Bayangan Cinta Yang Nyata

Bayangan Cinta Yang Nyata
episode 8


__ADS_3

Hari Senin, Hazrina kembali menjalani rutinitasnya sebagai pekerja kantoran. Sebelum berangkat, dia pamit kepada keluarganya.


"Kak, ada mobil jemputan untukmu," ujar ayahnya pada Hazrina yang masih memakai sepatu.


"Mobil?" Hazrina langsung melihat ke arah luar melalui pintu.


"Oh, bukannya Pak Hadi? Kok dia di sini?"


"Kayaknya iya, jemputan dari kantor," ujarnya canggung.


"Oh gitu, ayah mah baru tahu kalau kantor menyediakan transportasi pribadi."


"Hahaha, iya ya, kalau gitu kakak pamit dulu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Melihat Hazrina keluar, Pak Hadi membukakan pintu mobil itu, membuat Hazrina merasa tidak enak hati.


Di dalam mobil, ternyata sudah ada Derry yang menunggu. Otak Hazrina dipenuhi tanda tanya. Pak Hadi pun bertanya tentang tujuan Hazrina, yang diajawabnya dengan jujur.


"Oh, kantor yang sama seperti bapak," ujar Pak Hadi, membuat Hazrina kaget. Bagaimana tidak, Derry benar direktur baru di kantornya.


"Hehe, iya pak," jawabnya dengan canggung.


"Sudah sarapan?" tanya Derry pada Hazrina.

__ADS_1


"Sudah tadi. Kalau kakak sendiri? Ah, maaf, bapak sendiri?" tanya Hazrina balik, yang langsung mengganti panggilannya menjadi "bapak" karena Derry adalah bosnya di kantor.


"Panggil seperti biasa saja. Saya belum makan," jawab Derry.


"Loh, kenapa? Emang, bibi ga masak?" Hazrina hampir keceplosan. Bisa-bisanya dia melupakan bahwa sekarang dia adalah Hazrina, bukan Calandra.


"Bibi masak, tapi saya tidak makan," jawab Derry.


"Panggilan seperti biasa saja. Saya belum," ujar Derry.


"Loh, kenapa? Emang, bibi ga masak?" Hazrina hampir keceplosan. Bisa-bisanya dia melupakan bahwa sekarang dia adalah Hazrina, bukan Calandra.


"Bibi masak, tapi saya tidak makan," jawab Derry.


"Kenapa tidak makan? Sebelum bekerja, sebaiknya makan dulu. Makanan bisa menambah stamina, lho. Kalau kakak mau, boleh makan bekal buatan saya," kata Hazrina yang langsung mengeluarkan tempat makan yang dibawanya, berisi nasi goreng biasa.


"Boleh, sini. Biar saya makan bekal kamu," kata Derry.


"Oh, bentar ya. Ini nasi gorengnya dan sendoknya," ucap Hazrina sambil memberikan nasi goreng buatannya pada Derry.


Derry pun langsung memakan nasi goreng itu sampai habis, dan Hazrina tidak lupa membuka botol minum miliknya dan memberikannya pada Derry.


Setelah selesai makan, Hazrina menyimpan bekas makanan itu kembali ke tasnya.


"Makasih makanannya enak," kata Derry.

__ADS_1


"Terima kasih atas pujianmu, Ka. Tapi, Ka, ini benar-benar tidak apa-apa pergi ke kantor bersama saya?" tanya Hazrina, khawatir akan komentar orang lain setelah melihatnya bersama bos baru di kantornya.


"Tidak apa-apa. Kamu tenang saja, tidak akan ada yang berbicara buruk tentangmu," ujar Derry dengan keyakinan untuk melindungi Hazrina.


"Tapi, Kak?"


"Sebentar lagi sudah sampai. Lebih baik kamu turun lebih dulu."


"Iya, Ka. Terima kasih atas tumpangannya. Dan terima kasih Pak Hadi sudah mengantarkan saya."


"Iya, non, sama-sama."


Hazrina langsung masuk kantor melalui lift belakang, sesuai permintaan Derry. Setelah melihat sosok Hazrina tidak terlihat lagi.


Pak Hadi pun memberanikan diri untuk bertanya pada atasanya yaitu Derry Damiyana Abrahama.


"Pak, apakah bapak masih ingin pura-pura tidak tahu tentang ini?" tanya Pak Hadi.


"Saya hanya ingin menunggu kejujurannya lebih dulu."


"Kalau begitu, seperti yang diinginkan bapak. Saya juga sudah mencari informasi tentang Calandra asli yang sedang di luar negeri."


"Terima kasih, Hadi. Sudah membantu saya."


"Sama-sama, Pak."

__ADS_1


__ADS_2