BALAS DENDAM

BALAS DENDAM
Pertemuan kita


__ADS_3

Pengawal pergi menjemput angela di kamarnya.


Pengawal : dengan hormat tuan putri kami akan membawamu ke hadapan calon raja.


Angela hanya duduk diam tidak me respon para Pengawal.


Namun, saat dua pengawal memegang tangan angela! Angela sadar dan menepis tangan pengawal "jangan berani menyentuhku dengan tangan pengkhianat seperti kalian!".


Pengawal 1 : sudahlah! Kau itu bukan seperti putri yang dulu lagi yang bisa sombong! Ingat kau itu sekarang hanyalah tawanan istanah ini. Kedudukan mu tidak tinggi seperti dulu lagi, karena itu tidak perlu merasa jijik dan ikuti perintah kami!.


Angela : hah! Tidak ri sangka ternyata seorang prajurit rendahan seperti kalian berani melawan seorang putri seperti ku.


Pengawal 2 : maafkan kami tuan putri, kami tidak punya pilihan lain selain berkhianat. kami hanyalah rakyat kecil yang melayani istanah! Kami juga mempunyai keluarga yang harus di nafkahi. Hidup kami hanya mengikuti arus saja, tidak bisa memberontak.


Angela terdiam (benar! Seharusnya aku tidak menyalahkan mereka) "baiklah aku akan menghampiri iblis itu, tapi! Kalian tidak perlu menggeretku, Karena aku mempunyai kaki yang bisa berjalan sendiri".


Angela berjalan di ikuti oleh banyak pengawal.


Angin berhembusπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Perasaan angela :


"satu demi satu yang di pijak, terasa seperti menijak duri! Perih rasanya"πŸ‚


"air mata yang tadi mengalir deras seketika berhenti karena kering "πŸ‚


" hati begitu sakit! Lukanya tidak berdarah! Namun, Rasanya seperti rasa sakit dari ribuan macam sakit! Semuanya berkumpul menjadi satu"πŸ‚


"ingin mengakhiri hidup namun, tak bisa. Diri ini benar-benar tidak berdaya"πŸ‚


"yang dulu bahagia seketika berubah menjadi kehancuran!"πŸ‚

__ADS_1


"kedua orang tua ku terbunuh! Kenapa? Aku tidak bisa menyelamatkan mereka yang memang harus aku lindungi!"πŸ‚


"lalu, kenapa aku harus hidup untuk melindungi orang yang seharusnya mereka lindungi"πŸ‚


Dan baiklah! Aku hidup bukan untuk mereka melainkan untuk kedua orang tuaku.


SEMUA INI HANYA UNTUK "DENDAM! DAN DENDAM!"πŸ₯€


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Kai melihat angela dan pengawal sedang berjalan ke arahnya.



Namun, mata kai terpanah melihat wajah putri kristal yang begitu cantik.


Kai menatap jenderal kang " siapa nama putri itu". Tanya kai penuh ke ingin tauan.


"angela! Nama yang Sangat cantik seperti wajahnya" puji kai.


Luna yang mendengar pujian kai merasa cemburu. Melepaskan pelukan kai (kurang ajar! Jalang itu, bisa membuat kai terpanah! Padahal wajahnya biasa saja).


Angela sampai di hadapan kai.


Kai mencubit dagu angela



hingga membuat angela menyungak ke wajahnya.


Mata mereka saling bertemu namun, tatapan angela yang penuh dengan kebencian.

__ADS_1


Membuat kai juga tersadar bahwa wanita cantik ini adalah musuhnya!


Mereka berdua saling menatap dengan penuh kebencian.


Semua orang yang berada di dekat mereka merasakan aura dingin yang mencengkam.


Tapi! Lain dengan yang fi rasakan luna. Hawa dingin ini malah bagus baginya. Karena tidak ada peluang untuk angela bisa merebut kai darinya.


Kai mengeluarkan suaranya "sangat cantik! Tapi sayang sekali kau itu keturunan musuhku. Ckck! Sangat di sayangkan kau hanya akan mendapat kebencianku!".


Angela membalas perkataan kai "CiiH!" Meludah di wajah kai! "lebih baik aku mati! Dari pada menerima cinta seorang iblis sepertimu!".


Kai melepaskan cubitan di dagu angela.


Dan mengelap wajah tampannya dengan kain.


Sedangkan luna sangat geram berjalan menghampiri angela



"PLAK!" melayangkan tamparan yang kuat hingga membuat angela terjatuh duduk di lantai.


"BERANI SEKALI KAU JALANG!" teriak luna yang ber api-api.


Luna mau menendang angela.


Namun, kai menghentikan luna dengan cara memeluknya dari belakang.


"biarkan saja dia bersikap sombong seperti itu! Setelah menikah aku akan menyiksanya! Hingga dia memohon ampun! Dan sujud kepadaku!!!. Kata kai dengan penuh percaya diri.


J. Kang : pernikahan kalian akan di lakukan besok siang, aku akan mengurusi semuanya dan kalian tidurlah.

__ADS_1


Semuanya pergi meninggalkan angela yang terduduk lemas.


__ADS_2