
*TING*
Saat pintu lift terbuka, mereka pun keluar dari lift.
Naufal, Shani, Tama, Dan Andika mereka berjalan bersama menuju parkiran.
Dan pas saat itu, mobil Yang di tumpangi Bhani, Calvine, dan Ray. Akan keluar dari parkiran, Dan saat mobilnya keluar melewati lobby kampus, tak di sangka ber papasan dengan Naufal, Shani, andika, dan tama.
Dan saat melewati mereka berempat.
Calvine membunyikan klakson mobil nya.
*TIT-TIT* laju mobil nya sengaja di perlambat oleh calvine.
*sreet* pintu kaca mobil terbuka.
"Duluan ya!! " Kata calvine ke pada mereka.
"Yoo~" Sahut Tama.
Calvine mengedipkan mata nya kepada tama, dan menutup jendela kaca mobil.
Setelah itu laju mobil nya semakin lama semakin cepat dan semakin menjauhi tempat Andika.
"Kalian berdua saling kenal sama mereka? " Tanya Ray kepada Calvine dan Bhani.
"Ya~" Jawab Calvine dan Bhani bersamaan.
*brukkk* Ray mendekati Bhani dan calvine yang duduk di depan.
"Kayak nya hubungan kalian baik banget sama mereka, memang mereka siapa sih?" Tanya Ray.
"Jujur gak? Kalau gak... " Lanjut ray yang langsung dipotong Bhani.
"Kita ini cuman partner" Jawab Bhani.
"Partner apa?" Tanya Ray.
"Dulu ayah kita berdua, pernah menjalin kerjasama sama perusahaan Ayah Andika" Jelas calvine.
"Kita berdua masih berumur 6 tahun waktu itu, sedangkan Andika berumur 10 tahun, Dan Naufal berumur 8 tahun" Lanjut andika.
"Tapi waktu itu, Kita masih muda Dan Ayah kita berdua bekerja di kantor perusahaan Ayah andika"
Jelas Calvine.
"Em, gitu. Ok" Jawab Ray.
Setelah sampai.
Ray turun dari mobil.
"Emmmm... Makasih ya udah mau kasih tumpangan" Kata Ray.
"Sama-sama, Gausah repot, kita kan udah saling kenal" Kata Bhani.
"Ok! Kita jalan dulu ya!" Kata Calvine.
"Ok! Hati hati di jalan, sampai ketemu besok" Kata ray.
"Oke! " Sahut Bhani.
"SWUSH" Suara mobil.
Ray melambaikan tangannya.
Mobil Nya pun jalan dan pergi menjauh. Setelah terlihat jauh, Ray berbalik dan berjalan menuju rumah nya.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Ray membuka pintu rumahnya "KREK" Suara pintu terdengar.
"PLAK" Ray menyalakan lampu ruang tamu.
"O iya, hari ini Mama udah Balik lagi ke rumah, jadi sepi deh" Gumam ku.
"KRUYUK ~"
Tiba tiba perut nya terasa lapar.
Ia pun menuju ke ruang makan.
"Aku lapar, ada makanan gak ya?" Gumamku.
Ia pun membuka kulkas.
"Kosong!" Gumamku.
"BRUK" Pintu tertutup.
Membuka tutup meja makan.
"Kosong juga!" Gumamku.
Membuka lemari makanan.
"WTF???!! Kosong jugaaa!! " Gumam ku.
"Terpaksa ke Toko di depan nih! " Gumamku.
"Hmmm... Emmm" Ray mengendus Endus badannya.
"UEEKKK!!! Bau asem" Gumamku.
"Mandi dulu deh, tanggung udah sore" Gumamku.
Setelah 30 menit akhirnya ray selesai mandi, dan dia menuju ke kamar nya.
Dan berdandan memilih pakaian yang pas.
"Sip! Selesai! Waktunya berangkat! " Gumamku.
"Cek dulu barang kali ada yang kurang... " Gumamku.
"Ok! Berangkat! " Gumamku.
Ray pun keluar dan mengunci Rumah nya.
Dia berjalan ke mini market yang ada di depan komplek rumah orang tuanya.
Saat tiba di Mini market dia langsung memborong tanpa celah.
Dia membeli apa yang dia butuhkan untuk tiga sampai empat hari kedepan, dan yang sesuai dengan Budgetnya.
Kemudian dia mengeluarkan kan list apa yang dia butuhkan dan harus di beli.
"Pop mie udah, shampo udah, masker udah, keju udah, emmm apa lagi ya.... " Gumamku.
Dia pun mengelilingi mini market dan berputar putar.
Dan secara tak sadar dia telah berputar lebih dari 5 kali.
"Aduhhh apa lagi ini" Gumamku.
"Ahhh~ apa aja deh udah laper gak nahan pengen pulang trus rebahan lagi" Gumamku.
Dan setelah selesai memilih dan berbelanja, dia menuju kasir.
__ADS_1
"Kak, ini semua ya!" Kata ku.
"Oke!" Jawab penjaga kasir.
"Ada lagi kak?" Tanya penjaga kasir.
"Gak makasih, udah itu aja" Jawab ku.
"Mau Silver queen nya kak? 50 ribu aja bonus satu, ukuran ekstra besar, dan Shampoo sunslik edisi hijab.... " Kata penjaga kasir.
"Gak gausah! Makasih!" Jawab ku.
"Oke!" Sahut penjaga kasir.
Tiba tiba Ray melihat sekeliling, dan dia baru menyadari biasanya ada 3 penjaga.
"Cuman sendiri?" Tanya ku.
"Ya!" Jawab penjaga kasir.
"Tadinya kita masih bertiga cuman Dua teman saya lagi Istirahat buat makan sore" Jelas penjaga kasir.
"Sibuk gak?" Tanya ku.
"Gak terlalu juga" Jawab penjaga kasir itu.
"Kalau gitu bisa delivery pesanan gak?" Tanya ku.
"Hah?! Emm maksudnya?" Tanya penjaga kasir.
"Jadi misalnya saya pesan ke kamu, barang barang yang ada disini dan yang saya butuhkan, tenang aja saya pasti bayar kok, rumah saya di kompleks sebelah toko ini, Lewat 7 rumah, Blok. A nomor 12.5" Ujar ku.
"Oh gitu, jadi yang diperlukan apa aja?" Tanya penjaga kasir.
"Nanti aku bikinin list nya aja ok! Biasanya sih aku setiap Stok lagi bahan bahan rumah 3 hari sekali, nah itu cuman buat bahan pokoknya aja kan, kalau kayak keperluan untuk Sabun dan lain lain itu biasanya dua minggu sekali" Jawab ku.
"Oh gitu, berarti saya harus delivery bahan makanan setiap tiga atau empat hari sekali, terus keperluan itu dua Minggu sekali gitu?" Kata penjaga kasir.
"Heemm, betul!" Jawab ku.
"Kalau gak kamu save kontak saya aja deh gimana? Soalnya biar gak ribet, jadi kan kalau ada apa apa biar saya kontak kamu gitu!" Ujar ku.
"Oh, boleh boleh kak!" Jawab penjaga kasir.
"Nah ok! Ini kontak aku ya! Denger baik baik!" Kata ku.
Ray pun mengeluarkan handphone nya.
"+62******65830, Nah itu Kontak ku ya!" Kata ku.
"Ok saya coba telepon ya!" Kata penjaga kasir.
"DRRT DRRT" Bunyi suara getar dari Handphone Ray.
"Nah ini dia udah nyambung" Ujar ku.
"O iya, namanya siapa biar lebih enak kalau diliat di kontak" Ujar ku.
"Gilang" Ujar penjaga kasir Sambil mengulurkan tangan.
"Saya Ray!" Ujar ray.
"Terima kasih ya sudah mau bantu saya! Nanti kalau saya perlu belanja saya telepon kamu, Ok! " Kata ku.
"Oke siap" Kata Gilang si penjaga kasir.
"Oke kalau gitu saya pamit, dahh!" Kata Ku.
__ADS_1
Ray pun meninggalkan toko itu dan kembali pulang ke rumah.