
Keesokan harinya.
" Itu dia Ray! " Kata Nadia sambil menarik lengan Nira dan berlari ke tempat ray.
" Kamu kemarin kemana saja, aku khawatir, bahkan saat aku sudah pulang ke rumah " Kata Nira.
" Emmm, itu kemarin handphone ku jatuh ke celah lift jadi aku tak bisa menghubungi kalian, maaf udah buat kalian khawatir " Jawab Ray.
" Baiklah! Syukur kalau kamu gak kenapa napa " Kata Nadia
Setelah itu kelas berlangsung.
Saat Istirahat, Ray, Nira dan dania menuju ke kantin untuk makan .
Tiba tiba ada anak yang memanggil nya.
" Ray! Ray!,,,,, " Panggil seorang anak laki laki sambil berlari menghampiri nya.
" Huhhh! Untung gue ketemu lo disini, ini handphone dari Naufal, katanya ini dia kasih buat lu " Kata anak itu.
" Gua boleh ikut duduk kan, capek nih " Kata anak itu.
" Boleh lah, btw namalu siapa? " Tanya Ray.
" Dia itu, Temen kita, dari fakultas yang sama, Namanya Rio putra " Kata Nira.
" Suka makan, jorok, kepedean nya tingkat dewa " Sahut Nadia.
" Ooo " Jawab Ray.
" Oh iya, kenapa Senior Naufal tiba tiba ngasih gue handphone " Tanya ray.
" Oo, gatau deh, pas gue di taman, dia mau jalan ke arah kantin, trus tiba tiba dia nelpon siapa gue gak tau, trus dia manggil manggil gue, katanya suruh anterin ke lo " Jawab Rio.
"' katanya kalau gue gak anterin ini sampe ke tangan lo, gue bakal dapet masalah, yaudah gue anterin " Lanjutnya.
" Gue baru tau ternyata, senior yang ngebosenin, dingin, dan jarang senyum, punya sisi yang kayak gitu juga " Kata Nadia.
" Hah! Emangnya dia dingin dan jarang senyum? " Tanya Ray tak percaya.
" Iya, gak cuman cewek, cowok juga pada takut bukan maen, dia itu kalau sama Junior dari fakultas yang sama juga, dia bakal dingin bukan maen, apalagi pas kita kita jadi mahasiswa baru, dia adalah yang paling ketat dan disiplin banget, dia jarang banget ngomong, sekali ngomong langsung bikin orang sadar, karena omongan nya yang nyata dan lidah nya yang tajem, dan tatapan mata nya yang killer, lebih menakutkan dari pada dosen kalau marah " Kata Rio.
__ADS_1
" Tapi, pas dia nolongin gue dia senyum kok " Kata Ray.
" Hah!? " Teriak berjamaah karena kaget akan perkataan Rey.
" Eh coba dong cerita, kita semua pengen tau nih " Kata Nadia penasaran.
" Jadikan, gue turun dari lantai dua naik lift kan, trus pas mau keluar dari lift, tiba tiba orang yang mau masuk lift tuh banyak banget, udah gitu masuk nya tuh langsung, gak satu satu, jadi kan gue didorong dorong trus handphone gue jatuh ke celah lift, terus udah gitu pas mau ngambil handphone gue, tangan gue diinjek, terus kejepit sama pintu lift yang mau ketutup, terus tiba tiba Naufal datang dan nolongin gue, terus habis itu gue dibawa ke balkon, terus tangan gue diperban sama dia, dan gue juga dianter pulang sama dia.... " Kata Ray.
" Terus?! Terus!? " Serentak.
" Udah lah,, terus terus mulu ntar nabrak " Jawab Ray.
" Waw! Balkon kan tempat utama buat dia, gak ada seorang pun yang boleh kesana tanpa sepengetahuan dan izin nya " Kata Nadia tak percaya.
" Hah! Masa sih, kan ini kampus umum, masa gak ada yang boleh kesitu " Jawab Ray tak percaya.
" Haih! Ternyata Ray si jenius juga kudet dan payah " Kata Rio.
" Kamu masa gak tau sih!? " Kata Nadia.
" Aku bener bener gak tau " Kata Ray.
" Jadi tuh, kakak dari Naufal, adalah donatur utama dari kampus kita, kakak nya Naufal juga dulu pernah kuliah disini juga, Namanya Andika Fernanda, Ceo sekaligus penerus Group Fernanda " Jelas Nira.
Tak lama kemudian makanan yang dipesan oleh Rio datang.
" Lah, kok udah dateng ajah kita kan belum mesen " Kata Nira.
" Dari tadi sambil dengerin, sambil pesan, gak afdol kalau cerita gak sambil makan, eheheheh " Kata Rio.
" Yaudah kita makan yok sama sama " Ajak Rio.
" Tunggu dulu ini yang bakalan bayar siapa nih? " Tanya nira.
" Udah biar gue yang bayar, gue lagi mood nih traktir makanan " Jawab Rio.
Setelah mereka selesai makan, Tiba tiba terdengar sorak sorak keributan yang sangat keras.
" Ada apa sih ribut ribut, gak bisa liat orang kenyang ajah " Kata Rio.
" Itu siapa? " Tanya Ray.
__ADS_1
" Nah itu tuh yang baru kita gosipin tadi " Kata Nadia.
" Itu yang cewek Dia Namanya Ghani shu ni, teman masa kecil nya Naufal dan juga Andika Fernanda, nah kalau cowok yang rambutnya Abu abu itu, namanya Tama septian penerus Group Salty, Ghani shu ni dan Naufal bahkan dekat bukan main... " Jelas Nira.
" Ya, betul tuh, mereka udah ada Rumor bahwa mereka dijodohkan sama orang tua mereka, padahal kan Aku suka sama senior Naufal dari dulu tapi gak pernah dinotice, berdiri disamping ajah kaki ku rasanya lemas, liat mukanya dari jauh udah ganteng walaupun jarang senyum, apa lagi senyum plus ngeliat nya deket, bwah, kejang kejang jantung aku " Kata Nadia.
" Kalian berdua, tentang gosip ajah inget nya persis bukan main, tapi suruh hafalin materi pelajaran ajah lama nya minta ampun " Kata Rio.
" Ghani Shu ni juga dikenal sebagai anak perempuan dari walikota bandung, sifatnya suka manja, dingin, jutek, suka iri " Kata Nadia.
Di Area yang sama dan waktu yang sama, Naufal memperingatkan Andika untuk tidak membuat keributan.
" Ingat jangan pernah membuat masalah apapun, dan jangan membuat onar di kampus ini ngerti! " Kata Nufal dengan nada dingin.
" Santai, selama tidak ada yang cari masalah dengan ku, masalah tidak akan pernah terjadi " Jawab Andika.
Naufal, Shu ni, Andika, dan Tama pun duduk di salah satu meja di kantin.
" Wahhhh,, beruntung banget yah kita bisa duduk di sebelah mereka " Kata Nadia antusias.
" Pesen lagi sana, gue yang bayar " Kata Rio.
" Siap boss! Gue pesen dulu ya " Kata Nadia.
" Ehhh, kalian pada mau apa nih? " Tanya Nadia.
" Terserah, yang penting enak " Jawab Rio.
" Siap bos! " Jawab Rio.
Nadia pun pergi memesan makanan.
" Eh btw, Ray anak holkay yah? " Tanya Rio.
" Hah memang kenapa? " Tanya ray.
" Dari ujung rambut sampe ujung kaki, bermerek semua dong, liat ajah dari jam tangannya channel, setelan baju celana sama blezer louis Vuitton, sepatu Gucci, tasnya Hermes " Sahut Nira.
" Ahhh, enggak kok ini kw, bukan yang ori " Kata Ray.
" HELEH BOONG " Kata mereka berdua.
__ADS_1
Bersambung......