
Zwetta tengah memakan sarapannya bersama Marry dia mendapatkan sebuah pesan di handphone nya. Zwetta mengambil handphone yang berada di sebelah piring nya tertera nama Alex Zwetta membuka pesan tersebut.
~Zwetta aku akan mengajakmu ke pertemuan para pembisnis besar di sana juga ada Darrel. Kamu tidak usah membawa mobil.
Zwetta menyunggingkan senyumnya tapi Marry tidak melihatnya karena fokus memakan sarapannya. Zwetta kemudian membalas pesan Alex.
~Baiklah saatnya balas dendam.
Zwetta melanjutkan sarapannya kemudian menaiki taksi menuju Fulton group. Zwetta turun dari taksi nampak Alex sudah menunggunya sambil bersandar ke mobil. Zwetta langsung menghampiri Alex.
"Ayo".Ucap Zwetta.
Alex kemudian masuk ke dalam mobilnya dan Zwetta juga langsung duduk di sebelah bangku kemudi.
"Apa rencana mu? ".Tanya Alex kepada Zwetta sambil tetap fokus mengemudi.
"Mengikuti Alur seperti biasanya. Bantu saja aku ketika sudah saatnya".Ucap Zwetta sambil tersenyum smirk andalannya.
Sementara Alex tetap fokus mengemudi. Mereka sampai di sebuah mansion mewah.
"Pertemuannya disini? ".Tanya Zwetta memastikan.
"Ini adalah pertemuan para pembisnis besar".
Zwetta dan Alex turun dari mobil mereka melangkah masuk ke dalam mansion itu. Zwetta mengikuti langkah Alex yang menuju kearah sekumpulan lelaki. Zwetta melihat Darrel tunangan yang menghianatinya ada disana. 'Saat nya balas dendam'. Gumam Zwetta di dalam hati.
"Halo semua".Ucap Alex menyapa.
"Halo presdir Alex".Balas seorang lelaki yang tak lain Bryan.
"Dan Halo Zwetta".Ucap Bryan.
"Emm, hai juga".Balas Zwetta dengan anggun.
Para lelaki yang melihat Zwetta terpesona begitu juga Darrel. Dia tidak tahu bahwa wanita yang ada di depannya itu adalah Rachel tunangan yang dihianati olehnya.
"Siapa dia tuan Alex? ".Tanya Darrel penasaran.
__ADS_1
"Dia adalah Zwetta direktur di perusahaanku".Balas Alex.
Sementara Zwetta tersenyum anggun namun dibalik senyumnya itu memiliki arti. 'Lihat saja Darrel aku akan menghancurkanmu'. Gumam Zwetta di dalam hati dengan pikiran penuh kebencian.
"Perkenalkan aku Darrel Davidson".Darrel mengulurkan tangannya pada Zwetta.
'Cih, dasar ********'. Umpat Zwetta di dalam hati. Tapi dia menerima uluran tangan Darrel kemudian menjabatnya.
"Zwetta Feren Yocelyn".Jawab Zwetta sambil tersenyum anggun yang membuat hati para pria meleleh.
Sementara Adrian memasuki mansion bersama asistennya Eldon. Pandangannya menyapu seluruh tamu dan menemukan Zwetta yang sedang berjabat tangan dengan seorang pria. Adrian melangkah menuju Zwetta sementara Eldon hanya mengikuti tuan nya dari belakang.
Zwetta melepaskan jabatan tangannya dengan Darrel. Tiba tiba tubuhnya tertarik pada pelukan sesorang. Zwetta memandang wajah pria itu ternyata dia adalah Adrian.
"Apa yang kau lakukan?".Bisik Zwetta di telinga Adrian.
"Apa kau berselingkuh? ".Bisik Adrian dengan datar.
"Heh berselingkuh bukannya kau tak menganggapku istrimu".Bisik Zwetta balik kemudian melepaskan dirinya dari pelukan Adrian.
Para pria kaget dengan kedatangan Adrian kecuali Alex dan Bryan siapa yang tidak kenal dengan Adrian di adalah pemilik Delano group perusahaan terbesar di Benua Amerika. Apalagi dia tiba tiba langsung menarik Zwetta ke dalam pelukannya.
"Dia adalah istriku".ucap Adrian yang membuat semua tamu terkejut. Pernikahannya dengan Zwetta dirahasiakan apalagi dia tidak pernah menganggap Zwetta yang dulu. Tapi sekarang dia mulai posesif semenjak perubahan Zwetta.
Sementara Zwetta langsung menoleh menatap Adrian. 'Wah, rencana apa lagi nih'. Bingung Zwetta dipikirannya.
Sementara Alex dan Bryan memasang wajah datar mereka.
Adrian menarik tangan Zwetta. Sementara Zwetta langsung tersentak dan terpaksa mengikuti Adrian karena ingin tau tujuannya. Adrian membawa Zwetta ke sebuah kamar. Zwetta langsung melepaskan tangannya dari cengkraman Adrian.
"Apa yang kau lakukan? ".Tanya Zwetta dengan tatapan mata yang tajam.
"Kau mendekati pria itu untuk memberimu uang? ".Tanya Adrian kemudian mengambil kartunya dan mengulurkannya kepada Zwetta.
Sementara Zwetta sangat amat tersulut emosi.
"Apa kau pikir aku wanita murahan aku tak butuh uang!!, kau pikir aku kekurangan uang!!".Bentak Zwetta dengan berteriak untung pintu kamarnya ditutup jadi hanya terdengar samar samar dari luar.
__ADS_1
Sementara Adrian memasang muka datarnya kemudian berkata.
"Ayo ikut aku pulang".Ucap nya sambil menarik Zwetta.
Zwetta langsung menghempaskan tangan Adrian dia memingat bagaimana perlakuan Adrian kepada Zwetta yang dulu.
"Kau pikir kau siapa hah!!, aku akan berpisah darimu".Ucap Zwetta kemudian akan melangkah pergi tapi tangannya di cengkram oleh Adrian.
"Lepas!! ".Zwetta mencoba melepaskan cengkraman Adrian namun cengkramannya terlalu kuat.
"Jangan melawanku".Ucap Adrian dengan tatapan tajamnya.
"Siapa kau mengatur ngatur dan mengancamku!! ".Teriak Zwetta.
"Apa aku perlu menghancurkan keluargamu, atau para pria itu? ".Tanya Adrian dengan tatapan angkuhnya.
"Hancurkan hancurkan mereka!! ".Teriak Zwetta tak peduli.
"Baiklah aku akan menghancurkan mereka semua terutama Alex Fulton".
Zwetta mendengar nama Alex tak tega karena Alex adalah sahabat baiknya dan juga orang yang telah membantunya.
"Lagi pula untuk apa kau mengancamku? ".
"Aku ingin kau ikut denganku dan menuruti semua perkataanku!! ".Ucap Adrian dengan angkuh.
Zwetta sudah benar benar tak tahan lagi kebenciannya sangat membara tapi dia tidak bisa berbuat sembarangan karena dia melawan Adrian. Zwetta mencoba tenang dan mencari solusi.
"Baiklah asal kau juga menuruti permintaanku".Ucap Zwetta jengah.
"Apa apakah uang? ".
Hal itu membuat Zwetta semakin tersulut emosi tapi dia berusaha mengendalikannya.
"Hancurkan keluarga Yocelyn, Darrel Davidson, dan juga Kimberly Barbara Destine".
"Baiklah sekarang turuti ucapanku".
__ADS_1
Kemudian Adrian menarik Zwetta keluar kamar kemudian membawanya menuju mobil.