
"Belum sempat?" Kata Tama.
"Udah lah fokus nyetir" Kata Bhani.
Dan saat sampai di Gedung CVR, Mereka turun dan menuju ke lobby.
"Halo sebelumya ada yang bisa saya bantu?" Kata Resepsionis.
"Saya mau ketemu sama Andika Fernanda" Kata Tama.
"Sebelum nya apa sudah membuat janji?" Kata Resepsionis.
"Gak!?" Jawab Bhani.
"Tunggu sebentar, kami hubungi direktur kami dahulu" Kata Salah seorang Resepsionis.
Setelah itu.
"Setelah kami hubungi, tuan di minta untuk masuk ke ruangan Tuan Andika" Kata Resepsionis.
"Oke oke, santai cantik" Kata Tama menggoda pegawai perempuan sambil mengedipkan mata.
Tiba tiba saat jalan akan masuk ke dalam ruangan, para pegawai wanita heboh.
"Pada gak biasa liat orang ganteng jadi gini nih" Kata Bhani.
"Ganteng dari mananya?" Gumam Tama.
Dia pun masuk ke dalam Ruangan Andika.
"Kenapa, sampai repot repot datang ke kantor ku sendiri?" Kata Andika.
"Adik mu berulah lagi!" Kata Bhani.
"Kali ini karena apa?" Tanya Andika.
"Kamu pasti sudah tau" Kata Tama.
"Aku sudah tau, dia anak dari direktur departemen pemasaran, anak satu satunya" Kata Andika.
"Serius?" Tanya Bhani.
Tiba tiba Andika menatap Tama.
"Ahkkk, kamu tak usah sok kasih sinyal, aku tau mesti mau ngusir kan, yaudah lah, kalau ada kabar, jangan lupa kabarin" Kata Bhani.
Bhani pun keluar dari ruangannya Andika.
__ADS_1
Bhani pun menelpon supir pribadi nya.
*********************************************
"Pak, jemput saya di gedung CVR, ya!" Kata Bhani.
"Siap, nden! " Jawab pak supir.
"Oke ditunggu" Kata Bhani.
***********************************************
Di waktu yang sama.
Di mobil, Bhani terus Melamun membayangkan tingkah imut Ray saat di kafe tadi.
𝙔𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙣 𝘽𝙝𝙖𝙣𝙞.
"𝙎𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙞𝙣𝙞, 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙣𝙞, 𝙋𝙤𝙝𝙤𝙣 𝙋𝙖𝙡𝙢 𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩, 𝙏𝙪𝙡𝙞𝙨𝙖𝙣 𝙃𝙖𝙬𝙖𝙞 𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨, 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖, 𝙡𝙞𝙜𝙝𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙜𝙪𝙨" 𝙆𝙖𝙩𝙖 𝙍𝙖𝙮 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙛𝙤𝙩𝙤 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘽𝙝𝙖𝙣𝙞.
"𝙄𝙣𝙞 𝙠𝙪𝙚 𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙠𝙚𝙡𝙞𝙖𝙩𝙖𝙣... " 𝙇𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩 𝙧𝙖𝙮.
"𝘾𝙖𝙡𝙫𝙞𝙣𝙚, 𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙤𝙥𝙞𝙣𝙮𝙖?" 𝙏𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙍𝙖𝙮.
"𝙃𝙢𝙢𝙢,,, 𝙥𝙚𝙧𝙚𝙢𝙥𝙪𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙥𝙤𝙩𝙠𝙖𝙣! " 𝙆𝙖𝙩𝙖 𝘾𝙖𝙡𝙫𝙞𝙣𝙚.
"Ekspresi nya seperti papan yang digunakan untuk memotong sayuran" Pikir nya dalam hati.
"HAHAHAHAHAHAHAHA hahahahhahah" Tawa Bhani yang Menganggetkan supirnya.
"Sepertinya Mood tuan muda, Sedang baik saat ini, Aku tak boleh merusak nya" Kata Pak supir dalam hati.
Di waktu yang sama pula.
Di ruangan Andika, Tama dan Andika membicarakan Ray.
"Sejak kapan kamu... " Kata Tama.
Yang tiba-tiba dipotong.
"Sejak kapan kamu mengetahui identitas anak dari direktur departemen pemasaran group CVR?, itukan yang mau kau tanyakan?! " Kata Andika.
"Hmmm" Jawab Tama.
"Orang yang sudah bekerja diperusahaan ini selama bertahun-tahun, dan juga Orang kepercayaan Ayah ku, mana mungkin aku tak tahu" Kata Andika.
"Benarkah, Lalu apa yang mau kamu lakukan?" Kata Tama sambil mengorek kupingnya.
__ADS_1
"Aku tidak akan melalukan apa apa" Kata Andika.
Sontak Tama terkaget.
"Tapi, adik mu sudah jatuh hati, sama Ray, kamu yakin gak akan melakukan apa apa, bagaimana dengan Shani keponakan ku?" Kata Tama.
"Shani akan tersakiti nanti, dia anak yang manja, dia gak mungkin kan diam aja!" Lanjut Tama.
"Aku tau itu, Tapi anak dari orang kepercayaan ayah ku, sungguh bukan anak perempuan yang biasa biasa saja! " Kata Andika.
"Maksudmu?" Tanya Tama.
"Dia Sedikit brutal, dia memang baik dalam pelajaran, tapi dia sedikit suka berkelahi" Jawab Andika.
"Dari mana kamu tau semua ini!?" Tanya Tama.
"Kamu baca ini" Kata Andika sambil menyodorkan sejumlah kertas.
"Dari Isi resume disini, dia pernah berkelahi dengan dua anak laki-laki saat SmA, dan Pernah di skor saat Masih duduk di bangku SmP!" Kata Tama.
"Dari muka nya, aku nampak agak familiar, Dari mana Aku melihat muka ini" Kata Tama Dalam Hati.
"Sepertinya aku pernah bertemu dia di suatu tempat!" Kata Tama.
"Aku juga merasakan hal yang sama, asal kau tau itu!" Jawab Andika.
"Oke oke! Yaudah Matahari sudah di atas kepala, sinar sudah mulai terik, Aku mau kembali ke kafe ku dulu" Kata Tama.
Di waktu yang sama juga, di rumah Ray. Ray sedang menonton Drama Korea "What Wrong with Secretary Kim?"
"Hatciuuuuuuu"
Ray bersin.
"Siapa yang ngomongin gue! " Gumam ku.
"Parkkkk Seo jeon, Suamikuuuuu!" Teriak ku.
Mamanya yang ada di dapur, mendengar teriakkan Ray, langsung Menghampiri Ray di kamarnya.
"Suaminya siapa?" Kata Mamanya melotot.
"Eh mama, enggak mahh, ini lagi nonton Drama" Jawab ku.
"Jangan kebanyakan nonton drama, nanti hidup mu kaya drama" Kata Mama.
"Siap! Siap!" Kata Ray.
__ADS_1