
Hari ini adalah hari pertemuan keluarga besar Delano beserta rekan rekan bisnisnya. Zwetta sudah tau dari Marry bahwa Adrian berencana mempemalukan dirinya dan akan menceraikan nya di depan umum. Zwetta yang sekarang sangatlah cerdas dia mencari tau apa yang akan dilakukan musuhnya. Zwetta berdandan sangat elegan dia memakai barang barang branded yang telah di beli olehnya sebelumnya. Dia sudah mempersiapkan semuanya.
Supir menjemput Zwetta memang tidak biasa , Zwetta sudah tau rencana Adrian. Zwetta sengaja membawa Marry mulai sekarang Marry menjadi asisten nya. Meskipun Marry tidak kuliah tapi dia Sekolah sampai SMA dan Marry merupakan murid terpintar keadaan ekonomi membuatnya tidak bisa kuliah. Tapi Zwetta mengajari materi bisnis kepada Marry dan Marry juga sering belajar sedikit sedikit sebelumnya jadi Marry cepat mengerti. Zwetta membawa Marry agar mempermudah rencananya.
Zwetta berjalan sangat anggun bersama Marry. Ia masuk ke dalam mobil. Supir yang melihatnya sangat tercengang. 'Wah Nona Zwetta ternyata sangat cantik apa Tuan tidak menyesal menyia nyiakan nya. Ah, mikir apa aku ini'. Sang supir langsung menepikan pikirannya dan mulai melajukan mobil.
Acara di adakan di hotel berbintang. Zwetta turun dari mobil bersama Marry kemudian berjalan menuju tempat acara diadakan.
"Marry nanti kamu ikuti saja instruksiku ".
"Iya, aku mengerti".
Kemudian Zwetta dan Marry memasuki tempat acara diadakan. Semua pasang mata tertuju pada Zwetta yang terlihat sangat cantik, anggun, dan elegan. Ada seorang pria yang menghampiri Zwetta karena kagum dengan kecantikan Zwetta.
"Hai, nama saya Roland".Pria itu menjulurkan tangannya. Zwetta sudah mengerti maksudnya dia kemudian membalas uluran tangan itu.
"Zwetta Feren Yocelyn".
Semua orang yang mendengarnya tercengang karena yang mereka dengar Zwetta sangat lah jelek dan tidak modis. Itu karena Zwetta yang dulu diancam oleh ibu tirinya.
__ADS_1
Vero yang sedang meminum wine nya dengan Adrian langsung tersedak saat mendengar Zwetta mengucapkan nama nya. Vero langsung menoleh ke arah suara Zwetta dan dia melihat seorang wanita yang sangat cantik dan elegan sedang mengobrol bersama seorang pria.
"Ad, apa benar itu Zwetta. Dia sangatlah cantik dan lihat barang barang nya merek branded semua".Ucap Vero sambil terkagum kagum.
Adrian hanya memasang muka datarnya karena tidak mau membahas Zwetta.
"Lihat saja setelah ini. Dia pasti akan menjadi bahan tertawaan".Ucap Adrian dengan santainya.
Tiba tiba para Ceo muda yang mengenal Zwetta menghampiri Zwetta. Zwetta tersenyum rencananya mulai ia jalankan. 3 orang Ceo terkenal itu menghampiri Zwetta.
"Direktur Zwetta anda juga ada di sini? ".Tanya Ceo bernama Bryan.
Semua pasang mata menuju ke arah Zwetta beserta ke tiga Ceo.
"Halo, direktur Zwetta senang bertemu anda di sini".Ucap Ceo bernama Arsen.
"Senang bertemu anda juga".
"Direktur Zwetta apa anda sebagai perwakilan Fulton group".Tanya Ceo bernama Maxim.
__ADS_1
"Tidak saya tidak sedang mewakili. Fulton group".
Semua orang berbisik bisik setelah mendengar nama Fulton group. Ada yang kagum juga ada yang mencela.
"Zwetta kamu di sini juga? ".Tanya Alex menghampiri Zwetta.
"Alex kamu juga di sini? ".Tanya Zwetta pura pura kaget.
"Kenapa kamu tidak bilang kalo mau kesini juga aku kan bisa menjemputmu".
"Aku juga tidak tau kamu juga datang ke sini".
"Kalian sangatlah akrab".Ucap Bryan.
"Kami adalah teman akrab".Sahut Alex.
Kemudian mereka melanjutkan mengobrol yang tujuannya hanya untuk mendekati Zwetta. Semua orang banyak yang kagum dan iri kepada Zwetta terutama para wanita.
Vero yang melihat hal itu langsung kaget bukan kepalang karena Zwetta istri temannya yang katanya jelek dan bodoh ternyata sangt cantik dan mampu memikat para Ceo muda yang sangat terkenal di New York. Sebenarnya para Ceo itu mengenal Zwetta ketika mereka mengadakan kerja sama dengan Fulton group karena Zwetta sangat di percaya oleh Alex jadi Zwetta lah yang menangani kerja sama. Dan di situlah mereka kagum akan bakat dan kecantikan Zwetta.
__ADS_1