
Dalam perjalanan, adiknya sangat menikmati momen ini karena ini adalah pertama kalinya dia berjalan-jalan mengelilingi kota Jakarta.
"Bagaimana de, apa kamu menikmati perjalanan ini?" tanya Hazrina pada adiknya.
"Sangat seru, Kak! Terima kasih sudah mengajak dede jalan-jalan," jawab Zahra penuh kegembiraan.
"Seharusnya kamu mengucapkan terima kasih kepada Pak Hadi. Cobalah katakan terima kasih pada yang berhak," ucap Hazrina, selalu mengajarkan untuk bersyukur pada orang yang tepat.
"Terima kasih, Pak Hadi, sudah ajak Zahra jalan-jalan. Zahra sangat senang," ucap Zahra dengan riang pada Pak Hadi.
Pak Hadi pun merasa sangat senang mendengar ucapan tulus dari Zahra. Dia langsung merindukan anaknya yang saat ini sedang bersekolah di kampung.
Derry yang duduk di sebelah Hazrina, merasa tenang karena melihat adik kecil yang sangat ceria.
"Kak, kalau boleh tahu, kita mau kemana?" tanya Hazrina kepada Derry, yang sejauh ini hanya memperhatikan Zahra.
Namun, Derry tidak menjawab pertanyaan Hazrina dan justru menanyakan kepada Zahra tentang destinasi yang diinginkan.
Zahra merasa bingung dan hanya bisa bergantung pada kakaknya. "Duh, kakak juga tidak tahu kemana kita akan pergi. Bagaimana ini?"
"Yah dede kira kaka tahu, tempat seru dimana. Kaka sih jomblo," ujar Zahra sambil menggoda kakaknya yang memang sejak lahir belum memiliki pasangan.
"Kok malah menggoda kakak sebagai jomblo. Jahat banget," sahut Derry dengan senyum.
"Hahaha. Oh iya Kakak kan sudah mau menikah dengan pilihan ayah kemarin," ujar Zahra tiba-tiba, mengungkapkan percakapan orangtua mereka tentang perjodohan Hazrina dengan pilihan ayahnya.
Hazrina bingung bagaimana harus merespons. Beberapa kali, dia melirik ke arah Derry, mencari sinyal atau kejelasan.
"Ah ya, bagaimana kalau kita pergi ke kebun binatang? Bagaimana, mau?" ucap Hazrina untuk mengalihkan pembicaraan.
Rasa canggung tadi membuat Hazrina memutuskan untuk mengunjungi kebun binatang. Untungnya, adiknya setuju untuk pergi.
"Rasanya ada yang aneh dengan ka Derry. Kenapa ya? Dia enggan melihat atau berbicara sama aku," tanpa sadar, Hazrina memainkan kalung yang dia kenakan.
Derry yang sadar akan tindakan Hazrina itu hanya diam saja.
Di kebun binatang, mereka menjelajahi area dengan menggunakan mobil Derry. Mereka sangat menikmati pengalaman ini, dan Hazrina dan Zahra memberi makanan kepada hewan-hewan di sana.
"Kak, coba beri wortel ini kepada rusa," pinta Hazrina dengan lembut.
Derry segera mengambil wortel tersebut dan memberikannya kepada seekor rusa di luar mobil.
"Jangan terlalu besar buka jendelanya, kak. Bisa-bisa kepala rusanya masuk," peringatkan Hazrina.
Namun, bukannya menghindari, kepala rusa itu justru masuk melalui jendela, membuat mereka tertawa.
Hazrina hampir saja tertawa terbahak-bahak, tetapi dia berhasil menahan tawa. Namun, adiknya malah tertawa puas melihat Derry yang tampak ketakutan.
"Kak Delly lucu. Hahaha," kata Zahra sambil tertawa.
"Kamu jangan tahan tawa, jika ingin tertawa, silakan tertawa saja. Beberapa kali saya mendengar suara tertawa dari kamu," kata Hazrina.
"Hahaha, maaf ya, kak. Karena lucu. Maaf ya, hahaha," ucap Hazrina yang akhirnya mengambil tisu basah untuk mengusap wajah Derry yang kemerahan.
"Terima kasih, Hazrina," ucap Derry.
"Sama-sama, Kak."
Setelah menghabiskan waktu yang menyenangkan di kebun binatang, mereka mencari tempat makan di sekitarnya. Hazrina dengan sabar memberi makanan kepada adiknya dan selalu menjaga kebersihan dengan mengelap sendok dengan tisu.
"Pak Hadi tidak mau makan bersama, ya? Atau saya pesan makanan untuknya?" tanya Hazrina.
"Iya, pesan saja untuk Pak Hadi. Kasihan kalau dia tidak makan," jawab Derry.
"Iya, Kak, saya akan pesan makanan untuk Pak Hadi."
Hazrina segera memesan makanan tambahan untuk dibawa ke mobil yang ditunjuknya.
"Mau sayur kangkung?" tanya Hazrina.
"Boleh,"
jawab Derry.
"Zahra, mau sayur kangkung juga?" tanya Hazrina untuk menambahkan sayuran pada pesanannya.
"Boleh, Kak."
Walau mereka duduk di lesehan, Derry tidak marah dan senang mengikuti keinginan Zahra dan Hazrina. Zahra pun akhirnya tertidur di samping Derry, dan Hazrina merasa nyaman dan bahagia melihat adiknya yang bahagia.
Hazrina mengangguk, menerima penolakan Derry untuk berbicara tentang hal yang sebelumnya mereka rencanakan.
User
rapi sesuai dengan gaya penulisan novel.
Dalam perjalanan saja adiknya sangat senang sekali. Karna baru kali ini dia jalan jalan mengelilingi kota Jakart.
"Bagaimana seru tidak?" tanya Hazrina pada adiknya.
"Celu ka, makacih ya udah ajak dede jalan jalan"
"loh seharusnya kamu bilang terimakasih sama pak Hadi. Coba bilang terimakasih" ujarnya untuk selalu berterimakasih pada orang yang tepat.
__ADS_1
"Telima kacih pak Hadi. Udah ajak Zahla jalan jalan. Zahla cenang cekali" Ungkap senang Zahra pada pak Hadi.
Pak Hadi pun sangat senang sekali atas ucapan tulus dari Zahra. Rasanya dia merindukan anaknya yang sedang sekolah di kampung.
Derry yang duduk disamping Hazrina merasakan tenang karna baru kali ini dia melihat anak kecil yang sangat periang.
"Ka, kalau boleh tau kita mau kemana ya?" tanya Hazrina kepada Derry yang hanya memperhatikan sosok adiknya saja.
Derry tidak menjawab pertanyaan dari Hazrina dan dia malah menanyakan kepada adiknya Zahra ingin pergi kemana.
Zahra yang bingung, hanya bisa mengandalkan kakaknya. "Duh, kakak juga engga pernah kemana mana lagi. Gimana dong"
"Yah, ade kila kakak tau tempat acik. Kakak jomblo cih" ucapnya sambil mengeledek kakaknya yang emang benar dari lahir tidak punya pasangan.
"loh kok malah ngatain kakak jomblo. Jahat banget"
"hehehe maaf ka, kakak emang da mau menikah cama pilihan ayah kemalin" ujar Zahra tiba tiba.
Ternyata adiknya mendengar pembicaraan kakaknya dan kedua orangtuanya tentang perjodohan antara Hazrina dengan pilihan ayahnya.
Bingung ingin bersikap apa. Hazrina hanya bisa bingung, dan beberapa kali melirik arah Derry.
"Ah ya! Gimana kalau ke kebun binatang? Mau ya" ucapnya untuk mengalihkan pembicaraan.
Rasanya sedikit canggung tadi, sehingga Hazrina membuat putusan untuk pergi ke kebun binatang.
Untung saja adiknya mau pergi.
"Rasanya ada yang aneh sama ka Derry. Kenapa ya? Dia gamau lihat ke arah aku, ataupun menjawab omongan aku" tanpa sadar Hazrina, dia selalu memainkan kalung yang dia pakai.
Derry yang sadar kalau daritadi Hazrina memainkan kalungnya itupun hanya diam saja.
.
.
Di kebun binatang.
Mereka mengelilingi area dengan menggunakan mobil milik Derry ini. Rasanya seru, beberapa kali Hazrina dan Zahra memberi beberapa makanan untuk para hewan yang ada disana.
"Ka mau coba kasih wortel ini ke rusanya?" tanya Hazrina dengan lembut.
Sosok pria itu langsung mengambil wortel itu dan memberikan pada rusa yang ada diluar mobil.
"Jangan terlalu besar dibuka kacanya kak, bisa bisa kepala rusanya pada masuk" baru saja di peringati malah udah kejadian.
Ingin sekali ketawa, dia menahan. Tapi adiknya malah ketewa dengan begitu puas. Karna melihat sosok Derry yang takut.
"Kamu jangan di tahan begitu, kalau mau ketawa, ketawa saja. Karna beberapa kali dia mendengar suara kikihan dari Hazrina.
"Hahaha maaf ka, soalnya lucu. Maaf ka haahhaa" Ujar Hazrina yang langsung mengambil sapu tangan dalam tasnya.
"untung aja tidak kena jilatan rusanya ka. Sini tangan kanan kamu" Pinta Hazrina yang langsung mengelap tangan Derry dengan tissu basah.
"makasih Hazrina"
"Sama sama ka"
Setelah asik di kebun binatang, mereka pun akhirnya pergi mencari tempat makan di daerah sini.
Dengan telaten Hazrina memberikan makanan untuk adiknya. Tidak lupa mengelap semua sendok dengan tissue yang dibawa.
Bisa dibilang sudah menjadi kebiasaan dia untuk mengutamakan kebersihan.
"Pak Hadi benar gamau ikut makan ka? Apa aku pesanin buat dibawa kesana"
"iya kamu pesankan saja. Kasihan pak Hadi kalau tidak makan"
"Iya ka, aku pesanin makanan untuk Pak Hadi"
Hazrina langsung memberikan pesan baru untuk dibawa ke mobil hitam yang ditunjuknya.
"Mau sayur kangkungnya?" tanya Hazrina.
"Boleh"
"Kak dede mau cayul kangkungnya"pinta adiknya untuk menambah lauk makanannya.
"boleh, sini piring kamu. Biar kakak simpan disana"
"iya kak."
Walau lesahan seperti ini untung saja Derry tidak marah dan senang hati mengikuti keinginan Zahra dan Hazrina.
Zahra pun tertidur di samping Derry. Bisa dibilang dari sebelum jalan pun, Zahra ingin selalu di dekat Derry.
"Kak Derry biar aku aja yang pangku Zahra. Sini" pintanya takut Derry merasa risih.
"tidak apa apa, adikmu juga sudah tidur"
"Oh ya ka, bukannya kaka mau ada yang dibicarakan?" tanya Hazrina yang baru ingat tujuan awal bertemu dengan Derry.
"Em- lupakan. Saya juga lupa yang ingin di bicarakan"
__ADS_1
"oh gitu."
Awalnya sih begitu, tapi setelah itu Hazrina ditanya dengan hal apapun. Dari kapan berteman bersama Calandra sampai keluarga di kampung ada siapa saja.
Tanpa merasa aneh, Hazrina hanya menjawab saja pertanyaan itu dan dia juga balik menanyakan hal tentang Derry.
Save & Submit
Cancel
ChatGPT
Dalam perjalanan, adiknya sangat bersukacita karena ini pertama kalinya dia berjalan-jalan mengelilingi kota Jakarta.
"Bagaimana? Seru, kan?" tanya Hazrina kepada adiknya.
"Sangat seru, Kak. Terima kasih sudah mengajak dede jalan-jalan," sahut Zahra dengan senang hati.
Hazrina memperbaiki kesalahannya, "Loh, seharusnya kamu berterima kasih pada Pak Hadi, Zahra. Cobalah untuk mengucapkan terima kasih."
"Terima kasih, Pak Hadi, sudah mengajak Zahra jalan-jalan. Zahra sangat senang," ujar Zahra, dan senyumnya membuat Pak Hadi sangat senang. Dia merindukan anaknya yang sedang sekolah di kampung.
Derry, yang duduk di sebelah Hazrina, merasakan ketenangan dalam dirinya. Ini pertama kalinya dia melihat anak kecil yang sangat ceria.
"Kak, kalau boleh tahu, kita mau ke mana?" tanya Hazrina kepada Derry, yang hanya memperhatikan adiknya.
Namun, Derry tidak menjawab pertanyaan Hazrina. Sebaliknya, dia bertanya pada adiknya, Zahra, tentang tempat yang ingin dia kunjungi.
Zahra bingung dan hanya bisa mengandalkan kakaknya. "Duh, kakak juga belum pernah pergi ke mana-mana di Jakarta. Gimana, ya?"
"Yah, adek tahu tempat yang pas, Kak. Kakak jomblo, kan?" godanya, sambil mengejek kakaknya yang memang belum punya pasangan.
Hazrina menggelengkan kepala, "Loh, kok malah mengolok-olok kakak jomblo. Jahat banget."
"Hehehe, maaf, Kak. Kakak memang belum mau menikah dengan pilihan ayah kemarin," ujar Zahra tiba-tiba, membuat Hazrina merasa canggung.
Hazrina bingung tentang bagaimana seharusnya dia bersikap. Dia beberapa kali melirik ke arah Derry.
"Ah, ya! Gimana kalau kita pergi ke kebun binatang? Mau, ya?" usulnya, mencoba mengalihkan pembicaraan.
Hazrina merasa ada yang aneh dengan Derry. Dia terus memainkan kalung yang dia kenakan tanpa sadar.
Derry, yang sadar bahwa Hazrina terus memainkan kalungnya, hanya diam saja.
Di kebun binatang, mereka berkeliling menggunakan mobil milik Derry. Rasanya sangat seru, dan beberapa kali Hazrina dan Zahra memberi makanan kepada hewan-hewan di sana.
"Kak, mau coba memberi wortel kepada rusa ini?" tanya Hazrina dengan lembut.
Derry segera mengambil wortel tersebut dan memberikannya kepada rusa yang ada di luar mobil.
"Jangan terlalu besar buka kacanya, Kak. Bisa-bisa kepala rusanya masuk," peringatan Hazrina.
Hazrina menahan tawa, tapi Zahra malah tertawa puas. Hazrina merasa canggung, tapi dia mencoba untuk tidak menunjukkannya.
"Kak Delly lucu. Hahaha," kata Zahra.
"Kamu jangan tahan tawa, Zahra. Kalau mau tertawa, tertawa saja. Beberapa kali aku mendengar kamu ketawa," kata Hazrina.
"Hahaha, maaf, Kak, soalnya lucu. Maaf ya, hahaha," kata Zahra sambil mengusap air mata tawa.
"Untung saja kepala rusanya tidak masuk ke dalam mobil, Kak. Sini, tangan kanan kamu," pinta Hazrina, yang langsung mengelap tangan Derry dengan tisu basah.
"Terima kasih, Hazrina," kata Derry.
"Sama-sama, Kak."
Setelah menikmati waktu di kebun binatang, mereka mencari tempat makan di daerah tersebut. Hazrina dengan sabar memberikan makanan kepada adiknya dan selalu menjaga kebersihan dengan mengelap semua peralatan makanan dengan tisu.
"Pak Hadi benar tidak mau makan, Kak? Apakah aku pesan untuknya?" tanya Hazrina.
"Iya, kamu pesan saja. Kasihan Pak Hadi kalau tidak makan," jawab Hazrina.
Hazrina segera memberikan pesanan baru untuk dibawa ke mobil hitam yang dia tunjuk.
"Mau sayur kangkungnya?" tanya Hazrina.
"Boleh," kata Derry.
"Zahra, kamu mau sayur kangkung juga?" pinta Hazrina untuk menambahkan hidangan mereka.
"Boleh, Kak. Sini, piring kamu. Biar Kakak yang menyimpannya," kata Zahra.
Walau mereka duduk di tempat yang sederhana, Derry tidak marah dan bahkan senang mengikuti apa yang diinginkan Zahra dan Hazrina. Zahra akhirnya tertidur di samping Derry, dan Hazrina merasa nyaman duduk di dekat mereka.
.
"Oh ya, Ka, bukannya kamu ingin membicarakan sesuatu?" tanya Hazrina, mengingat tujuan awal Derry mengajak dirinya bertemu.
"Em, lupakan saja. Saya juga lupa apa yang ingin dibicarakan," jawab Derry dengan keraguan.
"Tidak apa-apa," kata Hazrina, mencoba mengalihkan perhatian. "Jika ada yang ingin kamu tanyakan atau ceritakan, aku siap mendengarkan."
Derry menatap Hazrina sejenak, kemudian mulai bertanya tentang banyak hal, seperti kapan mereka pertama kali bertemu dengan Calandra, bagaimana keluarga Hazrina di kampung, dan sebagainya. Hazrina dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sambil sesekali menanyakan hal-hal tentang Derry. Mereka mulai saling mengenal satu sama lain lebih baik dalam perjalanan ini.
__ADS_1