mantannya?. Kenapa dunia tak memberinya kesempatan untuk membalas semua perbuatan pria dihadapannya ini?!.


Sam merapihkan kardus beserta isinya. sedangkan Willy hanya berdiri menonton Sam yang terlihat sangat menyedihkan di matanya.


Dua tahun yang lalu Sam masih ingat bagaimana Sam di elu-elukan 3 wanita serigala ini karena kecantikan dan kekayaannya sebagai pemilik perusahaan Rosé namun ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan dan hutang menelan habis aset perusahaan ayahnya.


Dan sekarang ia di kenal sebagai gadis miskin,peselingkuh, dan murahan. Semua seperti mimpi. Apa yang terjadi 2 tahun belakangan ini.


Sam berdiri sambil memapah kardusnya... ia tak ingin sedetikpun melihat wajah pria yang berdiri di hadapannya.


"Kau benar-benar turun derajat Sam. Sangat~.. rendahan," hina Willy dengan seringainya yang membuat Sam kesal.


Sam menyisir rambutnya dengan telapak tangan kirinya.


"Terimakasih tuan, Apa kau datang hanya untuk mengatakan itu?,"


Willy terkekeh dan meletakkan selembar foto yang ia ambil tadi ke atas tutup kardus milik Sam.


"Kau hampir melupakan foto ini, Sammy-ku,"


Seketika tubuh Sam bergetar mendidih. Ia sangat benci pria di hadapannya ini. Dia benci dengan sebutan Sammy-ku menjijikan itu, ia sangat benci sampai ingin membunuhnya.


Willy berjalan melewati Sam ditemani dengan 3 wanita serigala itu.


Sam baru saja ingin berbalik untuk membalas ucapan Willy, namun seseorang menghadangnya.


"Jangan halangi aku,"


Joah menatap selembar foto yang berada di atas tutup kardus Sam.


Diam-diam Joah mengamati Sam dengan 3 karyawannya dan Willy tadi.


"Jika kau hanya mengundang keributan, keluarlah dari perusahaanku," ucap Joah dingin.


Sam menatap Joah dengan tatapan lemah tak berdaya, Sam rasanya ingin menangis namun dengan cepat Sam berbalik dan keluar dari kantor tersebut.


Joah hanya memandang punggung Sam dengan tatapan yang sulit dimengerti.

__ADS_1


***


__ADS_2