Bayangan Cinta Yang Nyata

Bayangan Cinta Yang Nyata
akankah ketauan part 1


__ADS_3

**Kantor Next 1 - Tempat Kerja Hazrina:**


"Sudah sewajarnya, kamu kan istri saya," kalimat itu selalu terngiang di kepala Hazrina, membuat dirinya tidak fokus dengan pekerjaan. Rasa bersalah, rasa senang, dan rasa kecewa secara bersamaan dirasakan.


Pikirannya selalu menyalahkan dirinya. Seharusnya Hazrina tidak bisa seperti ini. Derry bukan suami aslinya, dia milik Calandra bukan dirinya. Kamu harus tau diri.


"Caca aku mohon cepat pulang Ca. Aku takut akan perasaan aku sendiri," keluhnya, takut pada perasaannya sendiri.


πŸͺΆπŸͺΆ


**Panti Asuhan Kasih Bogor:**


Merupakan rumah kasih sayang untuk anak-anak kurang beruntung. Panca, seorang donatur di panti asuhan ini, sering sekali menyempatkan diri untuk bermain dengan anak-anak di rumah panti ini.


Saat ini, dia sedang bermain bola bersama beberapa anak panti. Begitu ramai dengan sorakan.


Di lain tempat, ada Sava yang baru saja sampai di panti asuhan. Ternyata Sava sering berkunjung ke sini dan mengajar hal apapun bersama anak-anak.


Saat melihat pria yang sedang asik bermain bola dengan anak-anak, rasanya adem sekali penglihatan mata ini.


"Bu Sava," panggil salah satu anak panti.


"Halo Lingga, gimana kabar kamu?"


"Lingga baik bu. Aku mau kasih kabar bahagia kalau aku dapet juara kedua untuk gambar buatan aku. Ibu mau lihat?"


"Wah hebat sekali anak ibu. Mau dong, ayo kita lihat gambarnya."


Sava langsung mengikuti arahan jalan dari Lingga dan beberapa kali melirik arah lapang. Ternyata pria itu sangat tampan.


...


Sudah hampir malam, Sava langsung izin sama yang lain untuk pulang. Karna dia tidak menggunakan mobil sendiri untuk kesini, hal hasil dia harus menunggu taxi lewat.


Karna saat kesini mobil dia mogok, akhirnya dia meninggalkan mobil itu di bengkel dan langsung menggunakan taxi untuk menuju kesini.


Ternyata mendapatkan taxi disini sangat susah karna jarang sekali taxi lewat sini. Bisa saja dia memesan mobil di aplikasi seperti Grab dan lainnya, tapi karna sinyal disini juga kurang bagus, jadi susah untuk memesan mobil jemputan.


Saat dia sedang menunggu taxi, ada seseorang yang menghampiri Sava dari arah depannya.


"Hai Sava, kamu masih inget aku kan. Panca teman Derry?"


"Loh ternyata kamu, iya aku inget. Kamu suka main ke panti ini?" tanya Sava.


"Suka Va, tapi engga terlalu sering juga sih. Kamu disini lagi nunggu jemputan?"


"Aku lagi nunggu taxi lewat aja. Kalau minta jemputan juga susah, soalnya sinyal hape aku jelek."

__ADS_1


"Oh kalau gitu, kamu mau bareng sama aku. Kalau ga salah rumah kita searah kan waktu itu."


"Emang boleh?"


"Boleh dong, ayo masuk ke mobil."


"Kalau gitu terima kasih Panca."


"Sama-sama Sava."


Dalam hati Panca begitu senang karna dia bisa pulang bersama perempuan yang dia suka selama ini. Bisa dibilang sebelum pernikahan Derry dengan Calandra, dia pernah melihat sosok Alsava Dermaga.


Seperti biasa Panca bermain ke panti, dan dia melihat sosok ibu guru cantik yang tidak lain adalah Sava. Sampai beberapa kali Panca dapat bertemu dengan Sava di Panti ini, tapi dia tidak atau belum berani berkenalan dengan Sava.


Sampai sekarang sosok Sava lah yang menjadi sosok yang dirindukan.


Pernikahan Calandra dan Derry, merupakan hal yang terindah untuknya karna dia bisa berkenalan langsung dengan sosok Sava yang juga merupakan sahabat dari istrinya Derry.


πŸŒ₯πŸŒ₯πŸŒ₯


Biasanya keseharian Hazrina akan sama, sebelum berangkat kerja sebagai Calandra, sesampai kantor akan menjadi sosok dirinya sendiri.


Walau bisa dibilang sosok dirumah Derry adalah sosok aslinya dengan nama yang berbeda saja.


Tapi untuk hari ini, dia sangat terkagetkan akan kabar dari mamanya. Kalau mereka sudah di Jakarta dan sedang dirumah.


**Rumah Keluarga Hazrina:**


"Mama sama adek udah lama sampai rumah?" tanya Hazrina. Dibalas dengan anggukan dari adik kecil Hazrina.


"Kamu dua hari ini kemana saja. Mama sudah dari dua hari lalu datang, rumah sepi dan gelap. Kamu tidak pulang kerumah kenapa?" interogasi dimulai.


" teteh nginap di rumah teman mah."


"Siapa?"


"Sava atau Caca. Apa jangan-jangan cowok!" seru mama Diana padanya.


Khuk khuk tiba-tiba membuatkan batuk.


"En-engga kok. Aku, aku dirumah Caca nginep" ucapan sedikit benar dan bohong.


"Beneran ya teh, kamu harus hati-hati kalau dekat sama cowok. Mama takut soalnya kamu cuma sendiri disini."


"Iya mah, teteh pasti jaga diri dengan baik. Ayah mana?"


"Biasalah, dia langsung kerumah bosnya. Ada kumpulan gitu."

__ADS_1


"Oh gitu, yaudah teteh mandi dulu."


"Iya mah." jawab Hazrina.


Hazrina langsung pergi mandi saat bersamaan ada telepon masuk dari Derry.


Ternyata lupa kasih kabar pada Derry.


**Telepon:**


"Hallo, kamu dimana?" tanya Derry setelah panggilannya diangkat.


"Aku di lumah, ini ciapa ya?" jawab adik Hazrina yaitu Zahra.


"Saya Derry, suami yang punya handphone ini."


"Eh, da teteh aku mah jomblo dali lahir, jadi belum punya cuami"


"Kamu kok boong, da baik loh bohong. Apa lagi bohong doca," ucapan panjang dengan khas cadel milik adik kecil Hazrina.


Adik Hazrina sedikit susah menyebut huruf S dan R. Sehingga begitu kalau berbicara.


"Maaf, tapi saya benar-benar suami yang punya handphone ini. Calandra ada? oh iya, nama kamu siapa de?" tanya Derry yang bingung karna bukan istrinya yang angkat.


"Aku Zahla, oh kakak cuami ka caca. kilain benelan cuami teteh aku. Tapi ka caca da ga ada dilumah aku."


"Loh terus kenapa hapenya ada di kamu?"


"Em. Kulang tau. Aku angkat, kalna takut telpon penting macuk dali hp teteh aku."


"Nama kakak kamu siapa?"


"Hazlina. Hazlina Putli Diana itu nama teteh aku."


"Hazlina?" ucapnya untuk memastikan.


"Bukan, pake L ka tapi pakai huluf cetelah huluf Q coalnya aku da bica cebutnya."


"Oh, Hazrina, Hazrina Putri Diana, kalau gitu nama kamu juga Zahra, benarkan?"


"Iya kak, benal cekali. Kaka dapat poin 10."


"Hahaha, yaudah kalau gitu, nanti kamu kasih tau kaka kamu ya. Tolong kabari lagi ke saya."


"Iya ka Delly, dadah ka. Waalaikum calam."


"Assalamualaikum dulu dong, kok udah wasalam," ucapnya yang sedikit tertawa akan obrolan dengan adik kecil Hazrina.

__ADS_1


"Oh ya, maap ka, lupa aku. Assalamualaikum ka Delly."


"Waalaikumsalam De Zahra."


__ADS_2