BASEBALL WITH MY SON ( 18 AGAIN)

BASEBALL WITH MY SON ( 18 AGAIN)
LEMPARAN LURUS TERBAIKMU


__ADS_3

Entah apa yang sedang dilakukan Adrian saat ini, tapi yang jelas Aksara bisa mendengarkan keributan kecil didalam ruangan Perlengkapan Baseball itu. Mungkin saja Adrian tak sengaja menjatuhkan beberapa Bat atau pemukul yang biasanya digunakan pada Batter, makanya terciptalah keributan kecil itu.


"Kau baik-baik saja? Tolong jangan membuat peralatan itu jadi berantakan, nanti kita jadi bingung buat merapikannya kembali." Aksara berusaha memperingati Adrian, ia juga tidak mau repot nantinya.


"Baiklah, berhenti terdengar seperti penakut seperti itu." Adrian membalas perkataan Aksara, bersamaan dengan wujudnya yang juga muncul di Jendela. Tampak jelas ia mengambil satu buah bola Baseball, Catcher Glove dan Finger Glove ditangannya.


"Pegang ini!" ucapnya seraya memberikan ketiga perlengkapan yang dipegangnya itu kepada Aksara, sebelum akhirnya ia melompat keluar dari Jendela.


"Kau cuman meminjam ini? Maksudku, kau tidak memakai perlengkapan Baseball untuk Catcher juga atau kau sangat percaya diri pada tangkapanmu."


"Ya, aku percaya diri pada tangkapanku dan aku yakin kau pasti akan memberikan lemparan bagusmu padaku. Maaf saja kalau kepercayaan diriku membuatmu resah," ucap Adrian yang mengambil kembali Catcher Glove dari tangan Aksara. Lalu, ia berjalan duluan ke arena Lapangan Baseball dikarenakan ruangan Bullpen yang biasanya digunakan sebagai tempat latihan Para Catcher dan Pitcher juga ikut terkunci dan tidak bisa dipakai.


"Mari tunjukkan padaku seluruh jenis lemparan terbaikmu! Kau tidak perlu khawatir soal arah bolanya, fokus saja melempar dan aku akan menangkap semua lemparan mu itu," perintah Adrian yang sudah mengambil posisi jongkok di Catcher Box.Tampaknya ia langsung menggunakan Posisi Primary Stance tanpa memberikan isyarat atau Sign Stance terlebih dahulu. Dia benar-benar memperlihatkan posisi siap untuk menerima lemparan dari Aksara, dimana ia sudah memperlihatkan posisi kakinya yang sedikit lebih lebar dari bahunya dengan membiarkan pinggul terbuka dan sarung tangan berada ditengah tubuh yang cukup jauh dari dada. Dia juga membungkus Jari jempolnya dalam kepalan tangan dan menyembunyikan tangan kanannya di belakang punggung, selagi tangan kirinya yang mengenakan Sarung Tangan sedang dalam posisi siap di atas lutut pemukul untuk segera menangkap lemparan dari Pitcher.

__ADS_1


Jelas saja hal ini menunjukkan bahwa ia sangat percaya diri untuk bisa menangkap lemparan Aksara dan memblokir dengan mudah, sepertinya kondisi fisik yang prima dalam tubuh remaja ini menjadi kelebihan bagi Adrian yang memang sudah memiliki bakat dan kemampuan yang mapan.


Selain itu, ia sangat yakin sekali bahwa anaknya memiliki beberapa tipe Pitch yang sangat baik terlepas dari kegagalan anaknya beberapa hari yang lalu. Mungkin saja nanti ia bisa memoles sedikit tipe Pitch sang anak dengan latihan yang baik juga.


Tapi sepertinya permintaan Adrian itu membuat Aksara terdiam cukup lama, ia hanya berdiri saja sembari memegang bola Baseballnya. Malahan, nyalinya semakin ciut saat mendengarkan permintaan Adrian.


"Kenapa kau terdiam? Apa kau masih meragukan tangkapanku?" tanya Adrian.


Aksara menghela nafas panjang, ia coba menghilangkan semua keraguannya dan mulai menyembunyikan bola di sarung tangannya. Lalu dengan teknik yang dikuasainya, ia mulai memperlihatkan sikap seorang Pitcher yang bersiap untuk melempar. Dia angkat sebelah kakinya dan mulai mengayunkan tangan kanannya untuk dilemparkan pada Adrian, tampak jelas bahwa Aksara adalah seorang Pitcher bertangan kanan.


"Lumayan bagus, tapi kontrol arah bolamu sangat buruk. Dan mungkin saja, kau juga memiliki kontrol yang buruk dalam kecepatan bolamu. Jadi, bisa kukatakan bahwa kecepatan bola lurusmu pasti sering berubah-ubah tergantung kondisi fisik dan suasana hatimu." Adrian langsung memberikan kritiknya kepada permainan Aksara, ia sepertinya telah terbiasa dalam memberikan masukan kepada para Pitcher yang bermain Battery dengannya.


"Ah iya, aku rasa ini bukanlah kecepatan maksimum yang kau miliki. Kecepatan lemparan lurus mu saat ini saja bisa diprediksi telah mencapai 150 Km/Jam, padahal kau sedang tidak dalam suasana hati yang baik." Adrian menyambung perkataannya lagi, niatnya untuk memberikan pujian kepada sang anak.

__ADS_1


Dan sepertinya Pujian itu sedikit mengobati perasaan sedih Aksara saat ini, tak biasanya ia mendapatkan pujian dari siapapun selama ini. Dulunya sih ia sering dipuji sang Ayah, tapi semenjak beberapa tahun terakhir ini sang Ayah jarang bermain dengannya akibat terlalu sibuk.


"Terimakasih, aku cukup senang mendengarkan pujianmu. Kau juga sangat hebat sebagai seorang Catcher, rasanya aku melihat permainanmu yang sangat mirip seperti Ayahku. Bahkan cara kau mengkritikku seperti seorang Catcher yang berbakat seperti Ayahku juga," ungkap Aksara yang berniat membalas pujian Adrian, ia mulai memiliki kepercayaan pada Adrian yang saat ini ada dihadapannya.


Adrian tersenyum puas, ia langsung melemparkan kembali bola itu kepada Aksara. Lalu, ia merubah posisi yang tadi awalnya Primary Stance menjadi Secondary Stence. Kali ini, ia bersiap menerima lemparan Aksara yang lain. Dan, mungkin saja kecepatannya Aksara melebihi kecepatannya awal yang membuat Adrian harus lebih siap dari sebelumnya.


Posisi ini memperlihatkan kedua kaki Adrian yang terbuka lebih lebar daripada Posisi sebelumnya. Dimana ia melakukan posisi jongkok 90 derajat dengan dada yang sedikit miring Ke Plate untuk tetap menjaga keseimbangan pada saat memblokir lemparan dari tanah, apabila Adrian mendapatkan Pitch yang lebih rendah.


Tak lupa juga, Adrian membungkus Ibu jarinya di dalam kepalan tangan dan menyembunyikan tangannya yang tidak menggunakan sarung tangan tepat dibelakang punggung tangan kirinya yang menggunakan sarung tangan. Dan posisi tangan kiri yang menggunakan sarung tangan berada diatas lutut pemukul.


Posisi kaki kanan Adrian juga berada di daerah tumit Kaki kirinya, biasanya hal ini dilakukan untuk memudahkan seorang Catcher melemparkan Bola kepada Base yang terisi oleh para pemain lawan. Dia sampai repot-repot bersikap seperti ini untuk menerima lemparan lain dari Aksara. Sebagai seorang Catcher, ia tak berniat menunjukkan sikap malasnya sedikitpun dan tetap bersikap profesional.


"Sekarang, berikan aku jenis lemparanmu yang lain!" perintah Adrian yang benar-benar bersemangat dan justru malah mematahkan semangatnya Aksara saat itu juga. Dia kembali terdiam saja, sepertinya ia juga bingung untuk menjelaskan sesuatu tentang dirinya kepada Adrian.

__ADS_1


"Kenapa kau diam saja? Cepat berikan aku lemparan Cutter- Fastball mu atau Fastball Two-seamer mu sekarang!" perintah Adrian, tapi sekali lagi Aksara hanya diam dan mengacuhkan permintaan sang Catcher.


"Tunggu, jangan bilang kau tidak bisa melakukan keduanya?" tanyanya yang seperti tengah mengintrogasi saja, tapi buru-buru ia hentikan pertanyaan itu saat menerima gelengan kepala dari Aksara.


__ADS_2