
Hari sudah pagi Zwetta terbangun dari tidurnya tubuhnya capek karena menghadiri acara kemarin. Zwetta segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Marry lebih dulu bangun dan menyiapkan sarapan.
Zwetta selesai membersihkan diri ia memakai dress putih selutut yang terkesan santai. Hari ini dia cuti karena dia sangat lelah.
Zwetta menghampiri Marry yang sudah duduk di meja makan dengan hidangan sarapan.
"Gak ke kantor Zwett? ".Tanya Marry yang melihat Zwetta berpakaian santai.
"Enggak aku capek karena acara kemarin".
"Oh, yaudah ayo sarapan".
Zwetta dan Marry memulai sarapan mereka.
* * *
Sementara di kediaman Tuan dan Nyonya Delano. Aldric dan Casella sedang sarapan bersama.
"Pa habis ini mama mau pergi".Ucap Casella kepada sang suami sambil memakan makanannya.
"Kemana ma? ".
"Ke apartemen Zwetta".
"Papa gak salah denger. Bukannya Mama benci banget sama dia? ".Tanya Aldric yang heran kepada istrinya.
__ADS_1
"Itu dulu. Tapi sekarang enggak lagi pula diakan wanita yang the best perilakunya juga baik. Jadi beruntung kan kita punya menantu kaya dia".Ucap Casella, entah apa yang merasuki Casella sampai dia bilang begitu π
"Mama berubah pikiran bukannya Mama nyuruh Adrian buat pisah sama dia? ".Tanya Aldric karena setahunya Casella lah yang telah menyuruh Adrian untuk berpisah dengan Zwetta.
"Itu dulu. Tapi sekarang kalo Mama sia sia in dia dia bakalan direbut sama para Ceo itu Pa. Mama kan rugi kehilangan menantu kaya dia".Ucap Casella yang sekali lagi membuat Aldric heran. Tapi kalau istrinya sudah mengulangi perkataan dari satu kali dan tetap sama tandanya dia bersungguh sungguh.
"Pa Mama berangkat dulu ya".
Casella kemudian berangkat dia antar oleh supirnya menuju apartemen Zwetta.Sampai di depan apartemen Casella mengetuk pintu.
Tok, Tok, Tok.
Kemudian Marry membukakan pintu karena Zwetta sedang sibuk dangan handphone nya. Marry langsung terkejut karena melihat Casella. 'Gak salah ni Casella Delano kesini'. Pikir Marry kebingungan. Tapi dia langsung memasang muka normal lalu berbicara kepada Casella.
"Nyonya Casella ada yang bisa saya bantu? ".Tanya Marry sesopan mungkin.
"Emm, a ada Nyonya .Silahkan masuk".
Marry mempersilahkan Casella masuk kemudian dia segera mencari Zwetta. Nampak Zwetta yang sedang sibuk dengan handphone nya diatas tempat tidur.
"Zwett ada Nyonya Casella".
Zwetta langsung berpaling dari handphone nya dan menatap Marry.
"Ngapain? ".
__ADS_1
"Gak tau katanya nyari kamu".
Kemudian Zwetta menemui Casella karena dia penasaran kenapa Casella mencarinya.
"Ada apa Ma? ".Tanya Zwetta sesopan dan selembut mungkin.
"Mama mau ketemu kamu mama mau ngajak. kamu shopping".
'Oh, jadi taktik nih. Yaudah kita mulai'. Ucap Zwetta di dalam pikirannya.
"Oh yaudah kalo gitu aku siap siap dulu".Ucap Zwetta kemudian berdandan. Sebelum pergi ia memberi kedipan mata kepada Marry itu sebagai kode penjalanan rencana.
Zwetta telah berdandan cantik memakai rok hitam yang di padukan dengan atasan yang berwarna silver terlihat sangat elegan. Ia kemudian menghampiri Casella.
"Aku sudah siap Ma".Ucap Zwetta kepada Casella. Meskipun dia muak kepada Casella tapi dia tetap memanggilnya Mama untuk kelancaran strateginya.
Casella sangat kagum melihat penampilan Zwetta begitu cantik dan elegan dia sangat senang memiliki menantu sepertinya.
"Ayo berangkat".Casella langsung menggandeng tangan Zwetta. Bila dilihat mereka seperti ibu dan anak.
Casella mengajak Zwetta ke Mall terbesar di kota. Mall yang sama yang didatangi Zwetta waktu dari rumah sakit. Casella mengajak Zwetta untuk membeli baju, tas, sepatu dan barang barang branded lainnya yang harganya sangatlah mahal. Hal itu tidak masalah bagi Casella karena dia adalah Casella Delano. Semua belanjaan Zwetta di bayarkan oleh Casella. Ia sangat suka dengan pilihan pilihan Zwetta. Bagaimanapun Zwetta yang sekarang adalah artis papan atas Rachel Olivia Destine jadi selera nya pastilah tinggi tidak seperti Zwetta yang dulu. Sementara Zwetta hanya mengikuti alur.
Setelah berbelanja Casella mengajak Zwetta ke perkumpulan sosialita. Casella memperkenalkan Zwetta sebagai menantunya. Sementara Zwetta tetap bersikap anggun hal itu membuat semua orang kagum.
Seharian waktunya ia habiskan bersama mertuanya. Zwetta sangat capek sehingga saat dia pulang dia langsung membersihkan tubuh, memakai pakain kemudian pergi tidur. Marry yang melihatnya hanya diam saja karena dia tahu Zwetta sangat capek. Marry ikut tidur juga karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.30.Zwetta menghabiskan waktu bersama mertuanya dari pagi sampai malam. Hal itu yang membuatnya sangat lelah.
__ADS_1
πΏπΏπΏ
Hai semua maaf ya kalo ceritanya menurut kalian kurang menarik. Ini karena alur nya masih bertahap. Jadi mohon pengertian nya