BAD TRUST : DEJAVU

BAD TRUST : DEJAVU
Bab 9


__ADS_3

Mereka pun masuk ke dalam mobil.


"Ini kita kemana tujuan nya?" Tanya Calvine.


"Nanti aku arahin, kamu jalan dulu" Jawab Ray.


Setelah 15 menit perjalanan, akhirnya sampai di cafe yang ditujukan.


*Drrrtt- Drrrrrtttt* bunyi telpon Bhani.


"Itu telpon nya dijawab dulu" Kata Calvine.


"Ok bentar" Jawab Bhani.


**********************************************


"Halo, ini siapa?" Tanya Bhani.


"Ini Naufal" Jawab Naufal.


"Oo kenapa?" Tanya Bhani.


"Ada orang kah?, gue pengen ngomong berdua sama lu" Kata Naufal.


"Bentar gue matiin dulu, ntar gue telpon lagi, ntar gue share lokasi nya" Kata Bhani.


Bhani pun menutup telepon dari Naufal.


*********************************************


"Udah belum?" Kata Calvine.


"Ayo masuk!" Ajak Ray.


"Oke!" Kata Bhani.


Mereka bertiga pun masuk.


Setelah memilih tempat duduk, mereka memesan menu nya.


"Calvine! Bhani! " Panggil Ray.


"Ya?! " Jawab mereka berdua.


"Kalian berdua mau pesen apa?" Tanya Ray.


"Americano yang hangat aja, biar cool" Kata Bhani.


"Kalau aku, Vanila latte aja" Kata Calvine.


"Oke! Aku pesenin dulu ya" Kata ku.


"Oke" Kata Calvine.


"Eh! " Panggil Calvine.


"Kenapa?" Tanya ku.


"Kamu yang mau bayar?" Tanya Calvine.


"Ummmm.... " Gumam ku.


"Ini uang nya, biar aku yang bayarin" Kata Calvine.


"Makasihhh" Kata

__ADS_1


"Ray, nih gue juga, jangan lupa pesen cemilan nya juga" Kata Bhani.


"Oke siap!" Kata Ray.


Ray pun memesankan menu yang sudah di pilih.


"Halo, mau pesan apa kakak? " Kata Pelayan cafe.


"Americano nya satu, vanila latte satu, Stoberi cocktail nya satu, Rainbow pop satu" Kata Ku.


"Ada lagi?!" Tanya Pelayan cafe.


"Sama French fries aja" Jawab ku.


"Baik!" Kata Pelayan cafe.


"Untuk, vanilla latte, dan rainbow pop nya, ukuran medium atau large?" Tanya pelayan itu.


"Large" Jawab ku.


"Jadi totalnya, seratus lima puluh ribu rupiah" Kata pelayan itu.


"Oke ini uang nya" Kata ku sambil memberikan uang.


"Baik ditunggu ya" Kata pelayan cafe itu.


Ray pun kembali ke tempat duduk.


10 menit kemudian, pesanannya datang.


"Terima kasih" Kata Ray.


"Sama sama" Kata pelayan itu.


"Oiya Ray, Calvine, nanti gak ikut pulang bareng kalian ya" Kata Bhani.


"Iya kenapa?" Kata Calvine.


"Nanti aku mau ada janji" Jawab Calvine.


"Sama siapa?" Tanya Calvine.


"Ada deh" Jawab Calvine.


15 menit kemudian.


"Kita duluan ya, bye!" Kata ku.


"Dah!" Kata Calvine.


Saat Ray dan Calvine masuk ke dalam mobil, mobil Naufal tiba.


*Titt-Titt* suara klakson mobilnya Calvine yang meminta Mobil dibelakang nya untuk menepi terlebih dahulu, setelah mobil Naufal menepi mobil Calvine mundur secara perlahan.


"Kayak nya aku gak asing deh sama mobil itu" Kata ku.


"Mobil kayak gitu gak cuma satu ray" Kata Calvine.


"Iya juga si" Kata ku.


Setelah mobil Calvine melaju, Mobil Naufal Maju dan parkir di tempat yang sebelumnya ditempati mobil Calvine.


Setelah itu Naufal turun dari mobil bersama Gha ni Shu ni.


Dan mereka berdua masuk ke dalam Cafe. Mereka menuju tempat yang sudah ada Bhani disitu.

__ADS_1


Mereka pun menghampiri Bhani lalu duduk di meja yang sama.


"Tumben, tau lu aja selera cewe" Kata Gha ni.


"Gak perlu dibahas, cepet apa yang mau lo omongin" Kata Bhani.


"Sebenarnya yang mau ngomong bukan gue, tapi dia" Kata Naufal.


"Kenapa?" Tanya Bhani.


"Jauhin Ray!" Kata Gha ni.


"Kenapa? Apa urusan nya!" Tanya Bhani.


"Gue gak mau si Ray jadi topik buat dosen, gue pengin cuman gue yang harus di perhatikan sama orang orang di kampus, dan sebelum lo ngejauhin dia, lo manfaatin dia, dan bikin dia sakit hati, pokoknya dengan Cara apapun dan trik apapun lo harus lakuin supaya si Ray itu di benci sama orang" Kata Gha ni.


"Kenapa, bukannya kamu selalu jadi topik sama semua orang, bukannya kamu suka membuat masalah sama semua orang!" Kata Bhani.


"Baguslah kalau kamu tau, tapi kali ini aku akan menjadi orang yang seolah olah disakiti, pasti semua orang bakalan belain aku, dan pasti semua orang bakal mengucilkan Ray, bahkan sahabat nya sendiri juga membenci nya" Kata Gha ni.


"Naufal, apa kamu gak menghentikan aksi wanita mu, apa kamu akan mendukung wanita mu seperti biasa?! " Tanya Bhani.


"Lakukanlah saja apa yang dia minta" Jawab Naufal.


"Kami tak ada waktu lagi, kami pergi duluan, ayo Shani" Kata Naufal sambil menggandeng tangannya Gha ni Shu ni.


Saat Naufal dan Gha ni Shu ni, berjalan menuju keluar kafe, dan sampai masuk ke dalam mobil, Bhani terus menatap mereka dengan tatapan kosong.


"Menyuruh ku untuk melukai gadis yang aku sukai sejak lama, tidak akan ku biarkan, dasar kalian para manusia busuk, bertampang menawan tapi berhati licik dan busuk, Sungguh Tak menyenangkan" Kata Bhani sambil menumpahkan Kopi nya.


Lalu dia menelpon seseorang.


*********************************************


📞📞📞📞📞


"Jemput aku sekarang!" Kata Bhani.


"Baik boss" Kata Tama.


*********************************************


5 menit kemudian.


"Tumbenan kau kesini, biasanya.... " Kata Tama.


"Gak ada pertanyaan lain kah?!" Kata Bhani.


"Habis kesini sama siapa? Cewek ya?, mau apa kesini? Terus habis ini mau kemana?" Tanya Tama.


"Sama temen, bukan cewe, habis ini mau ke Kantor nya Andika" Jawab Bhani.


"Oke lah masuk dulu" Kata Tama.


Kemudian mobilnya pergi dari kafe.


"Kenapa gak nongkrong di kafe ku aja si?" Tanya Tama.


"Tadi habis dari perpustakaan bareng Calvine sama Ray, Terus si Ray yang minta Kesini" Jawab Bhani.


"Ray? Cewek kah?" Tanya Tama.


"Ya" Jawab Bhani.


"Pacar baru?" Tanya Tama.

__ADS_1


"Belum sempat" Jawab Bhani.


__ADS_2