
Zwetta sedang merenung sambil duduk di atas sofa yang ada di kamarnya.
"Hai Zwett kenapa kau tak menemuikuu sejak kemarin?. Ada masalah? ".Tanya Marry yang langsung duduk di sebelah Zwetta.
"Marr. Adrian sudah tau semuanya".Ucap Zwetta dengan lesu.
"Kau kenapa, baru saja menangis?. Kenapa matamu sembab. Dan apa yang Adrian tahu?".
"Dia sudah tahu aku bukan Zwetta, dia sudah tahu kalau aku Rachel".
"Lalu, apa yang dia lakukan padamu. Kenapa kau menangis. Ceritakan padaku Rachel".
"Marr aku benar benar tak tahan aku ingin membalas semua penderitaanku. Tapi kenapa sungguh rumit. Aku juga ingin bahagia Marr".Ucap Rachel sambil menitihkan air mata.
"Rachel biasanya kamu tidak pernah menangis kamu selalu optimis dan tegar. Bukankah kamu Rachel Olivia Destine. Aku tahu hidup itu sulit tapi kita harus menjalaninya".
Rachel memeluk Marry sambil terus menitihkan air mata.
"Rach jika kamu ingin membalas semua penderitaanmu maka kamu harus kuat dan terus berusaha. Aku akan selalu mendukungmu".
"Terimakasih Marr. Kamu seperti kakak ku".
"Rach bukankah aku pernah bilang meskipun kamu bukan Zwetta tapi kamu juga aku anggap saudara. Kamu orang yang baik mau memperjuangkan semua untuk Zwetta. Mungkin Zwetta telah senang disana kamu memberinya kebahagiaan. Dan kamu harus melanjutkan hidupmu, kamu harus mencari kebahagiaanmu. Sebaiknya kau pergi Rach, aku rasa sudah cukup kamu membalaskan dendam Zwetta sekarang giliranmu dan carilah kebahagiaanmu".
"Tapi Adrian tak membiarkanku pergi. Apa yang harus kulakukan? ".
"Apa maksudmu?. Bukannya Adrian sudah tau kau bukan Zwetta".
"Entah mengapa kemarin malam aku sampai ketiduran. Aku kemarin hanya meminum air mineral yang diberikan Adrian kepadaku. Tadi pagi waktu aku bangun aku berada di kamarnya".
"Maksudmu dia melakukan sesuatu padamu?".
__ADS_1
Rachel hanya mengangguk.
"Kamu harus pergi dari sini. Pergilah dari negara ini! ".
"Tapi bagaimana? ".
"Bukankah kamu punya kenalan. Alex bisa membantumu kan. Ayo lah Rachel kamu pintar kamu pasti bisa pergi dari sini! ".
"Baiklah aku akan mencoba".
"Iya, cepat hubungi Alex. Kita akan mencari cara agar kamu bisa keluar dari sini".
Rachel mengirim pesan kepada Alex.
~Lex bantu aku pergi dari negara ini. Aku sudah tak kuat Lex. Aku mohon bantu aku.
Beberapa menit kemudian Alex membalas pesan Rachel.
"Marr aku harus ke bandara internasional sekarang bagaimana caranya aku keluar? ".
"Ayo aku punya cara ada pintu dibawah tanah yang menuju jalan keluar".
"Kamu yakin? ".
"Iya pintu itu ada di gudang sengaja di bangun untuk akses keluar rumah ketika penting. Aku sudah lama bekerja di sini jasi aku tahu. Karena tak mungkin keluar masuk dari depan karena banyak penjaga begitu juga di belakang".Ucap Marry panjang lebar.
"Tapi bagaimana dengan kamu jika aku pergi. Kamu ikut aja ya. Lagi pula kamu kan sendirian. Meskipun keluarga kamu yang lain ada tapi kamu tak bersama mereka kan? ".
"Iya, Baiklah aku akan pergi denganmu. Lagi pula mereka hanya kerabat jauh, jadi tak ada urusannya denganku".
"Baiklah ayo kita bersiap siap".
__ADS_1
Rachel hanya membawa handphone serta tasnya yang berisi uang dan kartunya.
"Rach kamu sudah siap? ".Tanya Marry yang membuka pintu.
"Iya ayo".
Mereka bergerak seperti biasa saja agar para pelayan dan penjaga tidak curiga. Marry membawa Rachel ke sebuah gudang, gudangnya sangatlah gelap. Marry langsung menyalakan senter yang ada di handphone nya kemudian mengarahkannya ke lantai. Dia membuka sebuah pintu yang ada dilantai dan nampaklah sebuah tangga yang menuju ke bawah.
"Ayo kita turun".Ucap Marry kepada Rachel.
Rachel kemudian mengikuti Marry menuruni tangga. Mereka berjalan dilorong yang gelap dengan penerangan dari handpbone Marry. Kemudian ada tangga yang mengarah ke atas di hadapan mereka. Marry naik diikuti Rachel, kemudian Marry membuka pintu yang ada di depannya. Marry keluar di ikuti Rachel, mereka berada di halaman rumah tua.
"Marr ini dimana? ".
"Ini di halaman rumah yang sudah tak berpenghuni. Ini dulu adalah rumah lama keluarga Delano".
"O, begitu ayo kita pergi! ".Ucap Rachel.
Rachel menyetop taksi kemudian masuk bersama Marry. Mereka menuju ke bandara internasional.
Sampai di sana ternyata Alex sudah menunggu Rachel dengan orang orang nya. Rachel langsung menghampiri Alex diikuti Marry.
"Lex".
"Rach ini adalah identitas barumu dan Marry".
"Baiklah jaga dirimu".
"Kau juga Rach".
Rachel dan Marry segera naik penerbangan yang akan berlangsung 15 menit lagi. Alex telah mempersiapkan semuanya.Kini pesawat telah terbang menuju Inggris, Negara pilihan Rachel.
__ADS_1