Baby, Dont Stop It!

Baby, Dont Stop It!
Part. 7 first time


__ADS_3

..."Cinta hanya membuat aku semakin bodoh,"...


...-Sam...


...*...


...*...


Joah melihat layar handphonenya yang telah di ganti dengan foto Sam dengan wajah merah yang lucu. Diam-diam ia memfoto Sam saat mabuk semalam.


Joah menaruh handphonenya di meja lampu tidur, lalu melipat tangannya ke belakang kepalanya.


Ia tak mengerti mengapa rasanya bahagia dan damai sekali?.


Joah tak merasa bersalah dengan apa yang ia perbuat kepada Sam, ia merasa hal itu memang harus terjadi diantara mereka. Dan ia juga tak memikirkan apa yang harus ia katakan tentang kejadian semalam, meski ia ingat sekali apa yang telah terjadi semalam karena Joah bukanlah orang yang mudah mabuk.


Ia yakin Sam pun mengingatnya, ******* dan kenikmatan yang terjadi.


Meski mereka berdua bisa saja menyalahkan alkohol.


Di sisi lain, Sam sedang berendam di bethroom, memeluk lututnya dan mencoba berpikir cara untuk memulai pembicaraan mengenai kejadian semalam.


Itu bukanlah kejadian yang pantas terjadi di antara mereka bedua bukan?.


Namun yang membuat Sam bingung tak ada kejelasan dari Joah selain mengatakan bahwa Sam lah yang memintanya. Bahkan ketika bangun tidur Joah terlihat biasa saja, seperti kejadian semalam bukan apa-apa dan mereka layak melakukannya (?).


Mereka seakan-akan pengantin muda, padahal nyatanya tak ada hubungan apapun diantara mereka selain teman satu apartemen, ya kan?.


Bukannya ini aneh? Atau hanya Sam seorang yang merasa ini aneh? semakin ia pikirkan, ia semakin pusing dan sakit kepala.


Sam keluar dari bethroom dan membersihkan badannya dengan shower lalu mengenakan handuk. Ia membuka pintu kamar mandi dan berjalan perlahan menuju kamarnya.


Di ranjangnya masih berada Joah yang tertidur pulas, sepertinya Joah benar-benar lelah karena semalam.


Sam menarik hidung Joah,


"Hmm?,"


"Mandi sana," perintah Sam yang malahan diabaikan Joah.


Joah menarik pinggang Sam membuat Sam terjatuh kepelukannya.


"Joah, apa yang kau lakukan?," tanya Sam gelagapan.


Sam tak mengerti apa yang terjadi setelahnya. Tiba-tiba saja tubuhnya bergerak tanpa ia sadari dan mereka mengulang kembali kesalahan semalam.


Setelah semua terjadi, mereka terdiam. Saling memandang satu sama lain. Berkutat dengan pikiran mereka masing-masing.


Joah menutup matanya, memeluk Sam erat.


"Kamu bodoh," maki Sam mendorong tubuh Joah kesal, yang di balas gelak tawa Joah.


Joah bangun. Ia mengenakan handuk Sam dan pergi kamar mandi.


"Aku ini kenapa?," ucap Sam pada dirinya sendiri sambil membungkus tubuhnya dengan selimut.


***


Sam merapihkan tempat tidurnya lalu memasak makanan untuk mereka berdua.


Mereka makan tanpa kata. Joah benar-benar bersikap tak ada yang terjadi. Santai. Selow. Dan itu membuat Sam merasa frustasi.


"Joah, aku tak tahan lagi!,"


Joah menatap Sam yang terlihat sama seperti pertama kali bangun. Kelihatan sangat bingung.


"Kau ingin lagi?," tanya Joah acuh tak acuh.


"Hah?,"


Sam memiringkan kepalanya, Joah ikut memiringkan kepalanya.


"Joah!," ucap Sam dengan nada kesal.


"Hm?,"


Sam mendengus kesal dan membawa piringnya ke wastafel cuci piring. Ia lelah melihat Joah yang acuh tak acuh jadi dia melampiaskan kekesalannya dengan mencuci piring.


Ia juga bingung bagaimana cara membicarakan hal itu. Apalagi mereka telah melakukannya lagi tadi. Dan tubuhnya seperti magnet yang tak bisa menolak. Benar-benar seperti orang Bodoh!.


Joah selesai dengan makanannya dan membawa piring kotornya ke wastafel. Ia memeluk Sam dari belakang, mencium leher Sam lembut.


"Hentikan," ucap Sam dingin.


"Kamu marah?," bisik Joah di telinga Sam yang membuat Sam geli.


"Jangan lakukan itu, Joah," ucap Sam sambil menjauhkan telinganya.

__ADS_1


"Kenapa?," bisik Joah lagi jail.


"Geli bodoh,"


Joah menyeringai dan dengan nakal bermain-main dengan tubuh Sam.


Sam meremas piring di tangannya, ia benar-benar di buat bergetar hingga tak dapat menahan dirinya.


Joah melepas pakaian Sam dan menurunkan ********** sendiri, entah bagaimana dengan cepat semua terjadi lagi.


Sam mengerang.


Dengan hati-hati Sam menaruh kembali piring ke wastafel agar tak pecah dan mulai menggenggam erat pinggiran wastafel.


Joah merasakan sensasi yang sangat luar biasa dari pada sebelumnya.


"Joah!! oh!!," Sam terus mendesah, bergoyang mengikuti ritme Joah.


"Tok tok,"


Sam dan Joah mendengar suara ketukan pintu, namun mereka mengabaikannya. Mereka lebih asik dengan kegiatan mereka saat ini.


"Engh Joah, enghm!," Sam menahan desahannya, mengigit bibir bawahnya. Berusaha tak mengeluarkan suara yang mungkin akan terdengar oleh tamu mereka.


"Sam! Sammy~," suara Carley memanggil Sam terdengar dari balik pintu.


"Aku mau kluar.." bisik Sam lemah.


Joah menahan pinggul Sam erat, membiarkan benih masa depannya menyemprot kedalam tubuh Sam.


Sam merasa sangat lemas, ia mencoba berdiri dengan kekuatannya, namun ia tak kuat berdiri mengingat dalam sehari mereka berkali-kali melakukan 'itu'.


Joah yang mengetahui bahwa Sam telah lemas langsung memopoh Sam dan membawanya ke kamarnya.


Ia membaringkan Sam di ranjang dan dengan cepat melepas pakaiannya.


Sam yang melihat Joah tanpa pakaian merasa akan terjadi ronde kedua yang melelahkan.


Sam dengan lemas langsung menutup tubuhnya dengan selimut.


"Tunggu Joah, Ada tamu.. nanti malam saja ya," tolak Sam lemas dan tak berdaya namun suara lemas itu membuat Joah lebih tak bisa menahan hasratnya.


"Sebentar saja," pinta Joah dan mendekat ke arah Sam.


Sam menggeleng, "nanti saja," tolak Sam lagi, ia sedikit mendorong tubuh Joah yang sudah berada di atasnya, namun dorongannya tak mengubah posisi Joah sama sekali.


Ada apa ini?!. Serius ini adalah hal baru yang diketahui Sam soal Joah. kenapa Joah jadi seperti pria gila ****?. Joah bahkan tak peduli Carley yang mengetuk-ngetuk pintu di luar.


Sam yang lelah akhirnya kehilangan kesadarannya. Ia tak cukup kuat untuk membalas nafsu Joah yang besar. Mereka bahkan sudah bermain cukup lama.


Joahpun kaget dengan dirinya yang sekarang. Memang ia akui sudah sangat lama ia tidak bermain-main dengan wanita karena ia begitu sibuk bekerja.


Carley tak menarik bagi Joah secara seksual, namun memang melemahkan hatinya karena aksi imut dan lucunya.


Sam beberapa waktu akhirnya tersadar dari pingsannya. Kegiatan mereka telah selesai, Joah kini tertidur pulas di atas tubuh Sam.


Mereka benar-benar berkeringat dan lelah. Kini suara dengkuran kecil terdengar dari bibir Joah membuat Sam tersenyum lucu.


Suara ketukan dari Carley sudah tak terdengar. Sepertinya Carley sudah pulang.


Sam menghela napas. Dengan kekuatan yang tersisa ia mencoba membaringkan tubuh Joah ke sebelahnya, namun ia malah berputar dan terjatuh ke dada bidang Joah.


Sam memperhatikan wajah tampan milik Joah.


Jika dilihat-lihat Joah memang sangat tampan. Matanya sipit karena ibunya orang chinise, bibirnya merah dan tipis, hidungnya mancung dan kulitnya sangat putih dengan rambut hitam kecokelatan. Tubuhnya juga atletis bahkan dia cukup tinggi 181 cm.


Dia adalah keturunan timur tengah-asia. Dan yang paling tak di sangka Sam bahwa Joah memiliki nafsu yang sangat tinggi.


Selama ini Joah terlihat seperti pria baik-baik dan sangat dingin dengan wanita.


Sam tak pernah mendengar gosip buruk seperti Joah yang tidur dengan artis atau model, dia juga tidak pernah mendengar Joah melakukan **** dengan laki-laki. Meski banyak yg mencurigai Joah gay.


Carley pun bercerita kalau ia tak pernah di sentuh oleh Joah, bahkan berciumanpun tidak. Joah jarang menghabiskan waktu dengan Carley dan lebih fokus pada pekerjaan.


Oleh karena itu Carley selingkuh dengan Daniel yang notebane penuh perhatian.


Sam tak mengerti mengapa Joah melakukan ini padanya?.


Bukannya banyak wanita lain yang jauh lebih cantik dan sexy di luar sana?.


"Apa aku tampan?," tanya Joah masih dengan mata tertutup. Membuat Sam salah tingkah.


"Kau itu menyebalkan," jawab Sam dan menarik hidung Joah lalu menyenderkan tubuhnya di sisi ranjang.


Joah membuka matanya, ia melirik Sam yang sedang berusaha mengenakan kaos oblong milik Joah yang lagi-lagi kebesaran di tubuh Sam.


"Kau mau kemana, Sam?," tanya Joah sambil memeluk pinggang Sam.

__ADS_1


Sam melihat Joah yang seperti bayi bertubuh besar tak mau ditinggalkan ibunya.


"Tentu saja menemui Carley,"


Joah melepas pelukannya dan ikut bersender di samping Sam, "mau ku antar?,"


Sam menggeleng, "tak perlu, aku cuma mau mengembalikan mobilnya," tolak Sam.


Lagi pula Sam tidak mau nanti Carley salah paham melihat Sam di antar oleh Joah.


"Tapi kamu kelihatan lelah," ucap Joah khawatir.


Sam menepok kening Joah, "kau pikir karena siapa?,"


Joah terkekeh sambil menggosok hidungnya merasa bangga.


"Besok saja kamu kembalikan, hari ini istirahat saja,"


Sam berdiri dari ranjang namun sedetik kemudian ia hampir saja ambruk ke lantai jika saja Joah tak menahannya.


"Kamu baik-baik saja?,"


Sam menyenderkan punggungnya ke sisi ranjang.


"Aku lelah,"


Joah memeluk Sam, "istirahat saja sayang, besok saja kembalikannya ya,"


Sam menurut, ia menutup matanya. membiarkan dirinya tertidur pulas di dada bidang Joah.


***


Sam memasak sarapan. Joah telah berangkat lebih dulu ke kantor. Sedangkan Sam mengambil cuti hari ini.


Ia benar-benar kelelahan, perutnya sakit dan bagian intimnyapun sakit. Bahkan Sam harus berjalan dengan bantuan dinding.


Joah benar-benar.. menakutkan.


Sam cukup heran Joah masih sanggup bekerja setelah ia meniduri Sam dengan begitu penuh tenaga.


Joah benar-benar pria mengerikan.


Apakah Joah minum obat kuat?. Sam mendesah frustasi.


Bagaimana bisa ini terjadi padanya?!


Apa mereka pengantin baru? No! Jadi kenapa?. Ia pun tak mengerti.


Bel apartemennya berbunyi.


Segera Sam membuka pintu dan melihat bunga mawar cantik di depan pintu.


Sam tersenyum lembut, ini pasti dari Joah. Kali ini ia memaafkannya.


Sam melihat note yang tertempel di sisi bunga itu.


...'Maaf terlalu kasar sayang.....


...Nanti malam aku akan lebih lembut,...


...-Joah'...


Sam menahan amarahnya,


Joah Benar-benar pria hypersex.


***


Joah menguap sebentar.. rasanya sangat lelah namun tubuhnya terasa lebih fit untuknya.


Ia tak menyangka akan sebegitu menyenangkan melakukan itu.


Seringainya mengembang ketika mengingat Sam tadi pagi. Sam sangat kelelahan hingga ia harus berjalan dengan hati-hati sambil meraba-raba tembok.


Sam terus merutuki Joah yang di balas kecupan manis dari Joah.


Memang Joah akui itu salahnya karena bermain terlalu kasar..


Jemarinya menari indah di atas smartphone, Joah diam-diam memesan bunga mawar online untuk Sam.


Ia harap Sam memaafkannya.


Orang-orang rapat memperhatikan Joah yang terlihat jauh berbeda dari sebelumnya.. mereka menebak-nebak apa yang membuat Joah begitu bahagia?.


Hari ini bos mereka terlalu banyak tersenyum dan itu membuat banyak pegawai wanita jatuh cinta. Siapa sangka bos mereka yang jutek dan dingin itu ternyata bisa tersenyum manis seperti itu?.


***

__ADS_1


__ADS_2