
Di ruang penyiksaan sudah ada alexsa yang sedang duduk sambil mengutak atik hp nya setelah mendengar langkah kaki memasuki ruangan alexsa hanya sekilas melihat dan melanjutkan kegiatannya tadi,karena sudah tau siapa yang masuk
"Queen" sapa kevin dkk
"Mmm" jawabnya
"Ikat mereka berdua di kursi" perintahnya,mereka langsung melaksanakan perintahnya
Setelah Kevin dkk selesai mengikat dua orang, mereka kembali lagi ke tempat seperti biasa untuk menonton pertunjukan yang akan Alexsa berikan,Alexsa pun beranjak dari tempat duduknya menuju 2 orang yang diikat tadi sambil membawa pisau kesayangannya
"Sudah siap" ucap alexsa,sedangkan brandon dan sofyan menggelengkan kepalanya karena tidak bisa berbicara mulut mereka dilakban,melihat itu alexsa membuka lakban mereka supaya bersuara(kan enggak seru kalo penyiksaan enggak ada teriakan kesakitan mueheheh)
"Lepaskan kami, kami minta maaf karena sudah menyerang markas kalian tolong lepaskan kami Kumohon" ucap sofyan
__ADS_1
"Begitu, apakah dengan kalian selesai menyerang markas kami dan kami dengan mudah memaafkan kalian heh tidak semudah itu seharusnya kalian sudah tahu akibat dari perbuatan yang kalian lakukan ini,di saat kalian tidak berhasil ataupun berhasil jadi jangan salahkan kalau kalian saat ini tidak bisa keluar dari markas,jadi Terimalah nasib kalian berdua" ucap alexsa
"Jadi dimulai dari siapa dulu"
"Tunggu Jika kamu ingin menyiksa maka siksa Sofyan karena dialah yang merancang untuk menyerang markas kalian bukan aku,dari awal Sofyan lah yang mempunyai ide untuk menyerang markas kalian jadi lepaskan aku kamu boleh menyiksa Sofyan sepuas kamu"ucap brandon kepada alexsa.
Sofyan yang mendengar ucapan Brandon alias Bosnya itu terkejut Bukan main,Sebab Dia kira Brandon akan mencari alasan supaya mereka berdua bisa keluar dari tempat penyiksaan ini tetapi bosnya yang selama ini dia ikuti malah melemparkan dia dan menjadikan kambing hitam seolah-olah dialah yang merancang penyerangan markas ini, padahal dari awal bosnya lah yang mempunyai rencana ini supaya dia bisa menggantikan posisi ketua Black Rose,
Sofyan pun tidak terima dan marah karena selama ini dia sudah mengabdi atau menyerahkan seluruh kehidupannya kepada bosnya karena dia kira bosnya bisa menyelamatkan hidupnya tetapi sekarang Sofyan baru menyadari bahwa dia hanya dijadikan alat untuk bosnya menuju tujuannya sendiri,dia saat ini sudah tidak memandang brandon sebagai bosnya lagi.
"Jangan dengarkan Sofyan dia hanya mengalihkan semua kesalahan yang dia lakukan, Percayalah padaku karena aku bosnya aku tau sifat dia" ucap Brandon dengan nada bersungguh-sungguh seolah-olah dialah yang benar karena dia saat ini takut jika Alexsa tidak mempercayainya.
"Hah Kamu takut jika Queen tidak akan percaya dengan ucapan kamu tadi,jika tahu begini akhirnya aku tidak akan pernah menjadi bawahanmu karena kamu sepicik ini, Bukankah bos seharusnya melindungi bawahannya tetapi kamu memikirkan keselamatan kamu sendiri tidak dengan bawahan kamu yang sudah menyelamatkan hidup kamu dan mengabdikan seluruh hidupnya kepadamu bre**sek" teriak sofyan.
__ADS_1
Alexsa dan Kevin dkk yang sedari tadi menonton perdebatan mereka berdua pun geleng-geleng kepala dengan mantan bos dan bawahan itu,Alexsa yang sudah bosan melihat perdebatan Mereka pun angkat bicara.
"Diam" ucap alexsa dengan hawa dingin,brandon dan sofyan langsung terdiam dan ketakutan merasakan hawa dingin yang dikeluarkan alexsa
"Apakah dengan kalian berdebat salah satu dari kalian ada yang bisa lolos maka jawabannya tidak, sekuat apapun kalian membuat alasan selama kalian sudah memasuki ruangan ini maka tidak akan ada yang bisa keluar jadi Berhentilah dan jangan membuang-buang waktu Percuma saja tidak akan ada hasilnya" ucap tegas alexsa dan langsung melemparkan pisau terbangnya tepat mengenai sasarannya yaitu di bahu brandon,brandon pun berterika kesakitan,sedangkan sofyan bergidik ketakutan.
Alexsa berjalan menghampiri Brandon, setelah berada didekat Brandon Alexsa langsung mencabut pisau nya,dan tanpa pemanasan dia mulai menyiksa dengan membuat ukiran di punggung Brandon karena brandon dari tadi membuang buang waktunya.
"Hentikan bre**sek" teriak brandon
"Apa mau lanjut baiklah dengan senang hati" jawab alexsa yang tidak nyambung hehehe
"Ku bilang hentikan"
__ADS_1
"Bringsik kamu mengganggu konsentrasiku membuat ukiran indah ini" ucap alexsa dengan hawa dingin brandon ketakutan dan menahan perih di punggunggnya karena kulitnya disayat sayat.
"Bagus jadilah patuh"