BASEBALL WITH MY SON ( 18 AGAIN)

BASEBALL WITH MY SON ( 18 AGAIN)
KEMAMPUAN AKSARA SESUNGGUHNYA


__ADS_3

“Bapak memang gak terlalu ngerti sama Baseball, tapi Bapak rasa kamu pasti sadar betul kemampuan yang dimiliki Aksa. Kamu gak boleh mudah menyerah begini, bukannya kamu sendiri yang pernah bilang ke Bapak ya, kalau semua Picther itu terlahir unik dengan berbagai jenis lemparan khas yang mereka miliki.”


Adrian tertegun sejenak, ia mulai mengingat perkataan yang pernah dikatakannya kepada Bapak saat dirinya masih berusia 17 tahun kala itu.


“Bapak benar sekali. Ibu juga pernah dengar kalau alasan kamu menjadi Catcher itu, karena kamu pengen sekali menangkap semua jenis lemparan special yang dimiliki semua Picther. Dan kamu juga pengen memandu Para Picther untuk bisa memamerkan lemparan mereka di lapangan,” sambung Buk Santi.


Pak Bimo menepuk pelan bahu Adrian dengan senyuman hangat dari kedua sudut bibirnya yang semakin memperlihatkan pipinya yang mengendur dan keriput. Adrian bisa merasakan kehangatan yang diberikan Pak Bimo, pastinya ia sangat bersyukur bisa memiliki Ayah sehebat Pak dan Ibu sebaik Buk Santi yang selama ini selalu ada untuknya.


“Terimakasih sudah mengingatkanku Kembali, Pak, Buk. Aku juga sangat yakin sekarang kalau anakku pastilah mempunyai kemampuan yang baik. Dan pastinya sudah tugasku menemukannya. Jadi, aku rasa sekarang aku harus balik fokus lagi untuk memikirkannya.”


Pak Bimo langsung berdiri dari kursinya setelah mendengarkan Adrian yang sudah baikan, ia mengambil buku tulis berisi 30 lembar dan sebuah pena dari Rak yang ada di dekat Meja makan dan memberikannya pada Adrian.


“Pakai ini aja buat coret-coretan kamu, kebetulan bukunya udah gak bapak gunakan lagi sih. Soalnya Piala Dunia juga sudah selesai beberapa bulan yang lalu dan Bapak lagi gak taruhan bareng teman sejawat Bapak. Jadi, kamu bisa pakai sisa halaman yang masih kosong.”


“Makasih, Pak.” Adrian tersenyum pada Ayahnya itu. Meskipun sang Ayah lebih memahami dan menyukai olahraga Bola dibandingkan Baseball, tapi Pak Bimo tidak pernah sedikitpun melewatkan pertandingan Baseball anaknya untuk ditonton.


“Kalau begitu, Ibu juga bakal buatin Pisang Goreng dan Kopi buatmu ya. Biar anak Ibu bisa konsentrasi berpikirnya.” Buk Santi menarik tangan Pak Bimo, “Bapak bantuin Ibu di dapur yuk, biar Adrian lebih fokus sendirian disini.”


Pak Bimo hanya menurut dan menemani istrinya memasak goreng Pisang di Dapu yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Meja Makan, tapi sedikit memberikan kebebasan dan ketenangan untuk Adrian bisa fokus. Biasanya sih Adrian menghabiskan waktu sendirian di ruang kerjanya setiap pulang dari Latihan, bahkan istrinya saja tak punya kesempatan untuk mengganggunya sama sekali. Namun, berhubung ia sedang tidak berada di rumahnya sendiri, Jadi ia harus terbiasa membiasakan hidup seperti dirinya dahulu.


Dan dengan segala memori ingatan yang masih jelas, ia Kembali menganalisa kemampuan lemparan Aksara. Bolak-balik dirinya mencoret lembar kertas buku itu, mencoba menduga-duga setiap kemungkinan yang ada atau paling tidak mendekati saja untuk membantunya.


“Sejauh ini hanya lemparan lurusnya yang baik, bahkan ia memiliki kecepatan yang menjadi kemampuan spesialnya. “ Adrian bergumam sendiri sambal meletakkan dagunya ditangan kiri.

__ADS_1


Hingga Adrian tersadar akan sesuatu hal yang baru muncul dalam pikirannya, “Tunggu dulu! Bagaimana kalau kita menjadikan lemparan lurus itu sebagai kemampuan spesialnya?” gumamnya lagi yang langsung membuat poin penting dilembar buku.



Catatan Penting untuk Aksara


1. Kecepatan selalu berubah setiap melempar, sejauh ini lemparan terendah berada di kecepatan 150 Km / Jam. Lemparan yang cukup baik untuk usia remaja.


2. Hanya bisa menggunakan Lemparan lurus Two - seamer dan Four – Seamer saja. Dan lemparan two – seamer masih berantakan.


3. Mempunyai Motivasi yang kuat mudah putus asa dan bosan dengan lemparannya sendiri. Mental yang masih lemah dan tidak percaya diri. Tapi mempunyai stamina yang baik.


Kesimpulan : Membantu Aksara untuk menjadikannya sebagai Picther yang mengandalkan kecepatan dengan Picth lemparan lurusnya. Tapi setiap Lemparan lurus memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Targetnya adalah menjadi Pitcher lemparan lurus Pitcher special lemparan lurus dengan kecepatan bervariasi.


2. Mengontrol arah bola Aksara menjadi lebih baik lagi dan mengontrol kecepatan setiap lemparan lurus Aksara.


3. Mengembalikan kepercayaan diri dan motivasi Aksara.


4. Membantunya lulus seleksi sebagai Timnas Muda Junior.


Bagaimana cara menciptakan poin nomor 3? Mungkin mengadakan pertandingan perdananya.


“Pak! Kira-kira di daerah sini sudah ada tim Baseballnya gak?” teriak Adrian pada sang Bapak.

__ADS_1


“Bapak rasa sih udah ada deh kayaknya, tapi anggotanya masih abal-abalan gitu.Maklumlah, olahraganya kan baru saja popular semenjak ada kamu. Dan biasanya sih untuk sekedar olahraga penghibur antar Bapak-Bapak gitu, Memangnya kenapa? “


“Kira-kira, besok mereka Latihan gak, Pak?” tanya balik Adrian tanpa menjawab pertanyaan Pak Bimo.


“Hampir setiap haripun mereka latihan buat persiapan pertandingan bulan Agustus antar kecamatan pas peringatan Tujuh belasan nanti. Rencananya aja Ibu kamu ini mau nonton besok, sokalian mau rapat bareng Ibu-Ibu lain untuk dana konsumsi mereka. Memangnya kenapa, nak? Kamu belum jawab pertanyaan Bapak loh,” ucap Pak Bimo.


“Aku mau ngajak Aksara buat Latihan bareng mereka, soalnya anak itu belum pernah sekalipun bertanding sebagai Tim dilapangan. Aku mau ngasih dia pengalaman buat menambah motivasinya dan kepercayaan dirinya sih. Kira-kira, Bapak bisa gak bantu bilangkan Pak lurah buat membantuku khusus untuk besok aja?” tanya Adrian dengan nada yang setengah berteriak pada Pak Bimo yang ada di Dapur.


“Boleh dong, memangnya rencana kamu gimana? Biar Bapak telpon sekarang Pak Lurahnya. Kamu kan tahu kalau Pak lurah itu temannya Bapak, “ sombong Pak Bimo yang berjalan mendekati Adrian, tampak jelas kedua tangannya yang dipenuhi bumbu racikan goreng pisang.


“Konsepnya simple kok, Pak. nanti Bapak-bapak yang tanding itu dibagi dua grup. Tapi disalah satu grup itu buat aja aku dan Aksara yang menjadi Catcher dan Pitcher utamanya, atau kalau gak kami main dalam tim cadangan desa saja untuk melawan tim utamanya.”


“Boleh saja sih, selama kamu rasa ini bisa membantu cucu Bapak. Apapun tujuan kamu pasti akan Bapak dukung,” ucap Pak Bimo sambal tersenyum, bersamaan dengan suara Ibu santi yang memanggil nama Pak Bimo.


“Bapak balik dapur dulu ya, Ibumu kelihatan


banget gak bisa jauh dari Bapak.” Pak Bimo cengar-cengir dan berlari ke Dapur. Adrian hanya bisa tersenyum geli saja melihat kemesraan dan kelucuan kedua orang tuanya itu. Sebelum akhirnya, ia Kembali mencoret-coret lembar buku sembari menunggu Pisang Goreng yang sedang dibuat kedua orang tuanya itu.


Adrian juga tak lupa membrowsing internet untuk mencari kabar terbaru tentangnya, ia melihat semua social media miliknya menggunakan akun baru. Awalnya ia tak bisa berhenti tersenyum bangga melihat seluruh pujian komentar yang membanggakannya. Meskipun saat ini bukan dirinya yang sekarang memenangkan pertandingan persahabatan itu, tapi ia tetap merasa bangga pada dirinya versi dimasa ini.


Dia tak bisa membohongi bahwa ia memiliki kecenderungan sikap narsistik atas prestasi yang dimilikinya. Meskipun ia tak bisa menyembunyikan fakta bahwa dirinya selalu berada dalam bayang-bayang tekanan dari para Tim, Manajemen Klub dan penggemar.


Hingga tanpa ia sadari, semakin lama ia menatap kolom komentar tersebut. Adrian menemukan kolom komentar kejam yang menghina putranya dengan ratusan balasan komentar lain dan ribuan Like pada komentar tersebut yang membuat Adrian berapi-api.

__ADS_1


__ADS_2