Baby, Dont Stop It!

Baby, Dont Stop It!
Part 5. move in together


__ADS_3

...Apakah takdir itu benar adanya? Masa sulit yang membuat sebuah keajaiban."...


...-Sam...


...*...


...*...


"Jadi ini ide kamu?,"


Sam memasak di dapur dan Joah terduduk lelah di kursi.


Mereka baru saja pindahan ke apartemen lama milik Sam. Yap, apartemen lama milik Sam memiliki 2 kamar, dimana ruang tamu dan dapur yang jadi satu. Juga memiliki balkon. Lebarnya cukup untuk dua orang.


Uang angsuran apartemen yang ditinggali 1 hari oleh Sam hanya di kembalikan setengahnya saja. Meski rugi sedikit tapi biaya apartemennya sekarang menjadi gratis.


Dia juga gak akan kena usir karena ia menyewa apartemen dengan nama Joah. Dia sangat memiliki ide yang briliant.


Barang-barangnya cukup mengisi ruang apartemen ini, sedangkan Joah hanya membawa pakaian, kasur,meja kerja beserta lemari-lemari buku. Sedang barang-barang yang lainnya masih di rumah lama dan menjadi jaminan hutang.


Sam meletakkan nasi goreng omelete di meja makan, satu milik Joah dan miliknya.


Joah memakan nasi goreng omelete dengan cepat. Ia benar-benar kelaparan karena seharian bekerja menata barang-barang.


"Uhuk-uhuk," Joah terbatuk-batuk karena makan terlalu cepat.


"Bodoh, makan-nya pelan-pelan, dong," ucap Sam sambil meletakkan segelas air putih di hadapan Joah. Ia memukul pelan pundak Joah untuk menenangkan Joah akibat kesedak nasi goreng buatannya.


"Tok...tok.."


Sam berjalan kearah pintu dan dari balik jendela ia melihat pemilik apartemen datang.


Sam berlari kecil kearah Joah, "Itu ibu pemilik, kamu udah kasih uangnya, kan?,"


Joah mengangguk, lalu ia berjalan menuju pintu dan membukakan pintu. Sam bersembunyi di balik pintu ,ia hanya ingin menjadi penguping saja di antara pembicaraan ibu pemilik dan Joah.


Ibu pemilik tersenyum manis kearah Joah, " hay, anak baru yang tampan," godanya.


Joah tersenyum lembut, " ada apa ya, bu?,"


Ibu itu melirik kedalam apartemen, ia dapat melihat dua piring nasi goreng yang hampir habis, lalu matanya menuju heels merah milik Sam.


"Kau tinggal dengan seorang wanita?," tanya ibu pemilik dengan tatapan penasaran.


Joah yang merasa ibu kosnya terlihat curiga mengangguk dan menjawab santai, "Ya, dia tunanganku,"


Sam yang mendengar itu seketika malu, pipinya memerah tanpa ia sadari.


"Oh, jadi kau sudah bertunangan? sayang sekali. Lain kali kenalkan aku dengan tunanganmu,"


Joah menarik Sam dari tempat persembunyiannya.


"Dia tunanganku, bu" ucap Joah datar. Ia terlalu malas tinggal bersama Sam sambil bersembunyi-sembunyi seperti sedang berselingkuh.


Sam yang kaget atas tarikan Joah hanya bisa salah tingkah di depan ibu pemilik.


"Hallo ibu pemilik, apa kabar?," sapa Sam ramah.


Ibu pemilik melihat wajah Sam kaget, "Sam?!,"


Sam hanya tertawa kikuk.


Ibu pemilik menarik Sam mendekat, " kamu benar-benar hebat ya soal pria, benar-benar seperti aku saat muda. sebelumnya kamu dapat si Willy yang kaya raya itu, sekarang seorang pangeran tampan, luar biasa mujur kamu nak,"

__ADS_1


Sam menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tertawa paksa.


"Baiklah kalau begitu, di apartemen ini tak ada larangan pria dan wanita tinggal bersama meskipun belum menikah, aku adalah pecinta kebebasan, ya bebaskanlah masa muda kalian, aku pergi dulu," ucap ibu pemilik dan pergi.


Sam menutup pintu dan langsung menghujani Joah dengan tatapan tajam.


"Kau sengaja, kan?,"


Joah mengangkat bahunya tak peduli dan kembali ke meja makan.


"Jangan katakan hal seperti itu lagi, nanti bisa jadi gosip, aku tak mau di gosipkan denganmu" celoteh Sam panjang lebar sembari duduk di hadapan Joah.


Joah kembali memakan nasi gorengnya, lalu menatap Sam, "Oh ya? lalu kenapa pipimu memerah seperti tomat begitu?," Tunjuk Joah dengan seringainya.


Sam kaget mendengar pertanyaan Joah, " aku? Aku hanya kaget saja," ujar Sam sambil memegang pipinya yang merah padam.


Joah tersenyum geli, "dasar bodoh,"


***


Sudah 1 minggu mereka tinggal bersama.


Joah benar-benar pria yang sangat sibuk. Mereka hanya berbicara saat sarapan dan saat makan malam. Selebihnya Joah akan lebih banyak di kamar untuk mengerjakan beberapa pekerjaan kantor yang belum selesai.


Sam sendiri menghabiskan waktunya untuk membersihkan apartemen, menyuci, memasak atau menonton film barat kesukaannya.


Sam sangat tidak suka jika pekerjaan kantor harus sampai di bawa pulang ke rumah, seperti yg biasa di lakukan Joah. Ia akan memilih lembur seharian ketimbang membawa pekerjaan itu pulang.


Sam menaruh kopi latte di meja Joah.


"Apa kamu selalu begadang seperti ini?," tanya Sam khawatir melihat lingkaran hitam layaknya panda dan kantung mata Joah yang seperti akan jatuh.


Joah melirik Sam dari balik kacamatanya dan tersenyum lembut yang terlihat lelah.


Sam balas tersenyum, "apa kamu mau biskuit kering? aku membuatnya tadi siang,"


Joah menggeleng, "aku sudah kenyang, makan malam tadi sangat banyak,"


Sam tertawa dan duduk di ranjang Joah, "aku gak nyuruh kamu ngabisin semuanya,"


Sam melihat sekeliling kamar Joah yang terlihat sangat klasik. Dinding kamar Joah bahkan di penuhi buku-buku seperti perpustakaan kecil. Benar-benar sesuai dengan kepribadian Joah.


Sam melihat meja lampu tidur yang berada di sampingnya. Di situ ada buku majalah yang terdapat foto besar wajah kakak Joah, Tom.


"Kakakmu sangat tampan ya," puji Sam sambil memegang majalah itu.


Joah melihat ke arah Sam dan memandang dari jauh majalah itu dengan senyum kecil, " dia hanyalah Tom sialan,"


"kamu dan dia seperti Tom dan Jerry, harusnya nama kamu itu Jerry bukan Joah," ejek Sam dan tertawa kecil.


Sam menyenderkan bahunya ke sisi ranjang dan membaca majalah itu, "Joah, kakakmu, Tom pasti sangat kaya raya kan?, tolong jodohkan aku dengan kakakmu,"


"kau gila?!," maki Joah yang di sambut gelak tawa Sam.


"hahaha, aku ingat banget ya saat kita kecil, dia sangat baik pada kita.. kau dan dia benar-benar seperti iblis dan malaikat.. kak Tom membelikan kita banyak gula-gula.. saat itu aku pikir aku akan menikahi kakak Tom, tapi aku tak bisa mendekatinya karena kau selalu saja menghalangiku!,"


"aku gak pernah menghalangimu, dimatanya kamu hanya anak kecil,"


"Tapi sekarang aku udah besar!! dulu, bukannya membantuku mendekatinya kau malah bersikap dingin dengannya, benar-benar menyebalkan.. apa kamu membenci kakakmu, Joah?," tanya Sam sambil mengenang masa lalu.


Joah dan Tom adalah saudara tiri. mereka memiliki ibu yang berbeda. Tom adalah anak sulung yang diakui sah, sedangkan Joah adalah anak dari kekasih gelap yang kemudian menjadi istri kedua ayahnya, ini adalah rahasia umum di keluarga Yordan. Semua keluarga Yordan tidak menyukai Joah, hanya kakeknya yang peduli padanya.


"Tidak, aku tidak membenci si sialan itu, aku hanya iri karena dia sangat hebat dan memiliki semua yang tidak kumiliki," ucap Joah kembali mengingat kakaknya dimana terakhir kali mereka bertemu saat usia Joah 20 tahun.

__ADS_1


"Saat aku hampir tenggelam di danau, jika tak ada Tom saat itu maka aku pasti..-sudah mati"


"tapi Sam, sungguh aku tak mengizinkanmu mendekati Tom, kau benar-benar sangat tidak pantas menjadi kakak iparku!," Joah menatap sebal ke arah Sam namun Sam telah tertidur pulas.


Joah menghela napas dan melanjutkan pekerjaannya. Bagaimanapun ia harus melampaui kakak tirinya itu agar ia di akui dan menjadi bagian dari keluarga Yordan.


"Sam, jangan tidur di kasurku," ujar Joah memperingati namun Sam telah tertidur sangat nyenyak.


Joah melepas kacamatanya dan berjalan ke ranjang dimana Sam tertidur dengan majalah di pangkuannya.


"Sam bangun," Joah menarik pipi Sam namun Sam masih tertidur.


Joah memandang wajah Sam yang tertidur terlihat begitu imut dan lucu, tanpa sadar Joah tersenyum kecil.


Joah mencoba memapah Sam. Namun tanpa sengaja jemarinya menyentuh bagian dada kenyal milik Sam.


"Emh," desah Sam tak nyaman.


Joah menelan salivanya, ia benar-benar mendapat masalah besar, sepertinya tinggal bersama Sam akan menjadi beban baru baginya. Bagaimanapun, dia tetaplah seorang pria.


"Argh!, sial," maki Joah pada dirinya sendiri.


Dengan penuh pertaruhan Joah membawa Sam ke kamar Sam dan meletakkannya dengan hati-hati ke ranjang, Joah melihat tengkuk Sam yang begitu putih dengan rambut halus, entah mengapa Joah sangat tergoda melihatnya.


Diam-diam Joah mencium sesekali menggigit tengkuk Sam.


Sam mendesah pelan, "emh, Joah.."


Joah melepas ciumannya. ia begitu kaget mendengar ******* Sam yang menyebut namanya. Segera ia melihat mata Sam yang masih tertutup.. ternyata Sam sedang ngelindur.


Joah menyeringai, "Kamu mimpi apa? hmm? menggodaku ya?," bisik Joah di telinga Sam.


***


Sam terbangun dan menyadari dirinya berada di kamarnya sendiri.


Semalam ia mimpi bercinta dengan Joah dan itu sangat panas persis seperti adegan film Hollywood yang sering ia tonton. Memalukan. Bagaimana bisa ia mimpi hal seperti itu?!. Sam menyentuh kedua pipinya yang begitu panas layaknya api.


Sam mengikat rambutnya. Ia harus segera diguyur air dingin agar tersadar dari otak mesumnya. Sam segera berjalan ke kamar mandi dan sialnya ia malahan berpapasan dengan Joah yang juga baru saja keluar dari sana.


Joah benar-benar luar biasa, tubuhnya sangat sexy dengan wajah maskulin yang menggoda. Rambut hitamnya begitu basah karena habis keramas. Air dari rambutnya menetes jatuh ke wajah tampannya. Sam melihat itu seketika menelan salivanya.


Joah terlihat mirip Ryan Reynolds saat muda yang sedang mengenakan handuk dengan dada bidang yang terbuka. Rasanya Sam akan pingsan jika terus melihat pemandangan indah itu.


"Hey kau!," panggil Joah membuat Sam tersadar dari lamunannya.


"Eng- Ya??,"


"lain kali jangan tidur di kamar orang! kau benar-benar menyusahkanku semalam," gerutu Joah mengingat kembali dirinya semalam yang kesulitan menahan diri.


Sam mengingat sebentar, "ah!, apa aku tertidur di kamarmu semalam? Maaf yaa," ucap Sam merasa bersalah.


"Dietlah, kau sangat berat seperti babi," ucap Joah dengan wajah mengejek yang menyebalkan.


Sam mendengar itu seketika cemberut, bagaimana mungkin pria menyebalkan seperti itu bisa masuk kedalam mimpinya.


"aku tak pernah menyuruhmu menggendongku!! Memangnya kau sendiri pernah menggendong babi?,"


Joah tersenyum mengejek, "kau kan babi,"


Sam sangat kesal di sebut babi. Ia masuk ke kamar mandi sambil membanting keras pintu kamar mandi.


Joah sekilas melihat tengkuk Sam, di tengkuk Sam masih ada bekas merah, bekas ciuman nakalnya semalam. Joah menyeringai bangga dan masuk ke kamarnya.

__ADS_1


***


__ADS_2