
Dua bulan yang lalu, saat Pernikahan Derry dengan Calandra.
Derry mulai merasa ada yang aneh, meskipun awalnya dia tidak sadar akan perubahan tersebut. Karena dirinya memiliki kelamahan dalam mengenali wajah seseorang. Namun, beberapa sahabatnya mulai membicarakannya selama penggantian baju ketiga.
"Kata gue istri lu agak beda," ujar Tio pada Derry yang sedang duduk menunggu.
"Maksud lu apa Tio? Yakali istri si Derry tiba-tiba beda," kata Rangga dengan skeptis.
"Gatau rasanya aneh aja, pas akad muka dia tuh kaya sedih banget. Kaya abis di putusin gitu. Tapi pas salaman itu, muka dia kaya biasa dan senyum biasa," jelas Tio.
"itu mah perasaan lu aja." sahut Firgo.
"Tapi tunggu sebentar. Gue baru sadar yang perempuan selalu ada di samping istri lu itu kan ada dua, tapi pas tadi salah satunya malah ga ada," sambung Firgo
"Iya, benar banget. Dan mukanya tuh hampir mirip istri lu, walau kelihatannya agak lugu karena dia pakai kacamata," tambah Panca yang baru saja masuk ruangan.
"Nah bener itu" setuju Tio.
"perasaan kalain aja. Yakali tiba tiba gitu. Udah jangan berprasangka buruk dulu" kata Derry mencoba menenangkan mereka.
"Oke, gue keluar dulu, panggil aja kalau sudah selesai," kata Derry.
"Semangat, bro."
__ADS_1
Acara berjalan lancar sampai Derry mendengar langsung saat mama Calandra memarahi Hazrina waktu itu.
"kita balik lagi nanti," bisik Derry pada Panca.
"oke."
Mereka kembali ke ruang sebelumnya. Setelah semuanya merasa tenang, Derry dan Panca kembali ke ruangan tersebut.
Derry meminta Panca untuk bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa. Kalau nanti bertemu dengan Calandra palsu dan Sava.
Keesokan harinya, yang dimana merupakan hari pertama Derry kerja menggantikan papahnya untuk sementara waktu.
Derry bertemu dengan sosok istrinya yaitu Hazrina. Dimana mereka menggunkan lift sama waktu itu, tapi Hazrina hanya fokus pada ponselnya.
Saat Hazrina tidak pulang, Derry bertanya pada sopir baru mereka tentang tempat pertama kali dia mengantar Hazrina, dan ternyata tempat kerjanya adalah tempat yang sama dengan Derry. Derry bingung tentang apa yang harus dia lakukan.
Ternyata tempat kerja mereka pun sama, hal ini membuat Derry binggung harus apa. Akhirnya dia hanya menunggu kejujuran dari Hazrina padanya.
Setelah lima hari Hazrina tidak pulang, Derry berpikir bahwa Hazrina mungkin sengaja menghindarinya, tetapi setiap siang di kafe dekat kantornya, Derry selalu melihat sosok istrinya yang sebenarnya, yaitu Hazrina, dari kejauhan.
Ketika Hazrina akhirnya kembali ke rumah, dia menceritakan bahwa dia tidak tahu nomor atau alamat rumah mereka.
"Saya kira Anda pergi jauh," pikir Derry.
__ADS_1
Namun, dari segala hal itu. Hazrina merupakan sosok istri yang baik. Setiap ada waktu, dia selalu menyiapkan makanan dan bertanya tentang keseharian Derry.
Itu membuat Derry yakin akan kebaikan dan ketulusan Hazrina.
"Hari ini, bagaimana, Kak? Pekerjaanmu pasti banyak ya?" pertanyaan yang selalu diajukan oleh Hazrina kepada Derry.
Dengan senang hati, Derry kembali bertanya tentang keseharian Hazrina, dan itu menjadi pembicaraan favorit mereka.
"Hari ini, aku akan pergi ke supermarket. Kakak mau ikut?" Hazrina selalu mengajak Derry pergi ke manapun.
Derry juga pernah bertanya mengapa Hazrina selalu mengajaknya pergi keluar.
"Supaya kakak tidak merasa sendirian jika ada di rumah. Sekarang kakak sudah punya aku, jadi kakak harus terbiasa dengan aku," jawab Hazrina saat Derry menanyakan alasannya.
"Supaya kakak tidak merasa sendirian jika ada di rumah. Aku pikir, lebih baik berdua dari pada sendiri," jawab Hazrina Saat Derry menanyakan alasannya. "Bagaimana menurut kakak"sambungnya.
"Ya lebih baik berdua daripada sendiri, makasih"
"sama sama kak, kalau gitu aku tanya bibi dulu apa aja yang harus di beli" ujarnya yang langsung pergi ke dapur.
Akhirnya Derry memilih merahasiakan semua ini dari Hazrina karena dia ingin kalau Hazrina sendiri yang berbicara jujur padanya.
Meskipun Derry tahu alasan di balik semua tindakan Hazrina. Adalah untuk membantu sahabatnya yaitu Calandra.
__ADS_1