Baby, Dont Stop It!

Baby, Dont Stop It!
8. A Boo


__ADS_3

..."Aku tak perduli meski kita semakin bingung."...


...-Joah...


...*...


...*...


Carley melipat tangannya, ia bersender di tembok sambil mengamati sahabatnya yang sedari tadi hanya nyengir kuda.


"Ini aku kembalikan," ucap Sam sambil menyerahkan kunci mobil.


Carley meraih kunci mobil itu namun matanya tak lepas dari wajah Sam.


"Kau kemarin ada di apartemen, kan?," tanya Carley penuh selidik


Sam sedikit terkejut namun ia dengan cepat menggeleng, "aku sedang di luar," dusta Sam.


Carley maju selangkah kearah Sam, "tapi mobilku ada di parkiran," introgasi Carley sambil menyipitkan matanya penuh ingin tau.


Sam melangkah mundur, "ee-- aku tak menggunakan mobil kemarin,"


Carley kembali melangkah kedepan, "aku mendengar suara-suara dari dalam apartemenmu," ucap Carley lagi dengan nada penuh curiga.


Sam terdiam ia ingin mundur tapi punggungnya sudah tertahan mobil.


"Dan aku melihat mobil Joah di parkiran," ucap Casley seakan menghujani Sam dengan banyaknya bukti.


Skakmat!.


Dag dig dug.


Sam tak bisa menyangkal apapun, jantungnya berdegup kencang, ia menelan salivanya, apakah temannya mendengar desahannya kemarin? Astaga!. Bagaimana bisa ia melakukan hal ini dengan mantan kekasih sahabatnya dan sekaligus bossnya dan diketahui sahabatnya? Oh ini tidak lucu.


"Tak perlu takut begitu Sam,"


Sam menatap Carley bingung. Carley sedikit mundur dari Sam dan tersenyum.


"Jika dia main ke rumahmu tak perlu sungkan, aku tak apa apa, dia bosmu dan wajar jika dia datang, aku yakin dia pasti menanyai kabarku kan?" Ucap Carley percaya diri


Sam menghela napas lega, ia hampir saja mengira sahabatnya ini tau tentang hubungan aneh antara dia dan bosnya.


"Ya dia bertanya bagaimana kabarmu," ucap Sam bohong.


"Lalu apa lagi yang ia tanya?," tanya Carley bersemangat.


"Kenapa kamu sangat ingin tau? Kamu masih mencintainya?," tanya balik Sam penuh selidik.


Carley menggeleng dengan cepat," bukan begitu, hanya saja.. aku merasa bersalah"


Sam menghela napas, "bagaimana kalian bisa ketahuan?,"


Wajah Carley memerah,"hotel,"


Mendengar jawaban itu Sam terbatuk-batuk.


"Ini semua karena dia tak pernah menyentuhku Sam!" ucap Carley dan meracau sedih.


Sam menepuk pundak Carley turut bersedih. Itu memang masalahnya. Joah memang tak pernah menyentuh wanita bahkan pacarnya sekalipun. Tapi mengapa Joah melakukan ini pada Sam?.


"Tetap saja kau selingkuh," ucap Sam pelan sekali seperti berbisik pada dirinya sendiri.


"Apa?," tanya Carley yang tidak begitu mendengar.


"Tak ada,"


"Tapi Joah akhir-akhir ini pusing karena Daniel menarik banyak investasinya dari perusahaan Joah," alih Sam.


Carley menghela napas, "ini semua karena aku,"


Sam hanya diam tak ingin menanggapi, namun ia menepuk pundak sahabatnya agar tidak terlalu menyalahkan diri sendiri.


"Aku akan membicarakannya dengan Daniel agar tidak jadi menarik investasinya,"

__ADS_1


Sam hanya mengangguk setuju.


"Ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan Willy?,"


Mendengar nama Willy membuat Sam ingin muntah.


"Dia bajingan.. aku kehilangan semuanya karena dia.. jika tak ada Joah aku tak tau harus apa.."


Carley menatap Sam bingung, "Joah?,"


Sam gelagapan.."emm.. ya.. dia hampir memecatku namun tidak jadi,"


"Kenapa tidak jadi?," tanya Carley penasaran.


Sam mengangkat pundaknya, "entahlah akupun tak tau. Mungkin karena aku karyawan yang kompeten hahaha.. tadinya Willy meminta Joah untuk memecatku.. aku kesal sekali. Daniel gimana?,"


Carley tersenyum bahagia, "dia ngajak aku tunangan,"


Sam ikut bahagia mendengarnya.


Mereka berbincang-bincang sampai akhirnya Sam pulang.


***


"Ayah tak ingin kita berpisah,"


Sam menatap gelas minumnya yang tak disentuh sama sekali. Bahkan es nya sudah mencair.


entah apa yang dia pikirkan untuk mau bertemu kembali dengan mantan sialannya ini. Dia pikir semua telah selesai tapi Willy tetap mengganggu Sam dengan persoalan persetujuan ayahnya.


"lalu?,"


"kau tak mengatakan padanya bahwa aku berselingkuh dengan kakak,kan?," tanyanya hati-hati.


"Apa kau meremehkan ayahmu? Dia akan tau jika kalian bermesraan setiap hari dirumah itu! Membayangkannya saja membuatku jijik, kau dan kakak iparmu itu!," hina Sam dengan penuh emosi. Meski tak ada rasa lagi dengan mantan kekasihnya ini tapi rasa sakit diselingkuhi masih terasa, seperti menancap di janntungnya.


Willy menghela napas, ia ingin memarahi Sam namun ia urungkan karena semua ucapannya benar. Ayahnya Willy adalah mantan intel, hal remeh seperti kisah cinta tak wajarnya itu sangat mudah tercium.


Sam bertepuk tangan membuat pengunjung cafe memperhatikan mereka.


Serasa dejavu kejadian ini membuat Sam tak tahan untuk tak tertawa.


"ah Willyku sayang apa aku terlihat sangat remeh dimatamu?," tanya Sam murka, bisa-bisanya pria gila ini melempar semua kesalahan padanya.


Sam bangun dari posisinya, "bahkan sampai akhir kau benar-benar...," Sam ingin menyiram Willy dengan es jeruknya tapi niat itu dia urungkan.


Tanpa ingin melanjutkan perkataannya ia pergi dengan Willy yang mengikutinya dari belakang.


"Jika kau tak mengaku seperti itu ayah akan terus memaksa kita,!" ucap Willy dengan suara keras. Mau tak mau Sam berbalik menatap Willy yang begitu kesal namun putus asa.


"Apa kau ingin bersamaku selamanya!? Aku tak mau denganmu," ungkap Willy setengah membentak,


"kau dan aku sudah berakhir bahkan meski ayahmu tak mengizinkan kita bukan lagi apapun dan kaulah penyebabnya!, ini hubungan kita bukan hubunganku dengan ayahmu, sialan! Aku tak mau melihat wajahmu lagi! enyahlah!,"


Sam dengan lihai masuk ke dalam taxi yang sedari tadi terparkir di pinggir jalan, tanpa waktu lama Willy mengikutinya dari belakang.


Sam menatap bagian jendela belakang mobil menampilkan mobil biru tua milik Willy yang mengikutinya.


Sejak dulu jika mereka bertengkar Willy akan mengikuti Sam, Sam sangat mengerti sifat Willy. Dia hanya tak memahami bahwa perasaan Willy selama ini palsu padanya.


"Pak, tolong antarkan saya ke perusahaan Wei Gration,"


Sam benar-benar di buat kalang kabut, jika ia minta tolong Joah itu tidak akan menguntungkan pria sekamarnya itu dan hanya menambahkan beban masalah baru untuknya.


Apalagi perusahaan Joah masih digenggam erat oleh perusahaan Willy. Jantungnya berdegup cepat, salah langkah sedikit bisa berbahaya. Bisa-bisa Willy membuat pernyataan aku berselingkuh.


Jadi jawabannya adalah perusahaan Wei Gration. Dimana pria 'itu' bekerja. Pria yang selalu menjadi kartu terakhirnya.


Daniel aka selingkuhan Carley. Pria brengsek yang cukup bermanfaat karena uang dan kuasanya.


Sam dengan cepat turun dari taxinya dan masuk ke dalam perusahaan. Kartu masuk yang ia miliki saat bekerja sama dengan perusahaan ini membuatnya dengan cepat langsung masuk kedalam lift meninggalkan Willy yang baru sampai depan lobby.


Tangan Sam dengan gemetar menekan tombol lantai tertinggi, tempat CEO, Daniel bekerja.

__ADS_1


'ting'


Lift terbuka, Sam berjalan setengah berlari menuju ruangan Daniel, di luar tak ada sekretaris yang menunggu. Hati Sam was-was kalau-kalau Daniel pulang tapi tak ada waktu ia harus bersembunyi dari Willy yang akan sedikit bermain fisik jika tak sejalan dengan keinginannya.


Mantan kekasihnya itu suka menggigit, menjambak bahkan melakukan hal nakal meski tak sampai ke arah ****.


Entah mengapa kebiasaan itu selalu terjadi tiap kami bertengkar dulu.


"Dan, tolong aku," mohonku yang langsung berlari masuk.


Daniel terlihat kaget melihatku yang berlari dengan peluh dan wajah panik.


"apa yang kau lakukan tiba-tiba...," ucap Daniel panik.


"diamlah kau seperti pria ketauan selingkuh! Tolong aku, kau bilang kau akan membantuku bukan? tolong aku, Willy dia mengejarku sampai sini!"


Daniel memperbaiki kancing bajunya yang berantakan, "hah! Kalian bertengkar lagi?,"


Sam mengangguk, yap! Ini bukan pertama kalinya ia minta tolong begini. Dulu kejadian seperti ini pernah terjadi, dan entah mengapa Willy sangat menuruti perkataan Daniel. Seperti menjadi panutan untuknya.


Daniel menelpon Willy, matanya menatapku tajam dari atas kebawah.


"hallo Wil, Sam sedang bersamaku untuk membahas pekerjaan.. Hmm.. Yah.. Thank you, okay.. Aman..,"


Daniel mematikan panggilannya dan berjalan mendekati Sam yang menyender di dinding terlihat kacau, "sudah selesai, kau tunggu 1 jam lagi karena aku rasa ia masih di bawah mengawasi gedung ini"


Sam mengangguk mengerti tapi ia jadi gagal fokus dengan bibir Daniel yang berminyak. Tanpa sadar jemari Sam menyentuh bibir Daniel dan mengelapnya dengan telunjuknya.


"bibirmu berminyak sekali, kau habis makan atau pakai lipgloss?," tanya Sam memperhatikan minyak di tangannya.


Daniel semakin gusar, tapi mata polos Sam membuatnya ingin mengerjainya.


"makan mie goreng, kau sudah makan?," tanya Daniel seperti menutupi sesuatu.


"tapi kurasa ini lipgloss," ucap Sam curoha suara pelan yang masih terdengar telinga Daniel.


Sam sedikit mendorong pundak Daniel karena tubuhnya yang terlalu dekat padanya tapi dorongannya tak mengubah apapun ia malah terlihat menggemaskan dimata Daniel.


Tangan Daniel merengkuh pinggul Sam, "kau mau memastikannya?"


Daniel tiba-tiba mencium bibir Sam dengan paksa


Sam gelagapan, tangannya mendorong lengan Daniel kuat tapi tak berefek apapun.


"emh..uhmm..,"


Daniel mengobrak-abrik isi mulut Sam, membuat Sam terlonjak kaget dan membuka mulutnya.


Daniel melepas ciumannya, "hah.. Hah.."


Sam mengerjap matanya yang mulai meneteskan air mata.


"he-hentikan Dan.. Uh," Sam mencoba menjauh namun dekapan David membuatnya kesulitan


Daniel menarik pinggul Sam semakin erat.


"ah.. Apa yang ingin kau.."


Dengan segala kewarasan yang masih dimiliki Sam ia menendang perut Daniel kuat.


"UKHHHH!!!,"


"kau gila! A-aku sahabat kekasihmu! Aku akan mengadukanmu!! " teriak Sam dengan tubuh gemetar.


Daniel terjatuh memegang perutnya yang terkena dengkul Sam kuat.


Dengan lemas Sam berjalan keluar dari ruangan dan mendapati seorang wanita cantik dengan pakaian kerja begitu rapih.


"nona tidak apa-apa?," tanya wanita itu kaget melihat Sam yang berantakan.


Sam berlari tanpa memperhatikan bibir wanita cantik itu yang begitu glossy sama seperti bibir David tadi.


***

__ADS_1


__ADS_2