
" Ya, silahkan masuk! " Ucap salah satu dosen.
" Pak, ini ringkasan saya " Kata Ray sambil menyerahkan map tugas nya.
Sesudah menyerahkan tugasnya, dia keluar dengan lega dan tenang.
Tiba tiba dia menerima telpon dari Nira.
" Halo, kenapa ni? " Tanyanya.
" Kamu dimana, kita udah ada di taman " Kata nira.
" Ohh, oke aku on the way, meluncur ke tkp, kamu tunggu baik baik " Kata ray sambil menutup telepon nya.
Saat ingin keluar dari lift, tiba tiba banyak sekali orang orang yang masuk lift dengan berdesakan, karena terhuyung banyak nya orang, dia tak bisa menjaga keseimbangan, handphone yang ada di tangan nya jatuh di celah lift, saat akan mengambilnya tangan nya terinjak dan hampir terjepit oleh pintu lift.
" Ahhhhhh, aduhhh sakit sakit " Teriak ray.
Orang orang dibelakang nya hanya melihat sambil bergumam.
" Dia kenapa, sudah tau akan masuk bukanya menghindari " Bisik bisik.
" Lihat malang sekali " Bisik bisik.
" Dari jurusan mana dia, kenapa aku tak pernah melihat nya " Bisik bisik.
Semua orang tiba tiba hanya melihat nya, sambil bisik bisik tak jelas.
Melihat hal itu, orang senior kampus yang terkenal menghampiri Ray.
Tiba tiba ada seorang yang menolong Ray.
" Kenapa kalian diam saja! Kalian buta yah! Sudah tau melihat orang terluka kenapa masih diam aja! " Kata orang itu sambil teriak keras.
" Maaf senior, dan bla bla bla " Saat itu suasana Riuh.
" Gak berguna! " Kata orang itu sambil. Menarik tangan Ray pergi meninggalkan tempat itu.
Ray ditarik paksa oleh orang itu, tak disangka dia menaiki banyak anak tangga.
Tak disangka dia dibawa ke atas balkon.
" Duduk! " Sahut orang itu.
Orang itu mengambil plester untuk mengobati tangannya Ray yang terluka.
" Terimakasih, hari ini udah dibantu " Kata Ray dengan lembut dan sedikit nada rintih menahan sakit.
" Sakit? Tahan sedikit lagi selesai " Jawab orang itu.
" Lain kali kalau ada orang yang semena mena kayak gitu, dilawan aja jangan takut, kamu secara tidak langsung disiksa sama mereka... " Kata orang itu.
__ADS_1
" Ummmm, kakak, nama kakak siapa? " Tanya Ray gugup.
" Hahahaha " orang itu tertawa kecil.
" Jangan panggil kakak, panggil ajah naufal, aku dari fakultas kedokteran " Lanjut nya menjelaskan.
" Ini dimana? " Tanya ray.
" Ini balkon,, tempat yang biasa aku datengin buat tenangin diri " Jawab naufal.
" Kamu mahasiswi baru ya, baru transfer jurusan dari kampus Khatulistiwa " Tanya naufal.
" Alamat rumah, di jakarta selatan, jalan elang no rumah 042, komplek suka sari, Anak tunggal dari seorang ceo perusahaan perserikat " Lanjut Naufal.
" Ummmmm,,,, kenapa kamu tau? Aku padahal belum kasih tau kamu? " Tanya Ray.
" Aku ini Dipercaya sama dosen dan pihak sekolah untuk mencatat data data pribadi dan menginputnya ke laman kampus, mahasiswa yang mentransfer jurusan ke kampus ini "
" Ooh gitu berarti enak dong, kakak dapat kepercayaan dari dosen bahkan pihak sekolah " Kata Ray.
" Udah ku bilang jangan Panggil kaka... " Ucapnya sambil mengelus kepala Ray.
" Ummm, heheh " Kata ray, tiba tiba mukanya memerah.
" Kok merah, kenapa demam? " Kata naufal.
" Ahhh, gak ko gapapa " Jawab Ray.
" Gimana rasanya, bisa belajar di kampus kita? " Tanya Naufal.
" Mmmm,,,, mungkin aku agak sial " Jawab Ray.
" Sial? Kenapa? " Tanya Naufal.
" Hari pertama, aku udah disuruh bersihkan kelas, dan menaruh replika di ruang laboratorium, pas aku mau keluar tiba tiba ada angin kencang dan ada orang asing yang tiba tiba menyerang ku... " Jawab Ray.
" Menyerang!? Siapa? " Tanya Naufal.
" Tidak tahu, laki laki dengan badan yang kekar, bayangan yang menyeramkan, suara yang menakutkan, tangan yang besar, dan genggaman yang kuat " Jawab Ray agak sedikit ketakutan.
" Laboratorium! ? " Kata Naufal sambil mengerutkan dahi.
" Ya, kenapa? " Tanya Ray.
" Enggak apa apa kok, udah sore yuk aku antar pulang " Kata Naufal.
" Oke...! " Jawab Ray.
Mereka pun menuju ke parkiran kampus.
Selama berjalan Naufal hanya terus mengerutkan dahi, dan mengepalkan tangan. Karena takut dengan tatapan nya Naufal yang tajam, Ray hanya berjalan dan mengikuti nya dengan diam dan tenang, padahal sebenarnya dia ketakutan dan merasa tidak enak.
__ADS_1
Sesampai nya di depan komplek rumah Ray. Ray pun turun.
" Terimakasih buat hari ini, karena sudah banyak membantu, semoga Tuhan selalu memberkati kakak senior " Kata Ray.
" Sama sama, tidak usah segan " Jawab Naufal.
Ray pun masuk ke dalam rumahnya.
Begitu juga dengan Naufal
Di waktu yang sama.
PUKUL 16 : 15 , GEDUNG FERNAND GROUP
Tok Tok Tok.
" Masuk " Kata orang itu.
" Kau,, kemarin sore datang ke Satu nusa Satu bangsa? " Tanya Naufal.
" Ya, apa urusan nya dengan kamu? " Jawab orang itu.
" Kau masuk ke ruang laboratorium dan menghajar seorang gadis!? " Tanya Naufal.
" Gadis?! " Tanya orang itu.
" Tidak usah pura pura lupa ataupun tak tau " Kata Naufal sambil mencengkram kerah baju orang itu.
" Kenapa aku pikir dia seorang wanita pencuri, dengan pakaiannya yang seperti anak bandel. Hanya seorang gadis, kenapa kamu begitu marah?! " Kata orang itu.
" Asal kamu tahu, dia adalah anak dari CEO group perserikat " Kata Naufal geram.
" Dan tadi dia disiksa oleh para orang orang mu saat mereka akan masuk lift, handphone nya terjatuh ke dalam celah lift, tangan nya terluka sampai berdarah karena terinjak oleh orang-orang bawahan mu " Kata Naufal.
" Begitu kah! " Kata orang itu.
" Dasar kau lelaki tak berperasaan, laki laki kejam, yang hanya tau menyiksa orang " Kata Naufal sambil memukul orang itu.
" WAW!! Kau berani melawan kakakmu sendiri demi seorang gadis ya! " Kata orang itu.
" Biarkan aku memberi sedikit pelajaran pada adik kecilku yang membangkang " Kata orang itu
Orang itu pun membalas dengan pukulan yang sekuat kuat nya.
" Akkhhhhh " Teriak Naufal.
" Jika saja aku penerus grup Fernand, aku tak akan biarkan kamu hidup " Kata Naufal sambil meninggalkan ruangan itu.
Setelah Naufal pergi dari ruangan itu.
" Thomas! Tolong periksa data anak gadis CEO dari perusahaan perserikat, dan pantau saham mereka dalam 5 tahun terakhir " Kata orang itu.
__ADS_1
" Baik! Tuan " Jawab asistennya.